MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

Latest news

Classic list

Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
PicsArt_11-26-10.45.55-1200x800.jpg

November 23, 2021 adminGalleryImageMotor

1. FILTER UDARA
Karena fungsinya menyaring udara yang masuk ke karburator, dalam jangka waktu tertentu perangkat ini bisa kotor tertutup debu. Bila itu sudah terjadi, untuk filter yang model sponge atau kertas bisa langsung dibersihkan.

Namun filter jenis viscos element harus diganti.

Membersihkannya tergantung dari bahan. Bila busa, tinggal celup dalam bensin lalu dikeringkan dengan cara memerasnya. Lakukan beberapa kali sampai dirasa benar-benar bersih.

2. KARBURATOR
Dari tangki, bensin kemudian disalurkan ke karburator. Dari perangkat ini, kemudian uap bensin terisap masuk ke ruang bakar. Dan agar suplai bahan bakar ke ruang bakar tidak tersendat, maka karburator harus dibersihkan secara berkala.

Untuk membersihkannya, Tidak perlu bongkar karburator. membersihkannya bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan pembersih karburator melalui lubang venturi yang menempel pada boks filter udara.

3. RUANG BAKAR
Akibat dari proses pembakaran, biasanya ruang bakar akan ada penumpukan kerak. Terutama pada kubah kepala silinder. Dulu, untuk membersihkannya, harus membongkarnya.

Tapi sekarang dapat dilakukan sendiri oleh setiap pengguna motor. Caranya menyemprotkan cairan engine conditioner ke dalam ruang bakar.

“Melalui lubang busi. Lalu baru pasang lagi busi dan nyalakan mesin. Hasilnya kalau memang ruang bakar dalam kondisi kotor, maka asap hitam akan keluar dari knalpot. Lakukan beberapa kali, sampai asap item hilang,” tutur Asep, mekanik bengkel Padepokan Motor Sport, di Depok.

4. BUSI
Sama dengan ruang bakar, karena proses pembakaran terjadi kerak yang menempel pada kepala busi. Bila ini dibiarkan, maka proses pembakaran terganggu, akibat dari minimnya percikan api dari busi untuk membakar uap bensin.

Agar hal itu tidak terjadi, kepala busi harus dibersihkan dari kerak yang menempel. Caranya bersihkan bagian tersebut (elektrode bagian samping dan tengah) dengan ampelas atau bisa juga dengan sikat kawat.

5. RANTAI
Kendor, kering dan berdebu, membuat kinerja perangkat penghubung gerak roda belakang akan kurang maksimal. Nah untuk membuatnya kembali bekerja dengan maksimal, perlu dipasang ulang dengan jarak main 2,5-3 cm.

Jika rantai kering, bisa dilumasi dengan pelumas. Pastikan oli yang digunakan masih baru. “Cara yang lebih praktis lagi, dengan menyemprotkan chain lube. Selain jadi enggak kering, rantai juga bebas debu,”


PicsArt_11-18-11.09.09-1200x800.jpg

November 18, 2021 adminUncategorized

Mobil merupakan kendaraan penting yang digunakan banyak orang saat ini. Pemahaman pada komponen mobil juga harus diperhatikan oleh pemilik kendaraan termasuk mesin.
Bagi Anda pemilik kendaraan roda empat tentunya harus memahami komponen soal mesin. Karena masih banyak dijumpai para pemilik mobil yang kurang memahami mengenai mesin mobilnya sendiri.

Jika Anda sedang berniat untuk membeli mobil atau sudah memilikinya, perlu diketahui ada tiga jenis mesin mobil. Namun seiring perkembangan waktu, mesin mobil kini lebih cepat dan efisien. Dikutip dari laman resmi Daihatsu, berikut ini sejumlah jenis mesin pada mobil yang perlu anda ketahui.

1. External Combustion

Cara kerja mesin yang satu ini adalah memanfaatkan hawa panas dari sisa pembakaran untuk mengonversi air atau cairan-cairan lainnya hingga menjadi uap. Nantinya uap yang dihasilkan dari konversi tersebut akan disalurkan dalam bentuk tenaga pemutar turbin. Mesin ini biasanya digunakan oleh mobil-mobil pada zaman dahulu, sekarang mesin ini digunakan untuk kereta.

2. Internal Combustion

Nah untuk mesin yang satu ini melakukan pembakarannya di dalam silinder mesin. Cara memanfaatkan tenaga yang dilakukan oleh Internal Combustion ini mirip dengan yang dilakukan External Combustion, yaitu dengan cara menggunakan suhu bertekanan tinggi yang dihasilkan dari kombusi di dalam silinder hingga menjadi tenaga untuk menggerakan piston yang digunakan untuk menjalankan roda.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan piston? Piston sendiri adalah sebuah perangkat yang bergerak fleksibel di dalam silinder dan berguna untuk menyalurkan kekuatan ke crankshaft dengan bantuan connecting rod. Mesin yang satu ini membutuhkan bahan bakar cair maupun gas seperti bensin dan solar.

Tentu ada perbedaan antara penggunaan Internal dan External Combustion, di mana manfaat yang didapat menggunakan mesin Internal Combustion adalah kombusi di dalam mesin lebih ramah dan hemat dibandingkan penggunaan External Combustion.

Berbeda dengan External Combustion yang membutuhkan tempat yang besar, Internal Combustion ini memiliki mesin yang ramping, sehingga banyak digunakan oleh mobil-mobil keluaran terbaru yang memiliki mesin kecil namun menghasilkan kecepatannya tinggi.

3. Mesin Tak

Mesin tak adalah merupakan jenis mesin yang bekerja berdasarkan stroke atau tak. Mesin yang menggunakan tak ini terbagi lagi menjadi dua, yakni dua tak dan empat tak.

Mesin dua tak atau disebut juga two stroke adalah mesin yang menghasilkan torsi lebih banyak, sehingga biasanya kendaraan dengan mesin dua tak memiliki tekanan yang cukup tinggi atau bisa dibilang kinerjanya lebih kencang dibandingkan dengan mesin empat tak.

Sedangkan pada mesin empat tak memiliki ciri piston yang bergerak naik dan turun di dalam silinder mesin sebanyak dua kali. Mobil dengan mesin empat tak ini biasanya memiliki kecepatan dan ketahanan mesin yang lebih unggul dibandingkan dengan mesin dua tak.

 

 


PicsArt_11-17-02.09.35-1200x675.jpg

November 17, 2021 adminGalleryImageMotor
Sebelum membaca lebih lanjut, ketahui beberapa kerusakan yang sering terjadi pada Motor ini

1. Montir yang sudah jelas berpengalaman

Tak seperti bengkel umum yang tersebar di pinggir jalan, mereka mungkin mempekerjakan teknisi atau montir yang tidak seluruhnya ahli dalam bidangnya. Sangat berbeda dengan bengkel resmi yang merekrut orang-orang berpengalaman dan memiliki keahlian dalam bidang otomotif. Selain itu, mereka melewati banyak tes sebelum benar-benar bekerja di bengkel resmi. Sehingga hasil pengerjaan bengkel resmi dengan bengkel umum bisa terlihat beda kualitasnya,

2. Suku cadang yang lebih lengkap

Seringkali bengkel umum tidak memiliki spare part tertentu. Alhasil, Anda harus mencarinya di bengkel lain. Nah, jika Anda service motor di bengkel resmi, kemungkinan suku cadang yang kosong nyaris tidak ada.

Karena biasanya bengkel resmi memiliki banyak stok spare part yang dibutuhkan untuk kendaraan. Sehingga, Anda tak perlu pindah-pindah bengkel hanya untuk mencari satu suku cadang tertentu.

3. Sesuai standar pabrikan motor

Bengkel motor umum yang banyak tersebar mungkin tak seluruhnya memahami service motor yang sesuai dengan standar pabrikannya. Hal ini tentu akan berbeda jika Anda menggunakan bengkel resmi sebagai tujuan untuk service motor. Karena dikerjakan oleh orang-orang yang berkompeten, mereka juga sudah dilatih untuk memahami keluhan dari setiap kendaraan serta menguasai standar dari pabrik motornya.Sehingga, kemungkinan terjadinya salah pasang baut atau kabel kelistrikan bisa dihindari. Tak seperti bengkel motor yang ada pada umumnya, mereka bisa saja melakukan kesalahan minor yang dapat mempengaruhi kinerja kendaraannya.

4. Service dilakukan sesuai dengan keluhan kendaraan

Seringkali kita pergi ke bengkel motor untuk service namun kemudian ditawari dengan hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan. Akibatnya, biaya service pun membengkak dan cenderung tidak efisien.

Nah, hal semacam ini tidak akan Anda temui di bengkel resmi. Karena semuanya akan dilakukan sesuai dengan prosedur. Apabila terdapat beberapa suku cadang yang harus diganti, biasanya dikarenakan memang sudah rusak atau tidak layak pakai. Jika suku cadang Anda masih dalam kondisi prima, tentu para teknisi tidak akan menyarankan untuk melakukan pergantian suku cadang.

Itulah tadi beberapa alasan kenapa Anda harus memilih service motor di bengkel resmi. Selain karena lebih jelas dan ditangani oleh orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya. Ada banyak juga keunggulan bengkel resmi dilihat dari segi pelayanannya.


PicsArt_11-10-10.52.04-1200x800.jpg

November 10, 2021 adminGalleryImageMobil

Mobil Merupakan kendaraan yang nyaman untuk dikendarai, apalagi di Negara Tropis Seperti Indonesia. Keadaan iklim yang panas membuat Mobil sebagai kendaraan yang dapat Melindungi kita dari teriknya sinar matahari. Akan tetapi, mobil juga sering mengalami kerusakan pada mesinnya, apalagi jika tidak terurus dengan baik.

Berikut adalah beberapa kerusakan yang biasa terjadi pada mobil:

1. Mesin Mobil Sulit Dinyalakan Saat Dingin

Mesin mobil sulit dinyalakan di pagi hari tentu bukan sesuatu yang aneh lagi. Ada tiga hal yang menjadi penyebabnya, yaitu:

  • Saat mesin dalam kondisi dingin, mobil memang sering kali sulit dinyalakan. Hal ini terjadi karena kurangnya aliran listrik atau voltage ke bagian aki. Sehingga mesinnya tidak bekerja secara optimal
  • Kondisi terminal aki yang kendur, kotor, dan berkarat juga menjadi penyebab mengapa mobil sulit dinyalakan. Maka dari itu, bersihkan bagian aki dan terminalnya secara berkala untuk mencegah menumpuknya kotoran
  • Renggangnya jarak antara busi dan sumbu busi yang menyebabkan rendahnya kompresi mesin. Bisa juga karena regulator bahan bakar yang mengalami kerusakan, sehingga tidak ada komponen yang menghubungkan starter mobil ke bagian mesin saat mobil dinyalakan

baca juga: perlukah memanaskan Mobil Setiap hari?

2. Mesin Mobil Sulit Dinyalakan Saat Panas

Penyebab poin nomor dua ini menjadi kebalikan dari poin nomor satu. Mesin mobil tentu akan memanas secara otomatis apabila digunakan terus-menerus, apalagi untuk menempuh perjalanan yang jauh. Tidak adanya jeda pemakaian atau waktu istirahat juga menjadi penyebab mengapa mesinnya panas.

Dampak yang paling parah akibat pemakaian tiada henti, yaitu mesin mobil jadi overheating. Saat mesin mobilnya sudah sangat panas, yang ada mobil malah mogok di tengah jalan. Salah satu komponen di dalam mesin juga ada yang putus. Sehingga penghubung antara starter ke bagian mesin tidak optimal.

3. Mesin Sering Hidup – Mati Tidak Jelas

Pernahkah mesin mobil Anda tiba-tiba mati saat baru saja dinyalakan? Masalah ini seringkali terjadi pada pemilik mobil. Hal ini terjadi karena beberapa komponen mesin mengalami kerusakan. Misalnya, alternator, aki, ataupun kabel terminal aki yang kendur, rusak, ataupun putus.

Selain itu, masalah pengapian yang terjadi pada mesin juga menyebabkan terhambatnya perintah yang dikirimkan dari kunci kontak ke bagian mesin. Percikan api yang keluar dari dalam mesin menandakan kalau terdapat komponen yang tidak beres di bagian mesin mobil.

4. Lampu Indikator Terus Menyala

Lampu indikator biasanya digunakan sebagai penunjuk jalan. Lampu ini biasanya hidup jika diberi perintah saja. Setelah itu, lampu ini akan mati. Apabila lampu indikator mobilmu terus-menerus menyala tanpa adanya perintah, bisa jadi karena ketidakcocokan antara oli dengan spesifikasi tipe mobil milikmu.

Selain itu, hal ini juga terjadi karena ukuran volume oli yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan oleh pabrik asal mobil dan teknisi. Maka dari itu, gunakanlah tipe oli asli yang menjadi bawaan dari mobil tersebut. Kalau suatu hari oli aus atau habis, sebaiknya ganti oli tersebut dengan oli yang baru.

5. Tenaga Mesin Melemah

Kerusakan lainnya yang sering terjadi pada mobil yaitu melemahnya mesin. Apabila tenaga mesin mobil tidak seperti biasanya, itu berarti ada kerusakan pada komponen di bagian mesin. Entah itu bagian timing beltnya, filter bahan bakar yang tidak berfungsi, hingga rusaknya regulator tekanan bahan bakar.

Apabila regulator, filter bahan bakar, dan fuel pump mengalami masalah, segera bawa mobil Anda ke bengkel terdekat. Jika Anda tahu bagaimana cara memperbaikinya, bisa diperbaiki sendiri. Akan tetapi, memperbaiki di bengkel lebih lebih dianjurkan. Terutama jika ada bagian yang harus diganti, sehingga pemasangannya lebih tepat dan kencang.


PicsArt_11-08-11.21.54-1200x900.jpg

November 8, 2021 adminGalleryImageMotor

Sudah menjadi hal yang wajar jika Motor yang kita miliki mengalami kerusakan dalam penggunaannya, apalagi jika Kita tidak merawatnya secara rutin.

Lalu apa sajakah kerusakan-kerusakan yang biasanya terjadi? Kalian bisa simak penjelasan di bawah:

1. Aki soak

Aki berfungsi sebagai penyimpan arus pada motor. Aki ini sangat dibutuhkan saat proses starting, arus dari baterai akan disalurkan ke motor starter untuk memutar poros engkol mesin.

Tapi baterai, juga memiliki batas pakai. Ketika mendekati batas pakai kapasitas yang mampu ditampung oleh aki itu berkurang. Sehingga lama kelamaan, aki akan soak.

Aki soak ini terjadi saat aki tidak mampu lagi menyimpan arus listrik dengan jumlah yang besar.

Gejalanya, sistem starter tidak berfungsi dan ketika mesin hidup pada putaran idle sistem elektrikal seperti lampu akan redup.

Setidaknya, aki yang bagus itu mampu bertahan hingga dua tahun masa pemakaian. Bahkan ada beberapa aki yang kurang dari itu, apabila masalah ini muncul Kalian bisa melakukan perbaikan dengan mengganti aki pada aki basah.

Sementara pada aki kering, kita perlu mengganti satu set aki karena aki kering itu tertutup sehingga tidak akan bisa untuk hanya mengganti elemen didalam.

2. Mesin brebet

Mesin brebet adalah kondisi dimana suara mesin tidak stabil seperti kehabisan bensin. Ini terjadi karena adanya missfire pada beberapa siklus mesin yang terjadi.

Masalah ini bisa disebabkan karena hal berikut ;

  • Pilot jet mampet membuat suplai bensin berkurang.
  • Busi kotor menyebabkan api busi tidak maksimal
  • Api busi terlalu kecil bisa juga karena kerusakan didalam busi.

Untuk mengatasinya, pertama kita perlu mengetahui dulu dimana letak masalahnya apa pada sistem bahan bakar atau sistem pengapian. Caranya dengan melihat elektroda busi, kalau warnanya putih pucat maka itu tanda masalah sistem bahan bakar.

Anda perlu membongkar karburator untuk membersihkan seluruh bagiannya termasuk pada pilot jet.

Namun kalau terdeteksi pada sistem pengapian (warna busi normal/coklat kehitaman) maka anda perlu mengganti businya.

3. Tenaga hilang/ngempos

Motor ngempos juga sering dikeluhkan oleh pemilik motor. Masalah ini lebih sering lagi didera ketika motor kita menanjak. Faktor usia menjadi penyebab utama berkurangnya power sepeda motor.

Selain faktor usia ada beberapa faktor lain yang membuat tenaga motor hilang, seperti kondisi filter yang kotor. Ini menyebabkan aliran udara selalu terhambat karena ada banyak debu mengendap pada permukaan filter. Sehingga power yang dihasilkan kurang maksimal.

Selain itu, motor ngempos juga bisa disebabkan karena tekanan kompresi rendah. Kalau ini, disebabkan keausan pada salah satu komponen antara ring piston dan blok silinder.

Solusinya, anda perlu menyervis dan melakukan tune-up pada motor anda. Kalau kondisi filter tidak memungkinkan untuk dibersihkan maka ganyi filter itu.

Namun kalau ada asap putih yang keluar dari knalpot, maka anda harus mengganti ring piston dan memperbaiki blok silinder. Ini memerlukan pembongkaran mesin sehingga prosesnya lebih rumit.

4. Mesin susah hidup

Mesin yang susah dihidupkan bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya ;

  • Baterai akan mati (soak)
  • Campuran bensin terlalu kurus (lean AFM)
  • Kompresi mesin rendah
  • Fuel pump lemah (motor injeksi)
  • Api busi terlalu kecil
Semua masalah diatas, bisa menyebabkan motor susah dihidupkan khususnya di pagi hari saat suhu mesin masih dingin.

5. Keluar asap putih

Asap yang dimaksud adalah asap putih tipis kebiru-biruan yang sering kita lihat pada motor-motor dua tak. Asap ini berasal dari oli mesin yang ikut terbakar didalam ruang bakar.

Seharusnya, oli mesin memang tidak masuk kedalam ruang bakar. Namun ini bisa terjadi saat ring piston mengalami keausan. Jika ini terjadi, oli dengan mudah masuk kedalam ruang bakar melalui celah ring piston yang semakin membesar.

Untuk mengatasinya anda perlu membongkar seluruh komponen mesin untuk mengganti satu set ring piston.

Untuk mengurangi semua Gejala di atas, kalian bisa baca artikel ini untuk perawatan yang harus diperhatikan pada Motor 


November 6, 2021 adminUncategorized

 

Pentingnya merawat radiator pada sepeda motor karena ada hubungannya dengan performa motor itu sendiri. Saat temperatur mesin berlebih, maka berpotensi terjadi overheat hingga mengakibatkan mogok.

Terdapat beberapa cara untuk merawat radiator agar mesin motor tetap dalam kondisi prima:

  • Menguras Cairan Coolant

Cairan Coolant pada radiator harus dikuras secara berkala sesuai dengan petunjuk dari motornya dan sebaiknya pengurasan dilakukan di bengkel resmi

  • Rutin Membersihkan Kisi-Kisi Radiator

Kisi-kisi atau sirip pendingin radiator perlu dibersihkan dari kotoran atau debu yang menempel. Namun, perlu hati-hati dalam membersihkannya agar tidak merusak sirip pendingin tersebut.

  • Jangan Gunakan Cover Radiator Sembarangan

Hindari penggunaan cover atau pelindung radiator yang menutup keseluruhan radiator. Hal ini akan mengganggu kinerja dari sistem pendinginannya sehingga performa mesin sepeda motor dapat cepat menurun dan mengalami kerusakan,”


PicsArt_11-06-11.08.30-1200x800.jpg

November 6, 2021 adminUncategorized

Overheat adalah kondisi dimana mesin motor mengalami panas yang berlebihan. Hal ini sering terjadi pada kendaraan yang perawatannya kurang rutin dan tepat. Overheat Terjadi dikarenakan motor memiliki mesin pendingin tapi tidak dapat bekerja dengan maksimal. Kondisi seperti ini biasanya menyebabkan motor seperti kehilangan tenaga saat dikendarai

Kondisi overheat akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah jika tidak segera diatasi. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang overheat dan cara mencegah terjadinya overheat:

Ciri Ciri Overheat Pada Motor

  • Motor tidak mau berjalan saat digas. Mesin motor seperti tidak mengalami kemacetan dan tidak memiliki tenaga untuk berjalan. Jika terus dipaksa untuk terus berjalan, maka hanya akan memperparah keadaan Motor
  • Knalpot pada Motor mengeluarkan asap ketika mesinnya menyala. Dapat diperhatikan juga dengan bau sepeda motor yang gosong pada asap knalpot

Jika sudah Motor sudah memiliki gejala diatas, maka tidak dianjurkan untuk memaksa motor terus berjalan, karena hanya akan merusak keadaan motor

Penyebab Overheat Pada Motor

  • Piston Yang Terlalu Rapat

Kondisi ini menyebabkan clearance pada piston tidak bisa bergerak secara leluasa dan berakibat pada piston yang tidak dapat bekerja secara maksimal.

  • oli tidak mengalir

Oli yang tidak mengalir disebabkan karena sistem pendistribusiannya yang tidak lancar dan menyebabkan proses pelumasan pada mesin tidak maksimal.

Cara Mengatasi Overheat Saat Motor Sedang Digunakan

Saat sedang Overheat, Motor akan mati secara tiba tiba saat digunakan. Kalian harus mematikan mesin pada motor terlebih dahulu lalu segera menepi agar tidak mengganggu pengendara yang ada.

setelah itu diamkan motor selama beberapa saat agar mesin melakukan pendinginan. Lama waktunya pendinginan tergantung dari seberapa parah Motor mengalami Overheat.

Cara Mencegah Overheat

  • Rutin Membersihkan Radiator

Radiator merupakan komponen yang ada motor dengan sistem pendingin udara. Pembersihan radiator berfungsi untuk membersihkannya dari debu yang menempel & menghambat proses pendinginan.

  • Mengganti Oli Mesin secara Teratur

Oli sangat diperlukan untuk mesin motor, sehingga ketersedian dan kebersihannya harus dijaga dengan menggantinya secara rutin. Penggantian Oli dihitung dari jarak tempuh kendaraan minimal 2000 kilometer atau dalam kurun waktu 2 sampai 3 bulan.

  • Mengecek Air Radiator

Radiator yang tidak dalam keadaan maksimal bisa menjadi gangguan utama dari adanya gangguan mesin pada motor.

Pengecekan air radiator ini sebaiknya dilakukan saat sebelum memulai perjalanan. Cara pengecekkan air radiator harus dilakukan secara berkala seperti oli motor, yaitu 2 hingga 3 bulan sekali.

 


PicsArt_11-01-03.21.54-1200x800.jpg

November 1, 2021 adminGalleryImageoli

Sebuah rutinitas dilakukan pemilik mobil di pagi hari sebelum berangkat ke kantor yaitu memanaskan mesin mobil agar siap dipakai. Sesekali, mobil digas sedikit agar makin cepat panas. Tak disangka, rutinitas seperti ini telah menyita sekitar 5 menit waktu di pagi harinya sesaat sebelum berangkat ke kantor. Bahkan, ketika terburu-buru pun, mobil tetap tidak absen dari kebiasaan manasin mobil.

Fungsi dari memanaskan mesin mobil di pagi hari adalah untuk memberikan waktu pada pelumas untuk bekerja di dalam mesin. Oli atau pelumas memiliki peranan penting pada mesin kendaraan. Selain melumasi komponen agar minim gesekan, pelumas juga bisa membantu mendinginkan mesin dari hasil pembakaran di dalam silinder. Nah, jika kebiasaan manasin mobil tidak dilakukan, komponen di dalam mesin bisa rusak karena pelumas belum bekerja dengan sempurna.

Tapi di sisi lain, memanaskan mobil terlalu lama juga dapat menyebabkan pemborosan bahan bakar berlebih. Terdapat beberapa hal yang tidak mengharuskan kita untuk memanaskan mesin mobil. Agar lebih paham, mari simak penjelasan berikut:

Jenis mesin mobil

Sebelum mengetahui perlukah memanaskan mesin mobil di pagi hari, ada hal yang perlu dipahami adalah mengenai jenis mesin yang dipasang pada mobil. Mesin mobil ada dua jenis yaitu mesin non-injeksi yang konvensional dan mesin injeksi yang biasanya ditanam pada mobil-mobil keluaran baru.

Mesin non-injeksi / konvensional

Mesin mobil non-injeksi atau biasa juga disebut sebagai mesin konvensional merupakan mesin yang biasanya ditanam pada mobil lama. Pada mesin mobil non-injeksi, terdapat karburator yang berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar pada mesin pembakaran dalam.

Faktanya, memanaskan mesin mobil non-injeksi / konvensional hanya perlu waktu lima menit saja. Jika jarum indikator suhu mesin sudah berada di posisi tengah mobil siap untuk digunakan. Memanaskan mesin dalam waktu yang lama juga bisa membuat mesin kendaraan menjadi overheating.

Mesin injeksi

Ternyata, untuk mesin mobil injeksi, memanaskan mesin mobil bukanlah ritual yang wajib dilakukan karena sudah ada Electronic Control Unit atau kerap disebut dengan ECU yang mengatur pembakaran mesin. Penambahan ECU membuat mesin tidak membutuhkan suhu optimal kerja mesin yang biasanya dicapai dengan jalan memanaskan mesin mobil.

Jika masih ingin memanaskan mesin mobil, sebenarnya memanaskan mesin injeksi hanya perlu dilakukan selama 30 detik atau 1 menit saja. Lebih dari itu hanya akan membuang bahan bakar saja.

Jadi untuk kamu yang memiliki mobil dengan mesin injeksi, kamu tidak harus memanaskan mesin mobil terlalu lama. Berbeda dengan mesin konvensional / non-injeksi yang harus terlebih dahulu dipanaskan agar pelumasan sempurna. Namun dibalik semua itu, ada dampak buruk jika kamu memanaskan mobil terlalu lama. Berikut beberapa dampak buruk yang akan terjadi jika memanaskan mesin mobil terlalu lama:

Boros BBM dan pencemaran lingkungan

Memanaskan mesin mobil di pagi hari dalam waktu relatif lama hanya mengakibatkan konsumsi bahan bakar semakin boros. Karena selama mobil tidak berjalan, mesin mobil tetap membutuhkan bahan bakar agar mesin mobil tetap hidup.

Dampak yang berbahaya ternyata juga bisa terjadi bila memanaskan mesin mobil dalam waktu yang lama, terutama pada ruangan tertutup seperti garasi mobil. Gas buang dari knalpot seperti gas karbon monoksida, gas nitrogen oksida, dan juga gas hidrokarbon bisa memenuhi ruangan dan membuat udara menjadi beracun. Jika terus menerus dihirup, tentu saja tidak sehat bagi manusia yang menghirupnya.

Catalytic converter tidak bekerja

Memanaskan mesin mobil terutama pada mobil yang sudah memiliki spesifikasi Euro 2 dan dilengkapi catalytic converter, tidaklah dianjurkan. Jika terlalu panas, komponen yang berfungsi sebagai alat penurun emisi gas buang ini tidak dapat bekerja maksimal.

Bahkan catalytic converter yang terlalu panas dapat memicu kebakaran jika berada di dekat bahan-bahan mudah terbakar. Secara teknis, pemanasan suhu pada catalytic converter yang terjadi ketika kamu memanaskan mesin mobil  memang disengaja. Itu sebabnya komponen ini ditempatkan setelah exhaust manifold agar terkena imbas dari gas buang mesin yang panas. Pada saat panas itulah catalytic converter berfungsi sebagai katalis untuk mereduksi gas buang, seperti hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitrogen oksida.

Ketika memanaskan mesin mobil, secara otomatis panas yang dikeluarkan oleh mobil berlebih.Panas tersebut akan menyebabkan kenaikan suhu pada catalytic converter. Suhu catalytic converter tidak diperkenankan melebihi ambang batas yang ditentukan, yakni sekitar 400-500 derajat Celcius.

Dinding silinder kering

Kebiasaan memanaskan mesin mobil terlalu lama atau dalam kondisi idle (tidak jalan), merupakan hal tidak bermanfaat. Karena pembakaran di ruang bakar tidak sempurna, ujungnya membawa dampak buruk pada dinding silinder. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan menempel di dinding silinder dan menutupi minyak pelumas di dinding silinder. Otomatis dinding silinder akan mengalami kekeringan akibat tidak adanya pelumasan di bagian tersebut.

Busi cepat kotor

Ritual memanaskan mesin mobil terlalu lama mengganggu suhu kerja busi. Busi yang tidak berada di suhu seharusnya bisa kotor sehingga berdampak terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sekitar 5%.

Karat pada pipa knalpot

Ketika kamu memanaskan mesin mobil di pagi hari, akan timbul uap air dari knalpot karena perubahan suhu dari dingin ke panas. Jadi, bila terlalu lama mesin dalam kondisi idle, uap air akan timbul di dalam sistem pembuangan karena mobil tidak berjalan. Jika sistem pembuangan knalpot mobil kamu berkarat, lebih baik diganti karena bisa mengganggu kinerja mobil.

Dampak pada oli mesin

Namun, banyak juga yang memanaskan mesin mobil dengan alasan untuk membuat sirkulasi oli mobil kembali normal. Jika oli yang digunakan pada kendaraan adalah oli sesuai spesifikasi pabrikan mobil, tentu saja hal itu tak perlu dikuatirkan. Pelumas yang ada saat ini sudah lebih baik secara kualitas sehingga meski mesin dalam keadaan mati, pelumas tetap ada yang menempel pada komponen mesin.


Copyright by BENGKELSEAL 2020. All rights reserved.