MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

  • Latest news

    Classic list

    Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
    Blue-and-White-Simple-Webinar-Marketing-Instagram-Post-7.jpg

    September 11, 2024 markbroMobilMotor

    Apa yang Terjadi Jika Master Kopling Mengalami Kerusakan?

    Sebuah kerusakan pada master kopling dapat memengaruhi kinerja kendaraan secara signifikan. Bagian ini akan menjelaskan dampak kerusakan pada master kopling dan mengapa penting untuk memperbaikinya segera.

    Sebagai bagian penting dari sistem transmisi kendaraan, master kopling dapat mengalami penurunan kinerja jika rusak. Artikel ini akan membahas secara menyeluruh bagaimana kerusakan master kopling dapat memengaruhi daya kuda kendaraan, efisiensi bahan bakar, dan stabilitas transmisi.

    Beberapa Penyebab Master Kopling Bocor

    Master kopling yang bocor dapat menjadi masalah serius dalam sistem transmisi kendaraan. Untuk memahami penyebabnya, mari kita eksplorasi beberapa faktor penyebab master kopling bocor.

    • Keausan dan Tekanan Berlebih

    Salah satu penyebab paling umum kebocoran master kopling adalah korosi. Bagian-bagian master kopling dapat rusak karena penggunaan yang berat, terutama seal dan gasket. Selain itu, kebocoran dapat terjadi karena tekanan berlebih, seperti tekanan hidrolik yang tinggi.

    • Material yang Kurang Berkualitas

    Berkualitas rendah atau tidak tahan terhadap suhu dan tekanan tinggi dapat menyebabkan kebocoran jika digunakan untuk membuat master kopling.

    • Suhu yang Ekstrim

    Suhu ekstrim, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, dapat merusak master kopling. Suhu tinggi dapat menyebabkan fluida hidrolik pada sistem kopling menjadi kurang efektif, sedangkan suhu rendah dapat membuat material menjadi rapuh.

    • Kesalahan Pemasangan atau Perakitan

    Kebocoran juga dapat berasal dari kesalahan selama pemasangan atau perakitan master kopling. Seal yang tidak terpasang dengan benar atau komponen yang kurang rapat adalah beberapa contoh kesalahan yang dapat menyebabkan kebocoran.

    • Usia dan Ketidaksempurnaan Material

    Seiring berjalannya waktu, material master kopling dapat menjadi lebih tua. Ini dapat menyebabkan bagian logam menjadi korosi atau seal menjadi kurang elastis.

    • Faktor Lingkungan dan Kontaminasi

    Kebocoran master kopling dapat disebabkan oleh debu atau kotoran. Masalah ini juga dapat terjadi ketika berada di lingkungan yang keras atau ketika air masuk ke dalam sistem.

    Cara Praktis Mengatasi Master Kopling Bocor

    Mengatasi master kopling yang bocor memerlukan perhatian dan tindakan cepat. Dalam subheading ini, kita akan membahas secara rinci cara-cara praktis untuk mengatasi kebocoran pada master kopling. Panduan ini melibatkan langkah-langkah yang dapat dilakukan baik oleh pemilik kendaraan yang terampil maupun oleh mekanik profesional.

    Pengecekan Visual dan Identifikasi Kebocoran

    • Langkah 1: Pastikan kendaraan Anda diparkir di tempat yang rata dan aman.
    • Langkah 2: Buka kap mesin dan cari master kopling. Pastikan mesin sudah mati dan kendaraan dalam keadaan diam.
    • Langkah 3: Cari tanda-tanda kebocoran, seperti tumpahan cairan di sekitar master kopling. Periksa apakah bocor berasal dari selang, seal, atau bagian lain dari master kopling.

    Pemilihan Suku Cadang yang Tepat

    • Langkah 1: Membeli suku cadang baru yang sesuai dengan merek dan model kendaraan Anda.
    • Langkah 2: Memastikan bahwa suku cadang baru memiliki kualitas yang sama atau lebih baik daripada yang lama.
    • Langkah 3: Untuk memastikan apakah seal dan gasket yang diperlukan sudah termasuk dalam suku cadang baru.

    Teknik Perbaikan dan Penggantian yang Efektif

    • Langkah 1: Membersihkan sistem kopling dari cairan yang bocor. Anda dapat menggunakan wadah yang sesuai untuk menyimpan cairan bekas.
    • Langkah 2: Memindahkan komponen yang rusak, seperti seal atau selang yang bocor.
    • Langkah 3: Memasangnya dengan hati-hati, memastikan bahwa semuanya terpasang dengan baik.
    • Langkah 4: Mengisi kembali sistem kopling dengan cairan hidrolik yang disarankan oleh pabrik.

    Penguatan Seal dan Penggantian Selang yang Rusak

    • Langkah 1: Memeriksa seal master kopling. Jika ada seal yang aus atau rusak, gantilah segera.
    • Langkah 2: Memeriksa selang hidrolik yang terhubung ke master kopling. Jika ada selang yang bocor atau rusak, gantilah selang itu.
    • Langkah 3: Memastikan bahwa seluruh koneksi dan klip penjepit terpasang dengan baik pada selang dan seal.

    Uji Coba dan Pemeriksaan Lanjutan

    • Langkah 1: Uji kendaraan setelah perbaikan untuk memastikan tidak ada kebocoran baru.
    • Langkah 2: Untuk mengetahui apakah ada perubahan pada respons kopling atau perasaan saat menginjak pedal kopling.
    • Langkah 3: Melakukan pemeriksaan lanjutan setelah perbaikan untuk memastikan sistem kopling tetap stabil dan kuat.

    Tips Pencegahan & Perawatan pada Master Kopling yang Bocor

    Mencegah dan merawat master kopling dengan baik adalah kunci untuk memastikan kinerja yang optimal dan mencegah kebocoran. Dalam subheading ini, kita akan membahas beberapa tips pencegahan dan perawatan yang dapat membantu Anda menjaga kesehatan master kopling dan mencegah kemungkinan kebocoran di masa depan.

    Perawatan Rutin dan Pengecekan Berkala

    • Tip 1: Lakukan pemeriksaan visual rutin untuk sistem kopling dan perhatikan perubahan pada respons pedal kopling dan perasaan saat mengemudi.
    • Tip 2: Lakukan pemeriksaan tambahan segera jika ada perubahan yang mencurigakan.

    Pemeliharaan Suhu Optimal

    • Tip 1: Hindari penggunaan yang berlebihan, karena dapat menyebabkan panas berlebihan pada master kopling.
    • Tip 2: Pastikan sistem pendingin bekerja dengan baik untuk menjaga suhu transmisi dan master kopling dalam kondisi yang ideal.

    Penggunaan Material Berkualitas Tinggi

    • Tip 1: Pilih master kopling yang terbuat dari material berkualitas tinggi dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang beragam.
    • Tip 2: Perhatikan spesifikasi pabrik dan saran penggantian suku cadang, dan pastikan untuk menggunakan suku cadang yang sesuai.

    Pengecekan dan Penggantian Seal secara Berkala

    • Tip 1: Perhatikan kondisi seal master kopling; seal yang rusak atau aus dapat menyebabkan kebocoran.
    • Tip 2: Jadwalkan penggantian seal secara berkala sesuai rekomendasi pabrik atau saat terlihat tanda-tanda keausan.

    Penggunaan Cairan Hidrolik yang Sesuai

    • Tip 1: Untuk sistem kopling, gunakan cairan hidrolik yang disarankan oleh pabrik.
    • Tip 2: Perhatikan tingkat keausan cairan dan ganti cairan sesuai jadwal yang ditetapkan.

    Kelebihan & kekurangan Master Kopling

    Kelebihan

    • Pengontrol Putaran Mesin: Memberikan pengemudi kontrol total atas putaran mesin.
    • Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar: Mengoptimalkan perpindahan gigi untuk mengurangi pengeluaran bahan bakar.
    • Pemakaian Gigi yang Tepat: Memberikan fleksibilitas dalam memilih gigi, meningkatkan performa, dan umur transmisi.
    • Kemampuan Melakukan Pengereman Mesin: Memungkinkan pengereman mesin tanpa rem, yang bermanfaat pada turunan panjang.
    • Kemudahan dalam Perawatan: Perawatan dan penggantian dapat diakses dengan mudah, meningkatkan efisiensi.

    Kekurangan

    • Memerlukan Keterampilan Mengemudi: Ini membutuhkan keterampilan khusus, terutama dalam pengoperasian pedal kopling.
    • Tidak Praktis dalam Kemacetan: Karena perpindahan gigi yang sering terjadi, kemacetan tidak praktis.
    • Risiko Kebocoran: Sistem hidrolik membutuhkan perawatan yang baik untuk mengurangi risiko kebocoran.
    • Tingkat Pengetahuan yang Diperlukan: Beberapa perbaikan dan perawatan membutuhkan pengetahuan.
    • Tingkat Keausan dan Penggantian Komponen: Komponen yang digunakan secara manual dapat lebih cepat aus dan memerlukan penggantian lebih sering.

    Kesimpulan

    Untuk mengakhiri diskusi tentang penyebab kebocoran master kopling, kita dapat mengatakan bahwa pemilik kendaraan harus sangat memperhatikan masalah ini. Kebocoran yang signifikan dapat disebabkan oleh tekanan berlebihan, keausan komponen, material yang kurang berkualitas, dan suhu ekstrim. Menjaga kesehatan sistem kopling dapat dibantu dengan menyadari potensi masalah ini dan mengambil tindakan pencegahan.

    Tidak dapat diabaikan betapa pentingnya perawatan rutin, penggunaan komponen berkualitas tinggi, dan pengawasan suhu dan tekanan hidrolik. Oleh karena itu, pemilik mobil dapat memastikan bahwa master kopling tidak mengalami kerusakan yang signifikan dan bahwa transmisi tetap berjalan dengan baik. Kesadaran ini mengurangi biaya perbaikan yang

    mungkin perlu, tetapi juga meningkatkan keandalan dan keselamatan kendaraan. Kami dapat memastikan bahwa master kopling tetap berfungsi dengan baik dan berkontribusi pada kinerja keseluruhan kendaraan dengan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.


    Blue-and-White-Simple-Webinar-Marketing-Instagram-Post-5.jpg

    September 11, 2024 markbroMotoroli

    Penyebab Oli Motor Bocor

    Oli motor bocor biasanya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:

    • Kegagalan Seal

    Kegagalan seal adalah salah satu penyebab utama oli motor bocor. Kotoran yang menempel, overheat, dan penggunaan yang terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan seal.

    • Kerusakan Gasket

    Jika gasket rusak, akan terjadi kebocoran yang mengeluarkan oli dari mesin dan menghubungkan blok silinder dan kepala silinder.

    • Tekanan Oli Yang Terlalu Tinggi

    Oleh karena itu, pengaturan tekanan mesin harus diperiksa karena tekanan oli yang terlalu tinggi dapat menyebabkan oli motor bocor.

    • Penggunaan Oli yang Salah

    Oleh karena itu, penggunaan oli yang tidak sesuai dengan rekomendasi mesin dapat menyebabkan oli motor bocor. Selain itu, oli yang kotor dan tidak diganti dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada mesin dan mengakibatkan kebocoran.

    Dampak Oli Motor Bocor

    Oli motor bocor dapat memberikan dampak yang merugikan, baik bagi pengemudi, lingkungan, dan bahkan orang lain di sekitar. Beberapa dampak dari oli motor bocor antara lain:

    • Merugikan Mesin

    Jika tidak ditangani dengan segera, oli bocor pada motor dapat mengurangi performa mesin atau bahkan merusaknya. Jika tidak ditangani dengan segera, perawatan mesin dapat sangat mahal.

    • Menimbulkan Bahaya Tertentu

    Jika oli menjalar ke ban, membuat permukaan jalan menjadi licin, kecelakaan jalan raya dapat terjadi karena oli motor bocor.

    • Berdampak pada Lingkungan

    Oleh karena itu, oli yang dibuang sembarangan akan mencemari lingkungan, terutama jika bocor di daerah dengan sistem drainase yang buruk. Ini dapat membahayakan kesehatan manusia dan hewan serta tumbuhan.

    Cara Mengatasi Oli Motor Bocor

    Jika Anda mendapati adanya kebocoran pada mesin motor, sebaiknya segera melakukan pengecekan dan perawatan agar tidak semakin parah. Berikut beberapa cara untuk mengatasi oli motor bocor:

    • Ganti Seal dan Gasket

    Mengganti seal dan gasket mesin adalah solusi terbaik untuk masalah oli bocor jika penyebabnya adalah kerusakan gasket atau seal.

    • Mengganti Oli

    Pastikan untuk selalu memilih oli yang sesuai dengan kebutuhan mesin jika kebocoran terjadi karena menggunakan oli yang tidak sesuai dengan rekomendasi mesin atau kotor. Anda harus segera mengganti oli tersebut.

    • Meningkatkan Pengecekan Pada Mesin

    Secara teratur melakukan pengecekan dapat membantu mengurangi kemungkinan kebocoran pada mesin. Pastikan tekanan oli selalu berada pada level yang tepat dan periksa mesin secara teratur untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kebocoran.

    • Dapatkan Perawatan dari Ahli

    Jika Anda tidak yakin bagaimana menangani oli motor bocor, Anda harus mendatangi bengkel atau profesional yang berpengalaman.

    Kesimpulan

    Untuk mencegah kebocoran oli, penting untuk segera mengganti seal dan gasket yang rusak, menggunakan oli yang tepat, dan melakukan pengecekan rutin pada mesin. Kebocoran oli dapat merusak mesin, menimbulkan risiko kecelakaan, dan mencemari lingkungan. Faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan kebocoran oli adalah tekanan oli yang terlalu tinggi, kerusakan gasket, atau penggunaan oli yang salah. Untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, konsultasikan dengan ahli atau bengkel profesional jika Anda tidak yakin cara menanganinya.


    Pabrik.png

    Permesinan pabrik merujuk pada penggunaan mesin dan teknologi untuk memproduksi komponen atau produk dalam skala industri di pabrik. Ini melibatkan berbagai proses pemesinan yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi dengan presisi dan efisiensi tinggi. Berikut adalah beberapa aspek utama dari permesinan pabrik:

     

    Jenis Mesin:

    Mesin Bubut: Digunakan untuk memotong dan membentuk material dengan cara memutar benda kerja melawan alat potong. Mesin ini digunakan untuk proses seperti facing, turning, grooving, dan threading.
    Mesin Frais (Milling Machine): Digunakan untuk memotong material dengan menggunakan alat potong berputar dan benda kerja yang dapat digerakkan secara horizontal atau vertikal.
    Mesin Bor (Drilling Machine): Digunakan untuk membuat lubang pada material dengan alat bor yang berputar.
    Mesin Gerinda (Grinding Machine): Digunakan untuk menghaluskan permukaan material dan mencapai toleransi ukuran yang sangat ketat dengan menggunakan roda gerinda.
    Mesin EDM (Electrical Discharge Machine): Digunakan untuk memotong atau membentuk material dengan menggunakan pelepasan listrik (discharge).

     

    Proses Pemesinan:

    Turning: Menggunakan mesin bubut untuk memotong material dari benda kerja yang berputar untuk menghasilkan bentuk silindris.
    Milling: Menggunakan mesin frais untuk memotong material dari benda kerja yang bergerak melawan alat potong yang berputar untuk menghasilkan bentuk datar atau kontur kompleks.
    Drilling: Menggunakan mesin bor untuk membuat lubang pada material dengan presisi.
    Grinding: Menggunakan mesin gerinda untuk menghaluskan permukaan material dan mencapai ukuran yang sangat presisi.
    EDM: Menggunakan pelepasan listrik untuk memotong atau membentuk material yang sulit dipotong dengan metode konvensional.

     

    Otomatisasi dan Kontrol:

    Mesin CNC (Computer Numerical Control): Mesin yang dikendalikan oleh komputer untuk mengotomatiskan proses pemesinan dan meningkatkan presisi serta konsistensi.
    Robot Industri: Digunakan dalam pabrik untuk melakukan tugas pemesinan yang repetitif atau berbahaya dengan presisi tinggi dan efisiensi.

     

    Material dan Alat Potong:

    Material: Bahan mentah yang diproses, seperti logam, plastik, atau komposit.
    Alat Potong: Alat yang digunakan untuk memotong atau membentuk material, seperti pahat bubut, mata bor, atau roda gerinda.

     

    Kualitas dan Toleransi:

    Proses pemesinan di pabrik harus memastikan bahwa produk akhir memenuhi spesifikasi desain dan toleransi ukuran yang ketat. Ini melibatkan kontrol kualitas dan pengukuran yang akurat.
    Permesinan pabrik adalah bagian integral dari industri manufaktur, memungkinkan produksi massal komponen dengan presisi tinggi dan efisiensi. Ini mencakup berbagai teknik dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan produksi yang beragam


    bubut.png

    Mesin bubut adalah salah satu jenis mesin yang paling umum digunakan dalam proses pemesinan untuk membentuk benda kerja dengan cara memutar benda tersebut terhadap alat potong. Mesin bubut memungkinkan pembentukan komponen silindris, penghalusan permukaan, pemotongan ulir, pengeboran, dan banyak proses lainnya. Dalam praktiknya, mesin bubut digunakan dalam berbagai industri, termasuk otomotif, manufaktur, dan fabrikasi logam.

    Prinsip dasar mesin bubut adalah menghilangkan material dari benda kerja yang berputar menggunakan alat potong yang dipasang pada posisi diam atau bergerak secara linier. Benda kerja dipasang pada chuck (penjepit) atau senter mesin dan diputar dengan kecepatan yang dapat disesuaikan. Alat potong kemudian digerakkan melawan permukaan benda kerja untuk menghilangkan material, membentuk komponen sesuai dengan desain yang diinginkan.

    Jenis-Jenis Mesin Bubut:

    1. Mesin Bubut Konvensional: Mesin bubut yang dioperasikan secara manual, dengan operator yang mengontrol kecepatan dan gerakan alat potong. Mesin ini cocok untuk pekerjaan sederhana atau yang memerlukan penyesuaian manual.
    2. Mesin Bubut CNC (Computer Numerical Control): Mesin ini dikendalikan oleh program komputer yang memungkinkan otomatisasi proses pemesinan. Mesin bubut CNC dapat melakukan operasi pemesinan kompleks dengan presisi tinggi dan sangat cocok untuk produksi massal.
    3. Mesin Bubut Universal: Mesin ini memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan, mulai dari pembubutan lurus hingga pembuatan ulir. Mesin bubut universal sering digunakan untuk pemesinan umum.
    4. Mesin Bubut Vertikal: Dalam mesin ini, sumbu putar benda kerja berada dalam orientasi vertikal. Mesin bubut vertikal biasanya digunakan untuk komponen besar dan berat yang memerlukan stabilitas lebih tinggi.
    5. Mesin Bubut Turret: Mesin ini dilengkapi dengan turret yang dapat memegang beberapa alat potong sekaligus. Mesin bubut turret sangat efisien untuk produksi massal karena dapat mengganti alat dengan cepat tanpa menghentikan operasi.

     

    Mesin bubut memiliki berbagai fungsi, di antaranya:

    1. Turning (Pembubutan)

    Pengertian: Turning adalah proses dasar dalam pembubutan yang digunakan untuk membentuk benda kerja menjadi bentuk silindris atau konis (kerucut). Pada proses ini, benda kerja diputar, sementara alat potong bergerak sejajar dengan sumbu putaran benda kerja.

    Rough Turning: Digunakan untuk menghilangkan material dalam jumlah besar dengan kecepatan potong tinggi, untuk membentuk benda kerja kasar yang kemudian akan dihaluskan.
    Finish Turning: Proses pemotongan yang lebih halus untuk mendapatkan permukaan akhir dengan toleransi ukuran yang lebih ketat dan hasil yang lebih presisi.

    1. Facing

    Pengertian: Facing adalah proses pemesinan untuk memotong atau meratakan permukaan ujung benda kerja. Proses ini dilakukan dengan menggerakkan alat potong melintang dari pusat benda kerja menuju tepi luar.
    Aplikasi: Facing digunakan untuk membuat permukaan datar di ujung benda kerja, misalnya untuk mempersiapkan bagian akhir poros atau pipa sebelum perakitan.

    1. Threading (Pembuatan Ulir)

    Pengertian: Threading adalah proses pembuatan ulir pada permukaan benda kerja, baik ulir internal (di dalam lubang) maupun ulir eksternal (di luar benda kerja). Proses ini menggunakan alat potong khusus yang sesuai dengan profil ulir yang diinginkan.
    Ulir Segitiga: Ulir yang paling umum digunakan untuk pengencang seperti baut dan mur.
    Ulir Trapezoid: Digunakan untuk aplikasi yang memerlukan pergerakan linear seperti pada mesin pengangkat atau sekrup meja kerja.
    Proses: Threading dilakukan dengan mengatur kecepatan dan langkah bubut sehingga alat potong bergerak sesuai dengan profil ulir yang diinginkan. Mesin bubut dapat diprogram untuk memotong berbagai ukuran ulir dengan presisi.

    1. Drilling (Pengeboran)

    Pengertian: Drilling pada mesin bubut adalah proses pembuatan lubang dengan menggunakan alat bor. Alat bor dipasang pada tailstock mesin bubut dan didorong ke arah benda kerja yang berputar.
    Aplikasi: Drilling digunakan untuk membuat lubang pusat atau lubang berukuran besar dalam benda kerja yang sedang diputar. Mesin bubut memungkinkan pengeboran dengan presisi tinggi dan lubang yang sejajar dengan sumbu benda kerja.

    1. Boring

    Pengertian: Boring adalah proses memperbesar atau memperhalus lubang yang sudah ada dengan menggunakan alat potong. Proses ini digunakan untuk mencapai diameter lubang yang lebih presisi atau untuk memastikan kelurusan lubang.
    Aplikasi: Boring umumnya digunakan untuk memperbesar lubang pengeboran awal yang mungkin masih kasar dan kurang akurat. Ini juga sering digunakan untuk menciptakan toleransi ukuran yang ketat dan memastikan kelurusan lubang di komponen seperti silinder atau bantalan.

    1. Grooving (Pembuatan Alur)

    Pengertian: Grooving adalah proses pembuatan alur atau slot pada permukaan benda kerja. Alur ini bisa berbentuk aksial (sejajar dengan sumbu benda kerja) atau radial (tegak lurus dengan sumbu benda kerja).
    Aplikasi: Grooving biasanya digunakan untuk membuat ruang bagi cincin pengunci, segel, atau untuk keperluan lain seperti jalur pelumasan. Alur yang dibuat juga bisa digunakan untuk aplikasi lain seperti pembuatan slot dalam poros atau komponen lain.

    1. Parting/Cutting Off

    Pengertian: Parting atau cutting off adalah proses memotong bagian benda kerja dari sisa material dengan menggunakan alat potong khusus. Alat potong ini digerakkan secara radial menuju sumbu putaran benda kerja hingga benda kerja terpotong sepenuhnya.
    Aplikasi: Proses ini biasanya dilakukan pada akhir pemesinan ketika komponen yang sudah selesai dipotong dari sisa material atau batang kerja.

    1. Chamfering (Pembuatan Chamfer)

    Pengertian: Chamfering adalah proses pembuatan tepi miring atau bevel pada ujung benda kerja. Chamfering dilakukan untuk menghilangkan sudut tajam dan memberikan tampilan yang lebih rapi atau untuk mempermudah perakitan komponen.
    Aplikasi: Chamfering sering digunakan untuk menghilangkan sudut tajam yang bisa menyebabkan luka atau kerusakan pada komponen lain. Proses ini juga memudahkan perakitan komponen dengan ulir, seperti mur dan baut.

    Proses pemesinan pada mesin bubut melibatkan beberapa langkah penting, termasuk:

    1. Persiapan Benda Kerja: Benda kerja dipasang dengan aman pada chuck atau senter mesin. Pastikan benda kerja terpasang dengan kokoh dan sejajar dengan sumbu mesin.
    2. Pemilihan Alat Potong: Alat potong yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis material benda kerja dan operasi pemesinan yang akan dilakukan.
    3. Pengaturan Kecepatan: Kecepatan putar benda kerja (RPM) diatur sesuai dengan material dan ukuran benda kerja, serta jenis operasi pemesinan.
    4. Pemotongan Material: Alat potong digerakkan melawan benda kerja untuk menghilangkan material sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Operator atau program CNC mengendalikan arah dan kedalaman pemotongan.
    5. Pemeriksaan dan Finishing: Setelah pemesinan selesai, hasilnya diperiksa menggunakan alat ukur untuk memastikan bahwa komponen yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Finishing dapat dilakukan untuk memperhalus permukaan jika diperlukan.

     

    Keuntungan Menggunakan Mesin Bubut

    Presisi Tinggi: Mesin bubut memungkinkan pembuatan komponen dengan toleransi ukuran yang ketat dan presisi tinggi.
    Fleksibilitas: Mesin bubut dapat digunakan untuk berbagai jenis pemesinan, baik untuk produksi kecil maupun massal.
    Otomatisasi: Mesin bubut CNC memungkinkan otomatisasi proses, yang meningkatkan efisiensi dan konsistensi produk.


    Desain-tanpa-judul-2023-02-14T091705.184.png

    February 14, 2023 adminMotor

    Overheat adalah kondisi dimana mesin motor mengalami panas yang berlebihan. Hal ini sering terjadi pada kendaraan yang perawatannya kurang rutin dan tepat.

    Overheat adalah kondisi dimana mesin motor mengalami panas yang berlebihan. Pada umumnya, overheat terjadi pada motor yang mempunyai mesin dengan pendingin, namun tidak berfungsi secara maksimal. Kondisi motor yang mengalami ini seperti kehilangan tenaga saat dikendarai.

    Kondisi overheat pada motor ini akan membuat kendaraan mengalami kerusakan yang kian parah apabila tidak diatasi dengan baik. Berikut adalah ulasan secara lengkap terkait overhead pada motor yang penting untuk dipahami.

    Ciri-Ciri Overheat pada Motor

    Ada ciri utama yang ada pada motor saat mengalami overheat, yaitu tidak dapat berjalan saat digas. Disini, mesin motor seolah mengalami kemacetan dan tidak memiliki tenaga lagi untuk berjalan. Kondisi ini akan memperparah kondisi mesin apabila motor terus dipaksa untuk berjalan.

    Ciri selanjutnya pada motor yang mengalami overheat adalah knalpotnya mengeluarkan asap ketika mesinnya menyala. Di samping itu, motor yang mengalami overheat akan identik dengan bau gosong pada asap dari knalpot atau mesinnya.

    Apabila pengendara sudah mengalami ciri-ciri tersebut, sebaiknya tidak memaksakan motor untuk tetap berjalan. Sebab, hal ini akan memperburuk kondisi dari mesin motor yang malah akan mempersulit proses perbaikannya nanti.

    Penyebab Overheat pada Motor

    Kondisi overheat sangat membahayakan bagi mesin motor, khususnya dengan sistem pendingin. Pemilik harus bisa mengenali overheat pada mesin motor tersebut. Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik motor adalah penyebab terjadinya overheat pada mesin.

    Overheat motor tidak akan terjadi jika tanpa disertai dengan penyebab yang jelas. Mesin motor akan mengalami tanda tertentu yang menggambarkan penyebab terjadinya overheat ini. Untuk mengetahuinya, simak ulasan terkait beberapa penyebab overheat pada mesin motor berikut ini.

    • Clearance Piston yang Terlalu Rapat

    Penyebab pertama terjadinya overheat pada mesin motor adalah piston yang terlalu rapat. Kondisi ini menyebabkan clearance pada piston tidak bisa bergerak secara leluasa. Akibatnya adalah, kinerja dari piston tersebut tidak bisa maksimal.

    Dalam kondisi ini, jika terus dipaksakan agar motor tetap bergerak, maka kondisi piston akan menjadi parah. Piston kelamaan bisa patah, mengalami baret, dan kemungkinan terburuknya adalah jebol. Apabila mesin semakin panas, piston akan memuai dan mengalami kemacetan saat dinyalakan.

    • Oli Tidak Mengalir

    Hal berikutnya yang menyebabkan mesin motor mengalami overheat adalah oli tidak mengalir dengan baik. Oli yang tidak mengalir dengan baik disebabkan oleh sistem pendistribusiannya yang tidak lancar. Akibatnya, komponen mesin yang lainnya tidak dapat dilumasi secara maksimal.

    Oli yang tidak mengalir secara teratur bisa membuat mesin mudah panas. Hal ini disebabkan komponen mesin motor kering, sehingga semakin lama bergesekan akan kian panas. Mesin yang panas akan membuat motor mengalami overheat jika terlalu lama dinyalakan.

    Cara Mengatasi Overheat Saat Motor Digunakan

    Hal berikutnya yang perlu diperhatikan pada saat terjadinya overheat adalah cara untuk mengatasinya. Hal ini perlu diketahui agar pemilik tidak perlu panik saat tiba-tiba mesin motor mengalami overheat. Pada dasarnya, mengatasi hal ini sangatlah mudah, asalkan kondisinya tidak terlalu parah.

    Perlu diketahui bahwa mesin motor yang mengalami overheat akan mati tiba-tiba pada saat digunakan. Saat hal ini terjadi, pengendara motor harus segera mematikan mesin dengan memutar starternya agar off. Selanjutnya, tepikan motor agar aman dari pengendara lain.

    Hindari untuk langsung menstarter atau berusaha menghidupkan mesin saat terjadi overheat. Tunggu dulu beberapa waktu agar suhu pada mesin motor menurun atau menjadi dingin. Hal ini membutuhkan waktu yang sedikit agak lama, tergantung pada kondisi mesin.

    Cara Mencegah Overheat Motor

    Terjadinya overheat pada mesin motor sebenarnya dapat dicegah agar tidak merusak mesin secara umum. Pemilik motor harus memahami cara yang bisa dilakukan untuk mencegah overheat pada mesin. Nah, dalam hal ini, diantara cara mencegah mesin motor mengalami overheat adalah sebagai berikut.

    • Mengganti Cairan Coolant Secara Teratur

    Cairan coolant ini ada pada motor yang dilengkapi dengan komponen pendingin pada mesinnya. Pemilik harus memperhatikan penggantian cairan coolant atau pendingin ini agar tetap berfungsi dengan baik, dan minimal diganti sekali dalam setahun.

    Fungsi dari cairan coolant ini adalah untuk menjaga suhu pada mesin agar tetap stabil. Cairan coolant berfungsi untuk menjaga suhu mesin motor agar tidak terlalu panas. Apabila cairan coolant tersebut tidak diganti secara rutin, semakin lama akan kehabisan dan tidak dapat berfungsi secara optimal.

    • Rajin Membersihkan Radiator

    Radiator merupakan komponen yang ada motor dengan sistem pendingin udara. Fungsi dari radiator ini sama dengan cairan coolant yang ada pada motor dengan sistem pendingin mesin. Radiator ini perlu dibersihkan agar mesin pada motor tidak mengalami overheat.

    Pembersihan radiator berfungsi untuk membersihkannya dari debu yang menempel. Debu ini berasal dari udara yang disaring oleh fan radiator. Kotoran dari debu ini akan terus menumpuk apabila tidak dibersihkan secara teratur. Dengan demikian hal ini  tidak akan mengganggu kinerja radiator.

    • Mengganti Oli Mesin Secara Teratur

    Hal berikutnya yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya overheat pada mesin motor adalah mengganti oli secara teratur.

    Komponen pelumas ini sangat diperlukan untuk mesin motor, sehingga ketersedian dan kebersihannya harus dijaga dengan menggantinya secara rutin.

    Penggantian oli motor ini dilakukan pada saat motor sudah menempuh jarak minimal 2000 kilometer atau sekitar 2 hingga 3 bulan. Pemilik harus memperhatikan pergerakan speed meter atau menjadwalkan secara rutin penggantian oli agar kendaraan tetap dalam keadaan baik.


    Desain-tanpa-judul-2023-02-11T090712.780.png

    February 10, 2023 adminMotor

    Penggunaan knalpot dalam teknologi mesin sudah lama sekali digunakan, baik pada mesin kendaraan ataupun mesin industri (yang sering dikenal dengan nama cerobong). Umumnya knalpot pada kendaraan bermotor terdiri dari beberapa bagian yaitu Header, Resonator, dan Silencer. Pada mesin 2 tak, terdapat satu bagian lagi yang berperan sangat penting, yaitu chamber.

    Saat ini, knalpot memiliki banyak sekali fungsi bagi kelangsungan hidup dari kendaraan motor itu sendiri. Meskipun terlihat kecil dan sepele, namun knalpot memiliki peran vital untuk kendaraan bermotor. Namun sebenarnya, fungsi knalpot nggak cuma menghasilkan suara merdu loh. Knalpot ini juga bisa mendongkrak tenaga sang kuda besi. Berikut fungsi knalpot yang harus kalian tahu!

     

    Meredam Suara Ledakan Ruang Bakar

    Fungsi utama dari knalpot pada kendaraan bermotor adalah untuk meredam suara ledakan pada ruang bakar. Ruang bakar akan menimbulkan ledakan–ledakan yang besar ketika terjadi proses pembakaran. Ledakan ledakan besar ini memiliki suara yang sangat memekakan telinga, terlebih lagi pada kendaraan dengan kapasiatas silinder besar dan banyak. Karena itu, keberadaan knalpot sangat penting untuk meredam suara ledakan tersebut hingga menjadi lebih enak untuk didengar telinga manusia dan tidak menimbulkan polusi suara.

    Meningkatkan Tenaga

    Fungsi knalpot yang kedua adalah untuk meningkatkan tenaga yang “tersembunyi” pada motor kalian. Namun demikian, hal ini tidak bersifat mutlak, artinya, tidak semua penggantian knalpot dapat meningkatkan tenaga motor kalian. Karena hal yang satu ini sangat tergantung dari desain knalpot dan juga bahan – bahan serta perhitungan matang terhadap spesifikasi mesin dengan knalpot. Dengan melakukan perhitungan yang tepat, maka hal ini bakal meningkatkan power mesin motor kalian.

    Khususnya pada knalpot motor 2 tak, bagian chamber mempunyai fungsi untuk melakukan gaya balik terhadap gas buang, dikarenakan teknologi 2 tak tidak memiliki katup ex dan in layaknya kendaraan 4tak yang umum saat ini. Chamber dapat berperan untuk meningkatkan tenaga dari kendaraan 2 tak secara signifikan, sebab chamber berperan penting untuk melakukan proses perputaran gas masuk dan gas buang yang terjadi pada saat pembakaran sedang berlangsung.

     

    Mengurangi Bobot

    Selanjutnya, knalpot standar bawaan pabrik maupun aftermarket juga seringkali digunakan mekanik sebagai pengurang bobot kendaraan. Beberapa model dan jenis knalpot seringkali dibuat dari material bahan dan dimensi yang bermacam-macam. Banyak knalpot aftermarket telah menggunakan material bahan yang jauh lebih ringan dari bobot knalpot bawaan motor itu sendiri. Sehingga dengan pemakaian knalpot yang lebih ringan, motor dapat berakselerasi dengan handling yang lebih bagus. Pada umumnya, fungsi knalpot seperti ini banyak diaplikasikan pada motor dengan performa yang tinggi.

     

    Fungsi Knalpot Sebagai Pemanis Dan Ornamen

    Fungsi lainnya yang harus dipahami dari knalpot ialah seringkali difungsikan sebagai pemanis kendaraan. Beberapa knalpot memang memiliki bentuk dan juga desain yang unik. Desain dan juga bentuk dari knalpot yang unik ini biasanya digunakan untuk mendukung penampilan motor agar lebih menarik. Biasanya hal ini diaplikasikan pada kendaraan bermotor yang akan berlenggang ke dalam suatu kontes.

     

    Mengurangi Polusi Udara

    Teknologi mutakhir yang diaplikasikan pada knalpot saat ini adalah penggunaan catalityc converter. CC atau catalytic converter ini memiliki fungsi yang sangat baik untuk membantu mengkonversi karbon yang berasal dari ruang bakar dan kemudian dikeluarkan melalui pipa gas buang. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan efisiensi gas buang dan menekan jumlah polusi udara yang keluar dari motor kalian.

     

    Gimana guys, kalian udah pada paham belum fungsi knalpot motor kalian? tapi, pada faktanya, tidak semua knalpot motor memiliki fungsi sebagai mana mestinya loh, guys. Ya contohnya, knalpot motor harley, royal enfield dan lain-lain. Jika dilihat knalpotnya cuma berbentuk pipa dan berkelok. Jinny rasa udah cukup ya penjelasan tentang beberapa fungsi knalpot sebagaimana mestinya. Sampai bertemu lagi lain waktu.  See yaa


    Desain-tanpa-judul-2023-02-09T193324.974.png

    February 9, 2023 adminMotor

    Mesin bermasalah tidak seberapa menyebalkan bahkan sebahaya ketika rem tidak berkerja sebagaimana mestinya. Rem berguna untuk mengurangi kecepatan laju atau membuat mobil diam saat parkir. Rem menjaga keselamatan berkendara.

    Ada beberapa macam rem. Salah satunya adalah rem parkir (parking brake). Namun kita lebih mengenalnya sebagai rem tangan. Karena rem parkir awalnya dioperasikan melalui tuas rem yang digerakan tangan yang ada di kabin. Sekarang ada rem parkir yang tidak melalui tuas lagi cara pengoperasiannya. Ada yang sistem tombol (secara elektrik) ataupun sistem injak pedal (biasanya pada mobil bertransmisi otomatis).

    Seperti namanya, rem parkir digunakan saat mobil terparkir. Biar tidak bisa bergerak atau digerakan orang lain. Sekali lagi, fungsi utamanya untuk keselamatan bersama.

    Seiring penggunaan, kadang akan timbul beberapa permasalahan pada rem tangan. Melansir situs Daihatsu Indonesia, setidaknya ada 4 masalah yang sering muncul.

    Rem Tangan Macet Atau Tak Bisa Dioperasikan

    Ada kalanya rem tersebut mengalami gangguan seperti macet. Berikut ini ada sejumlah penyebab rem tangan mobil macet, di antaranya adalah:

    1. Terlalu Kuat Menarik Tuas Rem Tangan

    Terlalu kuat menarik tuas rem tangan melebihi ambang batas gerigi di dalamnya menjadi penyebab pertama. Jika menariknya dengan perlahan, maka hal semacam ini tidak akan terjadi.

    2. Tuas Rem Tidak Bisa Dikembalikan Setelah Ditarik

    Jika pengendara mobil tidak paham mekanisme kerjanya, maka tentu akan membuat panik siapa saja. Oleh sebab itu wajib sekali mengenali penyebab dari rem tangan mobil yang macet tersebut,

    3. Penggunaan Rrem Tangan dalam Jangka Waktu Lama

    Menggunakan rem tangan dalam jangka waktu yang lama sangat tidak disarankan. Apalagi jika lokasi mobil parkir terdapat genangan air atau bisa juga banjir. Kondisi tersebut bisa berdampak karat yang akan lengket pada rem dan sulit untuk dilepaskan.

    4. Tidak Bisa Membedakan Rem Tangan Transmisi Manual Maupun Otomatis

    Kendaraan roda empat seperti mobil memiliki dua jenis transmisi yaitu manual dan juga otomatis. Keduanya memiliki cara menggunakan rem tangan yang berbeda-beda. Penyebab rem tangan mobil macet tersebut bisa dikarenakan pengendara tidak dapat membedakan kedua transmisi tersebut, sehingga sering salah menggunakannya dan berakibat pada rem tangan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

    Cara Atasi Rem Tangan Macet

    Bila kita sudah bisa mengindikasikan penyebab rem tangan macet, upaya mengatasinya pun bisa dilakukan.

    1. Perlahan Menarik Rem Tangan

    Jika penyebab pertama rem tangan sering macet dikarenakan pengendara terlalu kuat dalam menarik rem tersebut, maka solusinya ke depannya pengoperasian harus dilakukan perlahan. Jangan terlalu kuat dalam menarik rem tangan tersebut, sehingga rem tangan mobil tidak akan macet.

    2. Mengembalikan Tuas Rem Tangan yang Tidak Bisa Ditarik

    Untuk mengembalikan tuas rem tangan yang tidak bisa ditarik adalah dengan menggunakan tenaga ekstra. Kita harus mengangkat tuas rem dengan sangat kuat dan cepat menurunkan tuas rem tersebut. Dengan cara ini tentu rem tangan akan kembali normal seperti sedia kala.

    3. Tidak Menggunakan Rem Tangan dalam Waktu yang Lama

    Apabila di kondisi atau medan tertentu seperti jalan yang tergenang air karena banjir, maka tidak disarankan untuk menggunakan rem tangan dalam waktu yang lama.

    4. Harus Memahami Rem Tangan Manual dan OtomatisT

    Mobil bertransmisi manual, menggunakan rem tangan yang mengandalkan tuas untuk pengoperasiannya. Sedangkan pada transmisi otomatis sudah banyak menggunakan rem pedal yang pengopersiannya diinjak, begitu pula melepasnya.


    Desain-tanpa-judul-2023-02-11T085411.855.png

    February 8, 2023 adminMotor
    Crankcase (carter) atau yang lebih dimengerti dengan kolam engkol yakni salah satu cuilan penting pada kendaraan. Fungsi crankcase (carter) yakni penampung oli mesin dan aneka macam komponen mesin lainnya. Selain itu crankcase atau yang dimengerti dengan carter memiliki aneka macam fungsi lain yang peranannya sungguh menolong baik dari fungsi mesin maupu perbaikan dan perawatan mesin.Selain itu ada beberapa tipe kendaraan yang menggunakan materi kaleng atau baja lentur.

    Fungsi Crankcase atau Carter Oli

    Ada beberapa fungsi crankcase pada kendaraan. Untuk lebih jelasnya berikut ialah pembahasan tentang fungsi crankcase atau fungsi carter pada kendaraan.

    1. Sebagai Penampung Oli Mesin

    Sebagai penampung oli mesin ialah fungsi utama crankcase atau carter pada kendaraan. Oli mesin yang banyaknya sanggup meraih 3-6 liter pada mesin ditampung pada suatu wadah yang dinamakan crankcase atau carter. Selain selaku wadah penampung oli, crankcase juga akan memuat aneka macam kotoran atau gram-gram yang dihasilkan oleh ukiran komponen mesin dan terbawa oleh oli mesin. Oli mesin aan disirkulasikan lewat metode pelumasan dan dikembalikan lagi ke crankcase atau carter oli di saat telah simpulan atau mesin mati.

    2. Sebagai Tempat Pelindung Komponen Mesin

    Sebagai kawasan pelindung komponen mesin ialah salah satu fungsi crankcase atau carter pada kendaraan. Terdapat beberapa komponen yang terletak pada cuilan bawah blok silinder yang menyebabkan tidak ada pelindung dari luar. Beberapa komponen ini diantaranya crankshaft, batang piston, gear timing, pompa oli, dan aneka macam komponen lainnya. Oleh sebab itu untuk mempertahankan aneka macam komponen tersebut dari kerusakan luar maka dibentuk crankcase atau carter untuk melindungi.
    Namun berlawanan untuk crankcase pada sepeda motor terletak pada cuilan kanan dan kiri untuk melindungi aneka macam komponen menyerupai kopling, alternator, poros engkol, gear percepatan, dan aneka macam komponen lainnya.

    3. Untuk mempertahankan oli mudah-mudahan tidak tumpah

    Untuk mempertahankan oli mudah-mudahan tidak tumpah di saat kendaraan bergoyang dan bergetar ialah salah satu fungsi dari crankcase atau carter oli. Desain crankcase dibentuk dengan adanya sparator atau pembatas yang hendak menangkal oli tumpah di saat mesin bergoyang jawaban keadaan jalan.
    Selain itu pada keadaan mesin miring maka apabila tidak terdapat sparator maka keadaan oli juga miring. Hal ini menyebabkan pompa oli tidak sanggup mensirkulasikan oli mesin sehingga sanggup memunculkan aneka macam kerusakan. Oleh sebab itu fungsi dari crankcase juga mempertahankan permukaan oli mudah-mudahan tetap stabil dan menentukan metode pelumasan sanggup melakukan pekerjaan dengan baik.

    4. Sebagai kawasan menyedot oli

    Sebagai kawasan menyedot oli ialah salah satu fungsi crankcase atau carter oli. Oli mesin mesti dicek dan diganti secara berkala. Oleh sebab itu butuhkan cuilan atau komponen yang digunakan untuk menyedot oli mesin. Komponen ini yakni cuilan dari crankcase atau carter oli yakni drain plug yang terdapat pada cuilan dari bawah crankcase atau carter oli.
    Selain itu desain dari crankcase juga memungkinkan semua oli yang terdapat pada mesin sanggup keluar semua. Pada suatu cuilan crankcase dibentuk dengan bentuk yang agak lebih menjorok kedalam atau kebawah sehingga oli akan terkumpul pada cuilan ini.

    Desain-tanpa-judul-2023-02-07T150711.400.png

    February 7, 2023 adminMotor

    Penyebab motor hilang kompresi tidak perlu disikapi berlebihan apalagi panik. Meski demikian wajar jika Anda tiba-tiba merasa kaget. Pasalnya gejala kehilangan kompresi memang sedikit membingungkan karena pengapian masih tetap ada tapi motor malah mogok. Anda pun akan kerepotan ketika berupaya menghidupkan kembali motor dengan tombol yang ada di setang motor.

    Pasalnya sistem pengapian yang masih normal tetap tidak mampu menyalakan mesin. Begitu juga ketika Anda berupaya menyalakan motor dengan kick starter. Tiba-tiba saja kick starter terasa loss atau terasa ringan. Jadi mungkin Anda akan kebingungan apa yang sebenarnya terjadi? Gejala itu memang merupakan tanda dari motor yang kehilangan kompresi. Perlu dicatat, kompresi motor yang tiba-tiba hilang tidak mutlak terjadi pada motor berusia tua saja. Motor-motor skutik yang usia pakainya masih muda juga bisa saja kehilangan kompresi. Pasalnya kompresi hilang terjadi karena adanya empat penyebab yang bisa membuat motor kehilangan kompresi.

    Nah, ke empat penyebab itu adalah valve (klep) yang terlalu rapat, kualitas bahan bakar kurang bagus, piston atau ring pistonnya lemah dan filter udara yang kotor. Mesin motor yang ngempos bisa terjadi karena pengaturan klep kurang tepat, bisa terlalu rapat atau sebaliknya. Mengukur kerapatan klep juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebaiknya, pilih bengkel yang memang punya kapasitas mengerjakan hal itu.

    Penyebab Motor Hilang Kompresi

    Itulah beberapa ciri-ciri motor kehilangan kompresi. Dan berikut ini adalah beberapa penyebab motor hilang kompresi yang mungkin bisa menjadi gambaran bagi kalian para pecinta motor untuk bisa lebih mengerti kesehatan sepeda motor.

    1. Klep Tidak Rapat

    Sebagai media masuk dan keluarnya sisa pembakaran di ruang bakar. Klep motor memiliki peranan yang sangat penting atas berlangsunya mesin motor bisa hidup dengan sempurna. Namun apabila klep motor tidak rapat karena terganjal oleh kerak sisa pembakaran atau kotoran yang terbawa oleh bahan bakar otomatis hal tersebut akan menyebabkan motor kehilangan kompresi.

    2. Ring Kompresi Piston Jelek

    Penyebab motor hilang kompresi yang selanjutnya juga bisa di sebabkan karena ring piston yang digunakan sudah jelek atau sudah aus. Kenapa ring piston? Tentu saja karen  salah satu lapisan ring piston yang ada memiliki fungsi untuk menahan tekanan kompresi yang berada di ruang bakar. Jika kondisinya sudah jelek otomatis kompresi yang seharusnya penuh pun akan hilang.

    3. Packing Head Rusak

    Penyebab lain dari hilangnya kompresi pada kendaraan bermotor terutama sepeda motor adalah packing head yang mulai rusak. Namun hal in mungkin akan sangat jarang terjadi pada motor-motor sekarang ini. Dan jika memang ada, biasanya hal yang membuat packing head rusak adalah rembesar oli melaluoi sela-sela packing tersebut.

    4. Klep Bengkok

    Kemudian hal yang mungkin bisa kita anggap jarang terjadi namun memiliki pengaruh besar terhadap kompresi motor yang hilang yaitu klep mengalami bengkok. Dimana bengkok pada kelp mesin motor sendiri bisa terjadi karena adanya tubrukan antara seher dan klep. Dan ketika itu terjadi, maka klep tidak akan bisa menutup dengan rapat dan menyebakan kebocoran kompresi.

    5. Drat Busi Aus

    Dan penyebab motor hilang kompresi yang terakhir adalah drab busi aus. Yaps, ini juga bisa menjadi salah satu alsan kenapa motor bisa hilang kompressi. Hal ini tentu saja bisa terjadi karena tekanan kompresi yang seharusnya utuh akan keluar melewati celah pada drat busi yang sudah aus tersebut.


    Desain-tanpa-judul-2023-02-06T154844.682.png

    February 6, 2023 adminMobilMotor

    Oli bocor atau merembes pada bagian tengah mobil merupakan kondisi lazim yang sering dialami pemilik kendaraan roda empat. Meskipun bukan sesuatu yang aneh, tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan. Karena oli merupakan salah satu bagian penting pada mesin mobil.

    Tanpa oli, komponen-komponen yang ada tidak bisa terlumasi dengan baik Akibatnya, mesin mobil akan cepat rusak dan aus. Untuk mencegahnya, kita harus tahu penyebab utama mengapa oli bisa bocor dan mencari solusi atas masalah tersebut. Nah, di bawah ini merupakan beberapa hal yang menjadi penyebab kebocoran oli.

    Bak oli bocor

    Pada kendaraan roda empat, ada bagian yang disebut dengan bak oli atau packing carter. Untuk mobil keluaran lama, pada bagian dasar bak tersebut terdapat gasket berbahan dasar karet. Jika usia mobil sudah lama, bagian tersebut akan mengeras, mudah rusak, dan retak sehingga oli di dalamnya bisa tercecer.

    Sedangkan pada mobil keluaran terbaru, gasket tersebut tidak lagi berbahan dasar karet tetapi sealer yang kualitasnya jauh lebih kuat. Untuk sealer, kebocoran oli bisa terdeteksi saat ada gumpalan cairan kental hitam tersebut di sekitar packing carter. Jika ini yang terjadi, gantilah bak oli dengan yang baru. Untuk penggantian, Anda bisa mendatangi bengkel mobil langganan.

     

    Baut penutup oli rusak

    Kerusakan baut biasanya terjadi akibat kelalian saat mengganti oli. Jika dipasang terlalu kencang, baut akan merusak alur drat di dalamnya sehingga saat dilepas sebagian ulir akan terkelupas dan ikut keluar. Karena kondisi ulir sudah tidak maksimal, jeda yang tercipta memungkinkan oli untuk menetes. Untuk masalah semacam ini, solusinya adalah dengan mengganti baut penutup oli dengan yang baru.

     

    Seal filter oli rusak

    Pada bagian filter, terdapat karet bulat yang berfungsi sebagai gasket. Saat pemasangan, bagian ini tidak boleh dikencangkan karena dikhawatirkan karet akan rusak. Jika rusak, sebagian oli akan bocor. Inilah mengapa, untuk mengencangkan seal filter, lebih baik gunakan tangan agar tidak terlalu kencang.

     

    Kebocoran pada seal penutup katup

    Sama seperti bak oli, seal yang lama kelamaan bisa mengeras merupakan salah satu penyebab merembes dan bocornya oli. Kebocoran pada bagian ini biasanya terjadi pada mobil keluaran lama yang seal dan gasket-nya terbuat dari karet. Untuk mengatasi masalah tersebut, penggantian seal penutup katup sangat disarankan.

    Proses penggantian sendiri lebih baik dilakukan secara profesional oleh montir atau ahlinya. Karena dibutuhkan teknik dan pengetahuan yang tepat agar seal penutup katup terpasang sempurna sehingga nantinya tidak lagi timbul kebocoran atau merembesnya oli mesin.

     

    Seal crankshaft bocor

    Seal crankshaft terletak di bagian belakang dan depan poros engkol, jika bagian ini rusak biasanya akan terdapat rembesan di dekat pulley. Kebocoran pada area ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena oli bisa meredam karet pada pulley yang menyebabkan bagian tersebut oleng. Indikasi kebocoran pada bagian belakang juga bisa dilihat dari ada atau tidaknya tetesan di antara sambungan mesin dan transmisi.


    Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.

    WeCreativez WhatsApp Support
    Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!