MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

Latest news

Classic list

Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
PicsArt_11-01-03.21.54-1200x800.jpg

November 1, 2021 adminGalleryImageoli

Sebuah rutinitas dilakukan pemilik mobil di pagi hari sebelum berangkat ke kantor yaitu memanaskan mesin mobil agar siap dipakai. Sesekali, mobil digas sedikit agar makin cepat panas. Tak disangka, rutinitas seperti ini telah menyita sekitar 5 menit waktu di pagi harinya sesaat sebelum berangkat ke kantor. Bahkan, ketika terburu-buru pun, mobil tetap tidak absen dari kebiasaan manasin mobil.

Fungsi dari memanaskan mesin mobil di pagi hari adalah untuk memberikan waktu pada pelumas untuk bekerja di dalam mesin. Oli atau pelumas memiliki peranan penting pada mesin kendaraan. Selain melumasi komponen agar minim gesekan, pelumas juga bisa membantu mendinginkan mesin dari hasil pembakaran di dalam silinder. Nah, jika kebiasaan manasin mobil tidak dilakukan, komponen di dalam mesin bisa rusak karena pelumas belum bekerja dengan sempurna.

Tapi di sisi lain, memanaskan mobil terlalu lama juga dapat menyebabkan pemborosan bahan bakar berlebih. Terdapat beberapa hal yang tidak mengharuskan kita untuk memanaskan mesin mobil. Agar lebih paham, mari simak penjelasan berikut:

Jenis mesin mobil

Sebelum mengetahui perlukah memanaskan mesin mobil di pagi hari, ada hal yang perlu dipahami adalah mengenai jenis mesin yang dipasang pada mobil. Mesin mobil ada dua jenis yaitu mesin non-injeksi yang konvensional dan mesin injeksi yang biasanya ditanam pada mobil-mobil keluaran baru.

Mesin non-injeksi / konvensional

Mesin mobil non-injeksi atau biasa juga disebut sebagai mesin konvensional merupakan mesin yang biasanya ditanam pada mobil lama. Pada mesin mobil non-injeksi, terdapat karburator yang berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar pada mesin pembakaran dalam.

Faktanya, memanaskan mesin mobil non-injeksi / konvensional hanya perlu waktu lima menit saja. Jika jarum indikator suhu mesin sudah berada di posisi tengah mobil siap untuk digunakan. Memanaskan mesin dalam waktu yang lama juga bisa membuat mesin kendaraan menjadi overheating.

Mesin injeksi

Ternyata, untuk mesin mobil injeksi, memanaskan mesin mobil bukanlah ritual yang wajib dilakukan karena sudah ada Electronic Control Unit atau kerap disebut dengan ECU yang mengatur pembakaran mesin. Penambahan ECU membuat mesin tidak membutuhkan suhu optimal kerja mesin yang biasanya dicapai dengan jalan memanaskan mesin mobil.

Jika masih ingin memanaskan mesin mobil, sebenarnya memanaskan mesin injeksi hanya perlu dilakukan selama 30 detik atau 1 menit saja. Lebih dari itu hanya akan membuang bahan bakar saja.

Jadi untuk kamu yang memiliki mobil dengan mesin injeksi, kamu tidak harus memanaskan mesin mobil terlalu lama. Berbeda dengan mesin konvensional / non-injeksi yang harus terlebih dahulu dipanaskan agar pelumasan sempurna. Namun dibalik semua itu, ada dampak buruk jika kamu memanaskan mobil terlalu lama. Berikut beberapa dampak buruk yang akan terjadi jika memanaskan mesin mobil terlalu lama:

Boros BBM dan pencemaran lingkungan

Memanaskan mesin mobil di pagi hari dalam waktu relatif lama hanya mengakibatkan konsumsi bahan bakar semakin boros. Karena selama mobil tidak berjalan, mesin mobil tetap membutuhkan bahan bakar agar mesin mobil tetap hidup.

Dampak yang berbahaya ternyata juga bisa terjadi bila memanaskan mesin mobil dalam waktu yang lama, terutama pada ruangan tertutup seperti garasi mobil. Gas buang dari knalpot seperti gas karbon monoksida, gas nitrogen oksida, dan juga gas hidrokarbon bisa memenuhi ruangan dan membuat udara menjadi beracun. Jika terus menerus dihirup, tentu saja tidak sehat bagi manusia yang menghirupnya.

Catalytic converter tidak bekerja

Memanaskan mesin mobil terutama pada mobil yang sudah memiliki spesifikasi Euro 2 dan dilengkapi catalytic converter, tidaklah dianjurkan. Jika terlalu panas, komponen yang berfungsi sebagai alat penurun emisi gas buang ini tidak dapat bekerja maksimal.

Bahkan catalytic converter yang terlalu panas dapat memicu kebakaran jika berada di dekat bahan-bahan mudah terbakar. Secara teknis, pemanasan suhu pada catalytic converter yang terjadi ketika kamu memanaskan mesin mobil  memang disengaja. Itu sebabnya komponen ini ditempatkan setelah exhaust manifold agar terkena imbas dari gas buang mesin yang panas. Pada saat panas itulah catalytic converter berfungsi sebagai katalis untuk mereduksi gas buang, seperti hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitrogen oksida.

Ketika memanaskan mesin mobil, secara otomatis panas yang dikeluarkan oleh mobil berlebih.Panas tersebut akan menyebabkan kenaikan suhu pada catalytic converter. Suhu catalytic converter tidak diperkenankan melebihi ambang batas yang ditentukan, yakni sekitar 400-500 derajat Celcius.

Dinding silinder kering

Kebiasaan memanaskan mesin mobil terlalu lama atau dalam kondisi idle (tidak jalan), merupakan hal tidak bermanfaat. Karena pembakaran di ruang bakar tidak sempurna, ujungnya membawa dampak buruk pada dinding silinder. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan menempel di dinding silinder dan menutupi minyak pelumas di dinding silinder. Otomatis dinding silinder akan mengalami kekeringan akibat tidak adanya pelumasan di bagian tersebut.

Busi cepat kotor

Ritual memanaskan mesin mobil terlalu lama mengganggu suhu kerja busi. Busi yang tidak berada di suhu seharusnya bisa kotor sehingga berdampak terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sekitar 5%.

Karat pada pipa knalpot

Ketika kamu memanaskan mesin mobil di pagi hari, akan timbul uap air dari knalpot karena perubahan suhu dari dingin ke panas. Jadi, bila terlalu lama mesin dalam kondisi idle, uap air akan timbul di dalam sistem pembuangan karena mobil tidak berjalan. Jika sistem pembuangan knalpot mobil kamu berkarat, lebih baik diganti karena bisa mengganggu kinerja mobil.

Dampak pada oli mesin

Namun, banyak juga yang memanaskan mesin mobil dengan alasan untuk membuat sirkulasi oli mobil kembali normal. Jika oli yang digunakan pada kendaraan adalah oli sesuai spesifikasi pabrikan mobil, tentu saja hal itu tak perlu dikuatirkan. Pelumas yang ada saat ini sudah lebih baik secara kualitas sehingga meski mesin dalam keadaan mati, pelumas tetap ada yang menempel pada komponen mesin.


a203f6b0-7298-4399-b08d-d3845a66eebc-1200x800.jpg

October 30, 2021 adminGalleryImageoli

Merawat kendaraan baik roda dua ataupun roda empat memang harus secara rutin terutama memperhatikan oli & pelumas. Terlebih perawatan ini menyangkut keselamatan pengendara ketika menggunakannya di jalan raya. Kendaraan yang terawat dengan baik bisa Anda gunakan senyaman mungkin dan tentunya aman dari kerusakan-kerusakan yang akan terjadi. Memilih oli tidak bisa sembarangan karena harus sesuai dengan tipe mesin yang kendaraan Anda miliki.

Tidak hanya para montir bengkel, Tetapi anda sebagai pemilik kendaraan juga harus tahu oli & pelumas seperti apa yang Anda butuhkan untuk membuat kendaraan terawat dari segi mesin. Beberapa hal dalam memilih dua komponen ini bisa Anda gunakan seperti berikut.

  1. Lihat Kekentalan Oli

Hampir semua oli mesin memiliki fungsi yang sama untuk kendaraan. Tetapi pelumas tidak bisa berfungsi maksimal jika kandungannya tidak sesuai dengan mesin yang ada pada kendaaraan Anda. Perbedaan oli bisa Anda lihat dari kekentalan yang cairan miliki. Tingkat kekentalan ini ditunjukkan dengan nomor SAE atau society of Automotive Engineer. Jika oli semakin encer maka memberi dampak baik untuk mesin mobil Anda. Perhatikan tingkat kekentalan atau Viscosity-grade yang oli miliki.

  1. Baca Manual Book Kendaraan

Tips paling mudah dalam memilih oli & pelumas adalah dengan membaca manual book dari kendaraan Anda. Nantinya di dalam buku panduan tersebut, Anda bisa melihat bagaimana spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat. Memilih oli yang cocok bisa dengan melihat mesin dan kualitasnya bukan hanya dari segi merk yang populer. Baca manual book dari kendaraan Anda dan perhatikan setiap informasi yang ada agar pemilihan oli tidak sembarangan.

  1. Ketahui Ciri Oli Palsu

Sekarang ini banyak sekali oli palsu yang beredar dan tentu mengkhawatirkan. Apalagi oli memiliki fungsi penting dalam berkendara. Penjual oli akan mematok harga murah dibanding standar dan hal ini patut Anda curigai. Ciri oli palsu bisa Anda lihat dari warga, warna pelumas yang biasanya lebih pekat dan bau yang cukup tengik dan kasar. Dari sini bisa Anda lihat seperti adanya kandungan logam. Maka dari itu sebaiknya Anda segera mengganti oli & pelumas yang cocok di bengkel kepercayaan Anda.

  1. Perhatikan Bahan Pembuatan Oli

Ketahui bahwa oli kendaraan sekarang ini terbagi menjadi dua jenis bahan. Pertama adalah oli sintetis dan kedua adalah mineral. Oli sintetis berasal dari berbagai bahan kimia dan bersifat aditif. Sementara untuk oli mineral berasal dari ekstraksi minyak bumi. Dari sini Anda bisa tahu manakah jenis oli yang bagus. Oli mineral adalah yang terbaik karena mengalami proses yang alami daripada oli sintesis.

  1. Pahami Bagaimana Karakter Mesin

Tips berikutnya dalam memilih oli & pelumas terbaik dalah dengan memahami bagaimana karakter mesin kendaraan yang Anda miliki. Cara ini terbilang paling mudah karena bisa dengan cara melihat manual book kendaraan. Cermati bagaimana spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat karena dengan mengetahui karakter mesin maka kita bisa menentukan pelumas seperti apa yang dibutuhkan kendaraan.

Baik oli maupun pelumas memang memegang peranan penting agar kondisi kendaraan terawat baik. Pelumas berfungsi untuk memperhalus gerak mekanis dari komponen mesin. Oli & pelumas bisa mengoptimalkan kemampuan kendaraan kita secara menyeluruh sehingga ketika digunakan bisa berfungsi dengan baik. Memilih pelumas harus mengetahui dan paham bagaimana kualitas yang baik dan rutin diganti untuk merawat mesin.

Salah satu kriteria pelumas yang baik adalah yang memiliki kandungan molybdenum. Fungsinya adalah sebagai friction modifier dengan membentuk lapisan yang ada di atas permukaan metal di dalam mesin. Dan fungsi dari pelumas ini adalah mengurangi gesekan agar kinerja mesin juga bisa lebih optimal serta membuat bahan bakar lebih hemat.

Cara mengecek kandungan ini bisa dengan memperhatikan pada keterangan kemasan pelumas. Biasanya akan dicantumkan secara detail dan terperinci bagaimana bahan baku dan teknologi yang digunakan. Oli & pelumas yang berkualitas berdampak sangat bagus untuk ketahanan mesin kendaraan Anda.

Kualitas pelumas juga bisa diketahui dari wujudnya. Jika warna kuning jernih berarti pelumas tersebut bagus. Tetapi jika Anda ingin pelumas lebih bagus lagi maka warnanya akan lebih jernih dan bening. Bisa juga dipantau dengan melihat Indeks Viskositas (Viscosity Index) yang pada umumnya adalah 80 hingga 100.

Pelumas dengan kualitas baik akan mengadopsi standar API atau American Petrolium Institute. Standar ini memiliki interval penggantian secara berkala dan lebih lama. Misalnya saja seperti 10.000 km atau selama enam bulan sekali seperti yang ada di buku petunjuk.

masih bingung dengan cara pengisian oli sendiri? kalian bisa langsung cek artikel kami tentang cara mengganti oli sendiri di rumah


PicsArt_10-27-04.19.38.jpg

Oli atau pelumas memiliki peranan penting pada mesin kendaraan. Selain melumasi komponen agar minim gesekan, pelumas juga bisa membantu mendinginkan mesin dari hasil pembakaran di dalam silinder.
Namun perlu diketahui, sebagian dari pemilik mobil hanya tahu fungsi dari oli mesin adalah sebagai pelumas antar komponen mesin yang saling bergesekan untuk mengurangi risiko aus sehingga dapat bergerak secara optimal sepanjang waktu.

Dalam prosesnya, oli melarutkan kotoran yang ada di dalam mesin dan membawanya ke filter oli untuk disaring. Kotoran ini timbul dari debu yang masuk melalui celah seal, bisa karena bocor atau sudah termakan usia, dan akibat gesekan antar komponen dalam mesin berupa serpihan logam halus.

Fungsi lain dari pelumas adalah membantu mendinginkan mesin di mana panas yang timbul dari gesekan antar komponen di dalam mesin akan diteruskan oleh oli mesin ke dinding blok mesin dan selanjutnya dilepaskan keluar.

Yang tidak kalah penting, senyawa kimia yang terdapat di dalam oli mesin akan mencegah terjadinya karat pada komponen di dalam mesin untuk menjaga usia pakainya.

Alasan mengganti oli

Struktur senyawa kimia oli mesin pasti akan berubah dan kemampuannya dalam menunaikan tugas ikut menurun seiring beroperasinya mesin mobil, apalagi jika sering menghadapi kondisi berat seperti macet parah.

Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu.

Jika dibiarkan, kotoran akan menghambat kinerja mesin yang dapat membuat komponen di dalamnya rusak lantaran fungsi utama oli mesin sudah berkurang. Residu berlebihan turut mempengaruhi kinerja pompa dan filter oli mesin di mana jika sudah parah dapat mengakibatkan keduanya mampat.

Kondisi ini juga akan menyebabkan fungsi oli lainnya, seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Hanya masalah waktu sebelum akhirnya mesin bermasalah dan rusak parah.

Meskipun demikian, membiarkan oli mesin tidak diganti dengan alasan mobil tidak pernah dipakai juga tidak tepat. Seiring waktu, senyawa kimia di dalam oli mesin akan mengalami perubahan terkait proses oksidasi yang secara alami terjadi.

Masalahnya, kandungan air sebagai akibat dari oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan.

Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya. Tinggal masalah waktu sebelum akhirnya mesin mobil bermasalah akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin.

Ruang mesin juga punya potensi timbul karat karena proses oksidasi. Jika dibiarkan, karat akan merambat ke berbagai komponen di dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan parah. Untuk itu pemilik wajib untuk menggantinya kala servis berkala setiap 6 bulan

baca juga artikel berikut: Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

 


Copyright by BENGKELSEAL 2020. All rights reserved.