MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

Latest news

Classic list

Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
hipwee-page-106.jpg

February 8, 2022 adminGalleryImage
1. Molekul nitrogen yang lebih besar membuat ban tidak mudah kempis

Nitrogen memiliki molekul yang kuat dan nggak mudah terkontaminasi, bahkan di saat panas sekalipun. Jadi, meski kendaraan berada di bawah sinar matahari yang terik, tekanan angin dalam ban tidak akan mengalami penguapan.

2. Tarikan makin mantap berkat molekul nitrogen yang padat

Kepadatan molekul nitrogen yang padat membuat ban jadi lebih stabil, sehingga pengendalian kendaraan pun jadi lebih enak. Dan yang terpenting, tarikan kendaraan akan tetap ringan.

3. Karena bebas dari kandungan air, ban dan velg tidak mudah berkarat

Beda dengan pompa angin biasa, nitrogen tidak mengandung air yang bisa menimbulkan embun pada velg ban. Padahal, titik-titik air yang dibiarkan terlalu dalam dalam velg bisa menimbulkan korosi. tidak hanya itu, kandungan air dalam angin biasa juga bisa memicu reaksi kimia yang membuat ban jadi lebih berat.

4. Ban yang diisi nitrogen juga jauh lebih awet dari segi bentuk dan ukurannya

Beda dengan angin biasa, kestabilan nitrogen cukup bisa diandalkan untuk membuat ban lebih tahan lama. Tekanan angin yang stabil dan cukup padat membuat ban jadi nggak cepat aus.

5. Grip atau daya cengkram ban terhadap aspal juga jadi lebih baik lo!

Kestabilan kendaraan yang baik pun membuat daya cengkram ban jadi lebih optimal, berkendara pun jadi lebih enak. Sebab, ini berpengaruh pada handling atau pengendalian dan penggunaan bahan bakar.

Meski nitrogen cukup stabil untuk ban kendaraan, ada baiknya kalau pun tetap memperhatikan volume pengisiannya. Jangan lupa juga, cek tekanan angin ban agar nggak mengganggu kegiatan berkendaramu. Pastikan ban nggak kurang angin waktu mau dipakai pergi, ya!

Baca artikel berikut mengenai tekanan ban yang berlebih bisa berbahaya!


hipwee-1-28.jpg

February 3, 2022 adminUncategorized
1. Mesin akan mengalami overheating jika telat ganti oli

Oli berfungsi sebagai pelumas yang bisa mendinginkan mesin. Jika oli dalam keadaan buruk dan volumenya berkurang, maka mesin tak bisa didinginkan dengan baik. Akibatnya, mesin akan mengalami kerusakan akibat gesekan halus tanpa oli pelumas ini.

2. Telat ganti oli juga dapat membuat bahan bakar lebih boros

Jika oli lama tidak diganti dan kinerjanya berkurang, maka gesekan antar komponen mesin jadi makin kasar dan berat. Ini bisa membuat tarikan mesin jadi lebih berat, sehingga konsumsi bahan bakar pun meningkat.

3. Bisa jadi mesin motor juga akan mati mendadak saat dikendarai

Karena kadar oli berkurang akibat penguapan, motor jadi sulit menyala dan akan sering mati mendadak. Apalagi jika sering dipakai untuk perjalanan jarak jauh.

4. Usia mesin motor juga jadi lebih pendek

Kadar oli yang sedikit bisa menimbulkan gesekan antar komponen dan menimbulkan bunyi gesekan di mesinnya. Jika dibiarkan, hal ini bisa membuat komponen mesin rusak dan memperpendek usianya.

5. Kalau sudah turun mesin, harga motor juga akan menurun drastis

Selain harga turun mesin yang cukup mahal, motor yang sudah mengalami banyak kendala karena jarang ganti oli ini juga akan lebih sulit dijual lagi. Sekalipun bisa, biasanya harganya akan turun drastis.

Hingga saat ini, masih banyak orang yang sering telat ganti oli, padahal cukup berpengaruh ke performa motor. Alih-alih merugi karena mesti keluar banyak uang untuk turun mesin, lebih baik ganti olinya lebih rutin.


Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.