MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

Latest news

Classic list

Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
Desain-tanpa-judul-93.png

December 22, 2022 adminMotoroli

Fungsi oli gardan pada motor matik ialah untuk melumasi komponen-komponen yang terdapat di dalam gearbox. Posisinya terpisah dan berbeda dengan oli mesin.

Setiap jenis kendaraan memiliki sejumlah fluida yang keberadaannya dibutuhkan untuk menunjang kinerjanya.

Jenis fluida yang umumnya diketahui, ialah bahan bakar, oli mesin, air radiator, dan atau minyak rem.

Namun untuk motor matik, ada satu jenis fluida lagi yang juga mesti diperhatikan, yaitu oli gardan atau yang juga sering disebut oli transmisi.

Walau memiliki peran penting, namun sayangnya masih ditemui pemilik yang kurang peka terhadap keberadaan atau fungsi oli gardan pada motor matik.

Bahkan dijamin masih ada pengguna motor matik yang tidak mengetahui keberadaan oli gardan itu sendiri.

Hal tersebut menjadi semacam ironi mengingat motor matik dapat dikatakan sebagai jenis kendaraan paling populer di Indonesia saat ini.

Nah, sebagian dari Carmudian mungkin saja bertanya-tanya, mengapa motor matik memerlukan oli gardan? Apa oli mesin saja tidak cukup?

Untuk menjawabnya perlu melihat lagi konsep kopling kering dan kopling basah.

Motor dengan tipe kopling basah hanya membutuhkan oli mesin untuk melumasi jeroan dapur pacu sekaligus transmisi.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang bisa ditemui pada kopling kering. Oli mesin hanya bertugas melumasi komponen-komponen di dalam mesin.

Sementara itu transmisinya yang berupa CVT tidak memerlukan pelumasan sama sekali. Walau demikian, motor matik memiliki gearbox berisi gir rasio.

Fungsi gir rasio itu sendiri untuk meneruskan tenaga yang berasal dari kruk as dan CVT menuju roda belakang.

Gir rasio akan selalu bergesekan antara satu sama lain. Oleh karena itu membutuhkan pelumasan yang baik. Di sinilah oli gardan memainkan perannya.

Rekomendasi Oli Gardan Motor Matik

Setiap pabrikan besar yang memasarkan motor matik, seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki mengeluarkan produk oli gardan masing-masing.

Tapi di samping itu, beberapa brand pelumas juga turut menawarkannya sehingga pilihan bagi konsumen kian variatif. Berikut ini adalah beberapa pilihan oli gardan yang bisa didapat dengan mudah di pasaran.

1. AHM Oil – Transmission Gear Oil (Fully Synthetic)

Ini merupakan pelumas transmisi skutik dari AHM Oil yang dibuat menggunakan base oil synthetic dengan tambahan aditif teknologi terbaru Honda.

Diklaim memiliki stabilitas oksidasi yang baik, minim penguapan, dan mampu mendukung performa gir tetap maksimal pada suhu dingin ataupun panas.

Produk ini tersedia dalam kemasan 120 ml dengan harga rekomendasi Rp15.500.

2. AHM Oil – Transmission Gear Oil

Di samping produk yang telah disebutkan di atas, AHM Oil juga menawarkan opsi lain dengan harga yang lebih terjangkau.

Tersedia dalam kemasan 120 ml, produk ini ditawarkan dengan harga Rp13.500. Pabrikan mengklaim produk ini memiliki formulasi khusus dari Honda R&D Jepang.

Beberapa keunggulannya antara lain memiliki tingkat gesek rendah dan mampu melumasi celah tersempit pada gir CVT.

3. Yamalube Gear Motor Oil

Selain Honda, Yamaha juga memiliki produk oli gardan dengan merek Yamalube Gear Motor Oil.

Saat ini Yamalube Gear Motor Oil tersedia dalam tiga pilihan kemasan, meliputi 100 ml (Rp13.000), 140 ml (Rp16.000), dan 150 ml (Rp18.000).

4. Suzuki Genuine Oil Transmission Matic

Di antara produk oli gardan dari dua pabrikan Jepang sebelumnya, produk Suzuki Genuine Oil Transmission dapat dikatakan memiliki harga paling murah.

Menurut informasi di situs web resmi Suzuki, produk ini ditawarkan dengan harga Rp9.000 untuk. Produk ini hanya tersedia dalam satu jenis kemasan, yakni 100 ml.


Desain-tanpa-judul-90.png

December 21, 2022 adminMotor

Jalanan menurun masih menjadi momok bagi pengendara motor matic. Sebabnya, banyak motor matic kecelakaan di jalanan menurun lantaran mengalami penyakit rem blong. Lalu bagaimana cara mencegah motor matic mengalami rem blong di jalanan menurun?
Baru-baru ini terjadi kecelakaan tunggal melibatkan pengendara motor matic di tanjakan/turunan Sitinjau Lauik, Padang Sumatra Barat. Pengendara motor matic tersebut mengalami rem blong, hingga menabrak separator, dan terlempar beberapa meter dari motornya.

Berkaca dari peristiwa itu, kejadian rem motor blong memang kerap dialami motor-motor matic saat melewati jalanan menurun yang cukup panjang atau ekstrem. Sebagai catatan, pengereman di motor matic hanya mengandalkan pengereman di kedua roda, entah itu disc brake (cakram) maupun tromol.

Motor matic tidak memiliki perangkat ‘rem tambahan’ berupa engine brake seperti di motor bebek maupun motor sport. Jadi ketika pengereman di kedua roda sudah tidak berfungsi maksimal, maka motor matic akan meluncur deras tanpa bisa dikurangi lajunya sedikitpun.

“Kalau kita ngerem itu kan akan panas kalau kita pakai sistem hidrolik panas dari kampas rem itu akan mengurangi viskositas dari olinya, sehingga jadi cair, makanya kalau kita ngerem depan pakai rem cakram kok lama-lama ngeplos, karena remnya terlalu lama ditekan,” ungkap Hendrik.

Lanjut Hendrik menjelaskan, banyak pengendara motor matic ketika melintas di turunan secara tidak sadar menggunakan kedua rem secara bersamaan.

Cara Antisipasi Rem Blong

Kejadian rem blong menjadi momok menakutkan bagi pengendara motor. Bahkan tak sedikit nyawa yang hilang dan orang lain juga bisa menjadi korban akibat kejadian tersebut.

Kejadian rem blong paling baru menimpa pengendara motor matik di Sitinjau Lauik, Sumatera Barat.

Dalam beberapa kasus, kejadian rem blong kerap didominasi oleh kendaraan roda dua dengan transmisi otomatis. Peristiwa ini sering kali dialami pengendara skuter matik (skutik) saat melaju di jalanan menurun.

Saat melaju di jalan menurun, pengendara sepeda motor matik biasanya menggunakan rem secara berlebihan akibat tidak adanya engine brake untuk menghambat laju kendaraan pada saat jalan menurun.

Akibatnya sistem pengereman mengalami pemuaian sehingga tidak dapat bekerja sebagaimana semestinya. Kejadian rem blong memang tidak bisa diprediksi, tetapi jika mengalami hal tersebut, sebaiknya tidak langsung panik. Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, jika motor kita tiba-tiba mengalami rem blong saat di jalan maka hal utama yang harus dilakukan adalah jangan panik.


Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.