MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

  • Latest news

    Classic list

    Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
    Pabrik.png

    Permesinan pabrik merujuk pada penggunaan mesin dan teknologi untuk memproduksi komponen atau produk dalam skala industri di pabrik. Ini melibatkan berbagai proses pemesinan yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi dengan presisi dan efisiensi tinggi. Berikut adalah beberapa aspek utama dari permesinan pabrik:

     

    Jenis Mesin:

    Mesin Bubut: Digunakan untuk memotong dan membentuk material dengan cara memutar benda kerja melawan alat potong. Mesin ini digunakan untuk proses seperti facing, turning, grooving, dan threading.
    Mesin Frais (Milling Machine): Digunakan untuk memotong material dengan menggunakan alat potong berputar dan benda kerja yang dapat digerakkan secara horizontal atau vertikal.
    Mesin Bor (Drilling Machine): Digunakan untuk membuat lubang pada material dengan alat bor yang berputar.
    Mesin Gerinda (Grinding Machine): Digunakan untuk menghaluskan permukaan material dan mencapai toleransi ukuran yang sangat ketat dengan menggunakan roda gerinda.
    Mesin EDM (Electrical Discharge Machine): Digunakan untuk memotong atau membentuk material dengan menggunakan pelepasan listrik (discharge).

     

    Proses Pemesinan:

    Turning: Menggunakan mesin bubut untuk memotong material dari benda kerja yang berputar untuk menghasilkan bentuk silindris.
    Milling: Menggunakan mesin frais untuk memotong material dari benda kerja yang bergerak melawan alat potong yang berputar untuk menghasilkan bentuk datar atau kontur kompleks.
    Drilling: Menggunakan mesin bor untuk membuat lubang pada material dengan presisi.
    Grinding: Menggunakan mesin gerinda untuk menghaluskan permukaan material dan mencapai ukuran yang sangat presisi.
    EDM: Menggunakan pelepasan listrik untuk memotong atau membentuk material yang sulit dipotong dengan metode konvensional.

     

    Otomatisasi dan Kontrol:

    Mesin CNC (Computer Numerical Control): Mesin yang dikendalikan oleh komputer untuk mengotomatiskan proses pemesinan dan meningkatkan presisi serta konsistensi.
    Robot Industri: Digunakan dalam pabrik untuk melakukan tugas pemesinan yang repetitif atau berbahaya dengan presisi tinggi dan efisiensi.

     

    Material dan Alat Potong:

    Material: Bahan mentah yang diproses, seperti logam, plastik, atau komposit.
    Alat Potong: Alat yang digunakan untuk memotong atau membentuk material, seperti pahat bubut, mata bor, atau roda gerinda.

     

    Kualitas dan Toleransi:

    Proses pemesinan di pabrik harus memastikan bahwa produk akhir memenuhi spesifikasi desain dan toleransi ukuran yang ketat. Ini melibatkan kontrol kualitas dan pengukuran yang akurat.
    Permesinan pabrik adalah bagian integral dari industri manufaktur, memungkinkan produksi massal komponen dengan presisi tinggi dan efisiensi. Ini mencakup berbagai teknik dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan produksi yang beragam


    bubut.png

    Mesin bubut adalah salah satu jenis mesin yang paling umum digunakan dalam proses pemesinan untuk membentuk benda kerja dengan cara memutar benda tersebut terhadap alat potong. Mesin bubut memungkinkan pembentukan komponen silindris, penghalusan permukaan, pemotongan ulir, pengeboran, dan banyak proses lainnya. Dalam praktiknya, mesin bubut digunakan dalam berbagai industri, termasuk otomotif, manufaktur, dan fabrikasi logam.

    Prinsip dasar mesin bubut adalah menghilangkan material dari benda kerja yang berputar menggunakan alat potong yang dipasang pada posisi diam atau bergerak secara linier. Benda kerja dipasang pada chuck (penjepit) atau senter mesin dan diputar dengan kecepatan yang dapat disesuaikan. Alat potong kemudian digerakkan melawan permukaan benda kerja untuk menghilangkan material, membentuk komponen sesuai dengan desain yang diinginkan.

    Jenis-Jenis Mesin Bubut:

    1. Mesin Bubut Konvensional: Mesin bubut yang dioperasikan secara manual, dengan operator yang mengontrol kecepatan dan gerakan alat potong. Mesin ini cocok untuk pekerjaan sederhana atau yang memerlukan penyesuaian manual.
    2. Mesin Bubut CNC (Computer Numerical Control): Mesin ini dikendalikan oleh program komputer yang memungkinkan otomatisasi proses pemesinan. Mesin bubut CNC dapat melakukan operasi pemesinan kompleks dengan presisi tinggi dan sangat cocok untuk produksi massal.
    3. Mesin Bubut Universal: Mesin ini memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan, mulai dari pembubutan lurus hingga pembuatan ulir. Mesin bubut universal sering digunakan untuk pemesinan umum.
    4. Mesin Bubut Vertikal: Dalam mesin ini, sumbu putar benda kerja berada dalam orientasi vertikal. Mesin bubut vertikal biasanya digunakan untuk komponen besar dan berat yang memerlukan stabilitas lebih tinggi.
    5. Mesin Bubut Turret: Mesin ini dilengkapi dengan turret yang dapat memegang beberapa alat potong sekaligus. Mesin bubut turret sangat efisien untuk produksi massal karena dapat mengganti alat dengan cepat tanpa menghentikan operasi.

     

    Mesin bubut memiliki berbagai fungsi, di antaranya:

    1. Turning (Pembubutan)

    Pengertian: Turning adalah proses dasar dalam pembubutan yang digunakan untuk membentuk benda kerja menjadi bentuk silindris atau konis (kerucut). Pada proses ini, benda kerja diputar, sementara alat potong bergerak sejajar dengan sumbu putaran benda kerja.

    Rough Turning: Digunakan untuk menghilangkan material dalam jumlah besar dengan kecepatan potong tinggi, untuk membentuk benda kerja kasar yang kemudian akan dihaluskan.
    Finish Turning: Proses pemotongan yang lebih halus untuk mendapatkan permukaan akhir dengan toleransi ukuran yang lebih ketat dan hasil yang lebih presisi.

    1. Facing

    Pengertian: Facing adalah proses pemesinan untuk memotong atau meratakan permukaan ujung benda kerja. Proses ini dilakukan dengan menggerakkan alat potong melintang dari pusat benda kerja menuju tepi luar.
    Aplikasi: Facing digunakan untuk membuat permukaan datar di ujung benda kerja, misalnya untuk mempersiapkan bagian akhir poros atau pipa sebelum perakitan.

    1. Threading (Pembuatan Ulir)

    Pengertian: Threading adalah proses pembuatan ulir pada permukaan benda kerja, baik ulir internal (di dalam lubang) maupun ulir eksternal (di luar benda kerja). Proses ini menggunakan alat potong khusus yang sesuai dengan profil ulir yang diinginkan.
    Ulir Segitiga: Ulir yang paling umum digunakan untuk pengencang seperti baut dan mur.
    Ulir Trapezoid: Digunakan untuk aplikasi yang memerlukan pergerakan linear seperti pada mesin pengangkat atau sekrup meja kerja.
    Proses: Threading dilakukan dengan mengatur kecepatan dan langkah bubut sehingga alat potong bergerak sesuai dengan profil ulir yang diinginkan. Mesin bubut dapat diprogram untuk memotong berbagai ukuran ulir dengan presisi.

    1. Drilling (Pengeboran)

    Pengertian: Drilling pada mesin bubut adalah proses pembuatan lubang dengan menggunakan alat bor. Alat bor dipasang pada tailstock mesin bubut dan didorong ke arah benda kerja yang berputar.
    Aplikasi: Drilling digunakan untuk membuat lubang pusat atau lubang berukuran besar dalam benda kerja yang sedang diputar. Mesin bubut memungkinkan pengeboran dengan presisi tinggi dan lubang yang sejajar dengan sumbu benda kerja.

    1. Boring

    Pengertian: Boring adalah proses memperbesar atau memperhalus lubang yang sudah ada dengan menggunakan alat potong. Proses ini digunakan untuk mencapai diameter lubang yang lebih presisi atau untuk memastikan kelurusan lubang.
    Aplikasi: Boring umumnya digunakan untuk memperbesar lubang pengeboran awal yang mungkin masih kasar dan kurang akurat. Ini juga sering digunakan untuk menciptakan toleransi ukuran yang ketat dan memastikan kelurusan lubang di komponen seperti silinder atau bantalan.

    1. Grooving (Pembuatan Alur)

    Pengertian: Grooving adalah proses pembuatan alur atau slot pada permukaan benda kerja. Alur ini bisa berbentuk aksial (sejajar dengan sumbu benda kerja) atau radial (tegak lurus dengan sumbu benda kerja).
    Aplikasi: Grooving biasanya digunakan untuk membuat ruang bagi cincin pengunci, segel, atau untuk keperluan lain seperti jalur pelumasan. Alur yang dibuat juga bisa digunakan untuk aplikasi lain seperti pembuatan slot dalam poros atau komponen lain.

    1. Parting/Cutting Off

    Pengertian: Parting atau cutting off adalah proses memotong bagian benda kerja dari sisa material dengan menggunakan alat potong khusus. Alat potong ini digerakkan secara radial menuju sumbu putaran benda kerja hingga benda kerja terpotong sepenuhnya.
    Aplikasi: Proses ini biasanya dilakukan pada akhir pemesinan ketika komponen yang sudah selesai dipotong dari sisa material atau batang kerja.

    1. Chamfering (Pembuatan Chamfer)

    Pengertian: Chamfering adalah proses pembuatan tepi miring atau bevel pada ujung benda kerja. Chamfering dilakukan untuk menghilangkan sudut tajam dan memberikan tampilan yang lebih rapi atau untuk mempermudah perakitan komponen.
    Aplikasi: Chamfering sering digunakan untuk menghilangkan sudut tajam yang bisa menyebabkan luka atau kerusakan pada komponen lain. Proses ini juga memudahkan perakitan komponen dengan ulir, seperti mur dan baut.

    Proses pemesinan pada mesin bubut melibatkan beberapa langkah penting, termasuk:

    1. Persiapan Benda Kerja: Benda kerja dipasang dengan aman pada chuck atau senter mesin. Pastikan benda kerja terpasang dengan kokoh dan sejajar dengan sumbu mesin.
    2. Pemilihan Alat Potong: Alat potong yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis material benda kerja dan operasi pemesinan yang akan dilakukan.
    3. Pengaturan Kecepatan: Kecepatan putar benda kerja (RPM) diatur sesuai dengan material dan ukuran benda kerja, serta jenis operasi pemesinan.
    4. Pemotongan Material: Alat potong digerakkan melawan benda kerja untuk menghilangkan material sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Operator atau program CNC mengendalikan arah dan kedalaman pemotongan.
    5. Pemeriksaan dan Finishing: Setelah pemesinan selesai, hasilnya diperiksa menggunakan alat ukur untuk memastikan bahwa komponen yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Finishing dapat dilakukan untuk memperhalus permukaan jika diperlukan.

     

    Keuntungan Menggunakan Mesin Bubut

    Presisi Tinggi: Mesin bubut memungkinkan pembuatan komponen dengan toleransi ukuran yang ketat dan presisi tinggi.
    Fleksibilitas: Mesin bubut dapat digunakan untuk berbagai jenis pemesinan, baik untuk produksi kecil maupun massal.
    Otomatisasi: Mesin bubut CNC memungkinkan otomatisasi proses, yang meningkatkan efisiensi dan konsistensi produk.


    Desain-tanpa-judul-2023-03-09T092231.744.png

    March 9, 2023 adminMobil

    1. Koil (Ignition Coil)

    Bagian mesin pertama yang tidak boleh terkena air adalah Koil. Fungsi dari bagian ini adalah untuk menghasilkan bunga api atau sumber listrik di bagian busi.

    Bunga api tersebut berasal dari berbagai tegangan volt yang sangat tinggi sehingga sehingga tidak boleh terkena air sedikit pun. Jika bagian koil terkena air, circuit kecil yang ada di dalamnya akan secara otomatis rusak dan tidak berfungsi.

    2. Injector dan Socketnya

    Bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air kedua adalah injector dan socketnya.

    Perlu diketahui apabila fungsi dari injector adalah menyalurkan atau menginjeksikan bahan bakar ke masing-masing silinder mesin.

    Injector dilindungi dengan socket yang fungsinya untuk menampung air. Namun, apabila jumlah air yang masuk terlalu banyak, maka karet pelindung socket bisa dengan mudah rusak dan air secara otomatis masuk ke dalam injector.

     

    3. Fuse Box

    Fuse Box sering juga disebut sebagai box sekring atau tempat disematkannya sekring. Letaknya biasanya berada di bagian dalam mesin mobil, tetapi terkadang ada beberapa mobil yang meletakkannya di bagian bawah dashbord pengemudi.

    Tujuannya adalah agar pengemudi bisa mengatur beberapa komponen dan juga melindunginya lewat pengontrolan sekring.

    4. Thottle Body

    Posisi thottle body terletak di bagian mesin yang cukup dalam dan menjadi bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air.

    Bentuknya sedikit bulat dengan beberapa lubang angin yang sudah dilengkapi dengan sensor ISC dan TPS.

    Kedua sensor tersebut akan sangat berbahaya apabila bersentuhan dengan air. Pada sensor ISC, air yang masuk bisa membuat rpm idling langsung berkurang fungsinya atau mendadak tidak stabil.

    5. Alternator

    Banyak yang menganggap jika alternator atau dinamo ampere tidak akan bermasalah apabila terkena air.

    Faktanya, tidak dapat dipungkiri apabila alternator memang bisa saja terkena air dan mungkin juga tidak terjadi apa-apa pada mesin tersebut.

    Namun, ada kalanya kerusakan datang secara lambat, terlebih apabila percikan air yang mengenai alternator tidak terlalu banyak.

    6. ECU

    Beberapa mobil memang tidak meletakkan bagian ECU (Engine Control Unit) di bagian mesin. Namun tetap saja ada beberapa produsen yang meletakkannya di bagian mesin.

    Biasanya mobil produksi dari benua Eropa yang meletakkan bagian ECU di mesin. Untuk itu, pastikan jika air tidak akan masuk ke dalam sela-sela socket atau merembes secara perlahan. Hal ini karena ECU merupakan bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air.

    7. Sensor dan Socketnya

    Di dalam mesin mobil sudah dilengkapi dengan berbagai macam sensor yang memiliki fungsinya masing-masing. Memang ada beberapa sensor yang tidak terpasang di bagian mesin mobil, tetapi tetap saja ada banyak yang telah terpasang.

    8. Delco (Distributor)

    Pada beberapa bagian mobil yang masih menggunakan Delco sebagai distributor, maka harus menjaganya agar tidak terkena air. Hal ini karena delco memiliki tugas untuk mendistribusikan pengapian untuk busi.

    Busi memang selalu membutuhkan sistem pengapian untuk membuatnya tetap bagus. Tentu saja, semua sistem pengapian adalah penghasil sumber listrik dan faktanya tidak boleh terkena air sedikitpun.


    Desain-tanpa-judul-2023-02-14T090204.360.png

    February 13, 2023 adminMobil

    Oli pelumas mesin merupakan komponen penting yang pada kendaraan Anda baik motor dan mobil. Umumnya komponen atau part ini memiliki tiga fungsi, sebagai pendingin mesin, pelumas, hingga menjaga kebersihan mesin.

    Namun, jika Anda tidak memperhatikan secara berkala maka akan sangat berpengaruh pada performa kendaraan. Komponen ini perlu penggantian secara rutin dan berkala untuk menjaga performa mesin tetap pada kondisi yang optimal.

    Umumnya penggantian oli mesin di kendaraan manual, rata-rata pabrikan menyarankan setiap 2.000 km – 3.000 km atau 2 bulan sekali untuk kendaraan roda dua, kalau mobil biasanya 10.000 km, atau enam bulan sekali.

    Bisa juga untuk melakukan penggantian oli dilihat dari jarak tempuh (kilometer ) atau jam pemakaian, mana yang lebih dulu tercapai. Namun disarankan bagi pengguna kendaraan dalam kota hanya mangacu berdasarkan bulan bukan kilometer. Hal itu disebabkan karena biasanya oli akan bekerja lebih ekstra dan berat dalam kondisi jalan yang macet. Berikut ini dilansir dari beberapa sumber (24/07),

    Beberapa dampak buruk jika terlambat mengganti oli:

    1. Mesin tidak bertenaga
    Mesin tidak bertenaga biasanya muncul pada oli yang sudah jelek akibat telat mengganti oli. Hal ini disebebkan karena semakin lama kualitas oli pasti mengalami penurunan yang diakibatkan karena sudah melewati umur batas pemakaian. Maka dari itu oli pelumas tidak bisa melumasi komponen internal mobil secara menyeluruh sehingga menurunkan performa mesin

    2. Boros bensin
    Telat mengganti oli juga berpengaruh pada keiritan bahan bakar. Sebab, oli yang tidak diganti dapat menyebabkan terjadi gesekan yang semakin kuat yang dapat mengakibatkan tariakan semakin berat. Hal itu dapat menyebabkan bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin memerlukan suplai bahan bakar lebih dalam mengolah tarikan kendaraan.

    3. Mesin overheat
    Hal ini bisa terjadi karen kondisi oli yang sudah jelek. Oli pelumas akan mulai menghitam dan mengental serta masuk kedua mesin akan mudah panas.

    4. Komponen mesin akan cepat aus
    Hal ini terjadi karena gesekan cukup parah pada internal mesin mobil. Hal itu disebabkan oli yang mengental, mengendap dan lengket pada dinding mesin yang dapat memicu terjadi kerak oli. Otomatis jika oli menjadi berkerak maka volume oli akan berkurang yang dapat mengakibatkan resiko gesekan yang lebih parah. BACA JUGA: 8 BUMN Gotong Royong Bikin Healthcare SuperApp FitAja!, Apa Saja Layanannya?

    5. Turun Mesin
    Jika oli sudah menempel dan menjadi kerak, maka hal ini bisa membuat kompresi jadi lemah dan performa mesin dijamin menurun.Semakin parah kendaraan jika tetap dipaksakan dan tidak mengganti oli dengan yang baru. Maka bisa berakibat turun dari mesin karena gesekan yang keras akibat dari oli yang sudah menempel dan menjadi kerak pada dinding internal mesin.

     


    Desain-tanpa-judul-2023-02-11T091827.282.png

    February 11, 2023 adminMobil

    Radiator merupakan salah satu komponen dari sistem pendingin yang berfungsi untuk mengeluarkan panas. Sistem pendinginan radiator dirancang khusus untuk kendaraan agar mesin tidak memiliki suhu panas berlebih dan tidak terjadi overheating.

    Karena peran radiator sangat krusial dalam menstabilkan suhu mesin, kalian perlu mengetahui definisi dan fungsi dari radiator yang akan kami bahas di bawah ini, simak!

    Pengertian Radiator

    Radiator adalah komponen yang berfungsi untuk memindahkan panas mesin dari medium satu ke medium lainnya. Tujuan pemasangan radiator adalah untuk menjaga temperatur mesin agar tetap stabil dan berjalan secara optimal.

    Sistem pendingin radiator tersusun oleh beberapa komponen, yaitu; upper tank, lower tank, radiator core, sirip, drain plug dan tutup radiator.

    Seperti yang kita tahu, bahwa kebanyakan radiator dipasang pada kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Namun tidak jarang radiator juga terpasang pada mesin yang membutuhkan pendinginan ekstra, alat-alat pabrik contohnya.

    Dalam cara kerjanya, radiator membutuhkan cairan yang berfungsi untuk menyerap panas dari mesin, yang biasa kita sebut sebagai air radiator atau coolant.

    Apakah Fungsi Radiator Pada Mesin?

     

    1. Menurunkan suhu panas berlebih pada mesin

    Fungsi utama radiator adalah menurunkan suhu panas berlebih pada mesin. Semakin lama kalian berkendara maka semakin tinggi juga suhu yang dihasilkan oleh mesin. Sehingga kendaraan membutuhkan sebuah sistem pendingin untuk mencegah terjadinya overheating.

    Siklus pendinginan akan terus terjadi selama mesin masih bekerja. Karena air radiator akan terus menyerap panas dari mesin dan akan mengalir kembali ke dalam radiator untuk didinginkan. Maka suhu mesin akan lebih terjaga dan stabil. Meminimalisir terjadinya kerusakan pada bagian komponen mesin kendaraan.

    2. Mencegah kemogokan dan overheat pada kendaraan

    Overheating biasanya terjadi karena habisnya air radiator atau terjadi kerusakan pada komponennya. Jika indikator suhu panas berlebih pada dashboard sudah menyala, tandanya kendaraan anda mengalami overheat.

    Jangan dipaksakan berjalan karena dapat berakibat fatal pada komponen mesin di dalamnya. Terlebih akan berefek pada komponen krusial seperti silinder. Bisa-bisa turun mesin atau bahkan kendaraan kalian mogok di tengah jalan.

    Maka dari itu, pastikan bahwa radiator pada kendaraan kalian berfungsi dengan baik dengan air radiator yang terisi di dalamnya. Sehingga kerusakan pada mesin mobil dapat diminimalisir.

    3. Menukar panas berlebih mesin dengan air dan udara dingin

    Ilustrasi pengisian cairan pada sistem pendingin

    Radiator akan mengeluarkan air radiator (coolant) lewat saluran atau selang yang ada di sekeliling mesin. Kemudian saat coolant atau air radiator mengalir, air tersebut akan menyerap panas dari dalam mesin.

    Setelah itu, air radiator akan kembali ke dalam mesin radiator dan udara panas akan menguap ke udara. Namun, radiator akan mendinginkan kembali coolant melalui kipas yang ada, sehingga proses tersebut akan berulang selama mesin kendaraan masih bekerja.

    4. Menampung Air Radiator

    Untuk bisa menjalankan fungsinya, radiator memerlukan cairan yang biasa kita sebut sebagai air radiator atau coolant. Fungsi utama air radiator atau coolant sendiri adalah untuk menyerap panas pada mesin melalui selang yang terhubung di bagian mesin kendaraan.

    Maka dari itu radiator mempunyai dua komponen bernama upper tank dan lower tank yang berfungsi untuk menampung air radiator. Sehingga ketika mobil berjalan, air radiator dapat langsung mengalir melalui water jacket


    Desain-tanpa-judul-2023-02-06T154844.682.png

    February 6, 2023 adminMobilMotor

    Oli bocor atau merembes pada bagian tengah mobil merupakan kondisi lazim yang sering dialami pemilik kendaraan roda empat. Meskipun bukan sesuatu yang aneh, tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan. Karena oli merupakan salah satu bagian penting pada mesin mobil.

    Tanpa oli, komponen-komponen yang ada tidak bisa terlumasi dengan baik Akibatnya, mesin mobil akan cepat rusak dan aus. Untuk mencegahnya, kita harus tahu penyebab utama mengapa oli bisa bocor dan mencari solusi atas masalah tersebut. Nah, di bawah ini merupakan beberapa hal yang menjadi penyebab kebocoran oli.

    Bak oli bocor

    Pada kendaraan roda empat, ada bagian yang disebut dengan bak oli atau packing carter. Untuk mobil keluaran lama, pada bagian dasar bak tersebut terdapat gasket berbahan dasar karet. Jika usia mobil sudah lama, bagian tersebut akan mengeras, mudah rusak, dan retak sehingga oli di dalamnya bisa tercecer.

    Sedangkan pada mobil keluaran terbaru, gasket tersebut tidak lagi berbahan dasar karet tetapi sealer yang kualitasnya jauh lebih kuat. Untuk sealer, kebocoran oli bisa terdeteksi saat ada gumpalan cairan kental hitam tersebut di sekitar packing carter. Jika ini yang terjadi, gantilah bak oli dengan yang baru. Untuk penggantian, Anda bisa mendatangi bengkel mobil langganan.

     

    Baut penutup oli rusak

    Kerusakan baut biasanya terjadi akibat kelalian saat mengganti oli. Jika dipasang terlalu kencang, baut akan merusak alur drat di dalamnya sehingga saat dilepas sebagian ulir akan terkelupas dan ikut keluar. Karena kondisi ulir sudah tidak maksimal, jeda yang tercipta memungkinkan oli untuk menetes. Untuk masalah semacam ini, solusinya adalah dengan mengganti baut penutup oli dengan yang baru.

     

    Seal filter oli rusak

    Pada bagian filter, terdapat karet bulat yang berfungsi sebagai gasket. Saat pemasangan, bagian ini tidak boleh dikencangkan karena dikhawatirkan karet akan rusak. Jika rusak, sebagian oli akan bocor. Inilah mengapa, untuk mengencangkan seal filter, lebih baik gunakan tangan agar tidak terlalu kencang.

     

    Kebocoran pada seal penutup katup

    Sama seperti bak oli, seal yang lama kelamaan bisa mengeras merupakan salah satu penyebab merembes dan bocornya oli. Kebocoran pada bagian ini biasanya terjadi pada mobil keluaran lama yang seal dan gasket-nya terbuat dari karet. Untuk mengatasi masalah tersebut, penggantian seal penutup katup sangat disarankan.

    Proses penggantian sendiri lebih baik dilakukan secara profesional oleh montir atau ahlinya. Karena dibutuhkan teknik dan pengetahuan yang tepat agar seal penutup katup terpasang sempurna sehingga nantinya tidak lagi timbul kebocoran atau merembesnya oli mesin.

     

    Seal crankshaft bocor

    Seal crankshaft terletak di bagian belakang dan depan poros engkol, jika bagian ini rusak biasanya akan terdapat rembesan di dekat pulley. Kebocoran pada area ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena oli bisa meredam karet pada pulley yang menyebabkan bagian tersebut oleng. Indikasi kebocoran pada bagian belakang juga bisa dilihat dari ada atau tidaknya tetesan di antara sambungan mesin dan transmisi.


    Desain-tanpa-judul-2023-02-03T141237.319.png

    January 23, 2023 adminMobil

    Cara Memperbaiki Rem Cakram Mobil Lengket Dengan Mudah Di Rumah

    Rem cakram yang macet atau lengket tentunya menjadi salah satu permasalaha yang sering terjadi dalam rem cakram. Kondisi pistom cakram yang kotor juga menyebabkan rem cakram mobil menjadi lengket. Ganti Oli RemTidak hanya sampai itu saja, cara memperbaiki rem cakram mobil lengket lainnya dapat dulakukan dengan mengganti oli rem yang lama dengan yang baru. Lakukan pemompakan oli rem hingga oli rem yang kotor dapat keluar semua hingga tersisa oli rem yang bersih saja.

    Cara Membersihkan Piston Rem Cakram Mobil

    Motor yang ditinggalkan saat liburan bisa mengakibatkan rem mendadak jadi macet. Biasanya memang gejala rem macet ini terjadi akibat pemilik yang malas membersihkan atau servis motornya. “Umumnya ini terjadi di motor yang jarang dicuci apalagi diservis berkala,” terang Ibrahim alias Baim dari D-Garage. Kotoran jadi bisa menumpuk di area piston kaliper dan mengeras. (Baca Juga: Banyak Pilihan, Segini Harga dan Ukuran Ring Pelek Jari-jari dari RCB)”Jadinya ketika rem ditekan bisa jadi rem tidak mau menekan atau tidak berbalik

    Piston Kaliper Rem Cakram Mobil Bisa Macet Begini Solusinya

    Saat rem bekerja, kampas rem akan terdorong oleh piston kaliper akibat gaya tekan minyak rem. Pada mobil yang jarang dirawat piston kaliper rem ini bisa bermasalah seperti terjadi macet. Piston kaliper rem macet bisa disebabkan dari debu yang menempel sehingga mempersulit gerakan komponen tersebut. Isal/GridOto kondisi tonjokan atau piston kaliper rem yang kotorBaca Juga: Tips Beli Mobil Bekas, Cara Bersihkan Kampas Rem Cakram yang Benar”Cara memperbaiki piston kaliper rem itu harus dibuka dari kaliper,” buka Sen-sen pemilik bengkel spesialis Senja Otomotive. Jika ada bagian badan piston kaliper yang berkarat maka sudah tidak bisa digunakan lagi.


    Desain-tanpa-judul-83.png

    November 14, 2022 adminMobilMotor

    Pengertian Rem Tromol

    Rem tromol adalah sistem pengereman pada kendaraan, yang menggunakan metode gesekan antara kampas dengan sebuah komponen berbentuk mangkuk. Perbedaannya dengan rem cakram ada pada arah gesekan. Rem cakram memiliki arah gesekan yang saling mendekati (menjepit), sehingga pada rem cakram piringan terdapat ditengah dua kampas. Namun pada rem tromol, arah gesekan saling menjauhi. Sehingga tromol yang terhubung dengan roda diletakan disisi luar dari dua kampas rem.

    Prinsip Kerja Rem Tromol

    Seperti yang dijelaskan diatas, rem tromol bekerja dengan prinsip gesekan. Gesekan ini akan mengubah energi putar pada tromol rem menjadi energi panas. Sehingga putaran roda akan berhenti dan temperature sekitar rem akan meningkat. Konstruksi rem tromol memiliki dua buah kampas rem yang terletak dibagian dalam. Lalu dibagian luar kampas rem terdapat komponen berbentuk mangkuk yang kita kenal sebagai tromol rem.

    Arah gerakan rem tromol itu saling menjauhi, artinya saat rem ditekan maka duua buah kampas rem akan bergerak ke arah luar (saling menjauhi). Gerakan tersebut akan membuat kampas rem menekan permukaan dalam tromol rem. Sehingga terjadilah gesekan yang akan menghentikan putaran tromol dan roda.

    Komponen Utama Rem Tromol

    Secara umum, ada tiga komponen utama pada sistem pengereman tipe tromol. Yaitu:

    1. Sepatu rem

    adalah komponen yang berfungsi untuk menempelkan kampas rem. Sepatu rem berbentuk setengah lingkaran yang memiliki permukaan luar rata. Di permukaan luar inilah ditempelkan sebuah kampas rem. Lebar kampas rem pada sepatu rem, itu cukup besar apabila dibandingkan dengan kampas rem cakram. Karena kampas rem ini, memanjang sepanjang permukaan sepatu rem. Hal tersebut membuat luas penampang rem menjadi semakin lebar dan kuat.

    2. Silinder roda

    Fungsi silinder roda, hampir sama dengan kaliper pada rem cakram. Yakni untuk menggerakan sepatu rem untuk bergerak menekan tromol rem. Bentuk silinder roda, seperti sebuah silinder yang memiliki dua buah piston pada dua ujungnya. Didalam silinder ini, terisi cairan hidrolik yang akan menggerakan piston ke luar. Saat piston terdorong oleh cairan hidrolik maka kampas rem akan ikut bergerak ke arah luar. Sehingga penekanan kampas rem terhadap tromol bisa terjadi.

    3. Tromol rem

    Tromol rem adalah komponen berbentuk seperti mangkuk yang dijadikan sebagai media gesekan. Fungsi tromol rem sebagai perantara putaran dari roda, artinya tromol rem itu akan berputar sesuai putaran roda. Sehingga ketika tromol rem dihentikan putarannya, otomatis roda kendaraan akan berhenti berputar. Tromol rem terbuat dari besi solid sehingga saat bergesekan dengan kampas rem, tidak terjadi keausan. Kalaupun terjadi keausan, itu akan berlangsung cukup lama.


    Desain-tanpa-judul-82.png

    November 12, 2022 adminMobilMotor

    Perbedaan rem tromol dan rem cakram pada kendaraan begitu terlihat jelas. Kendaraan pribadi saat ini hampir banyak dimiliki oleh semua orang.

    Selain lebih mudah saat akan bepergian, kendaraan pribadi juga lebih nyaman. Kendaraan bermotor atau sepeda motor sudah banyak memiliki fitur canggih dan terbaru.

    Alasan inilah mengapa jenis transportasi yang satu ini cukup populer. Sepeda motor hadir dengan banyak pilihan jenis, merk, dan berbagai kelebihan fitur yang ada.

    Perbedaan Rem Tromol dan Rem Cakram

    Pada kendaraan ada dua sistem pengereman. Sebut saja cakram dan tromol. Sesuai dengan energi yang ada, keduanya memiliki sistem kerja yang berbeda.

    Selain itu, kedua jenis rem kendaraan yang satu ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Secara sederhana fungsinya memang sama karena komponen yang satu ini cukup penting keberadaannya.

    Kedua rem ini tersusun atas komponen-komponen yang berbeda. Berikut ini ada perbedaan rem tromol dan rem cakram pada kendaraan.

    Rem Tromol

    Rem tromol merupakan jenis sistem yang ada pada kendaraan sejak zaman dulu. Komponen yang satu ini bisa anda temui pada sistem kerja kendaraan lawas.

    Namun, hingga saat ini pun jenis komponen yang satu ini masih terpakai dengan modifikasi hidrolik. Hal ini karena rem tromol memiliki beberapa kelebihan pada cara kerjanya.

    Daya kerja rem tromol akan lebih efisien daripada rem cakram. Rem tromol atau drum brake mengandalkan kinerja antara gesekan kampas dengan tromol.

    Komponen utama yang ada yaitu silinder roda, kampas rem, dan tromol rem. Komponen ini memiliki bentuk seperti mangkuk yang bekerja dengan putaran sesuai putaran pada roda.

    Ketika pengendara menginjak rem, minyak rem akan mendorong piston untuk menggerakkan kampas. Sehingga kampas menekan tromol yang mampu mengakibatkan gaya gesek untuk menghambat pergerakan roda kendaraan.

    Perbedaan keduanya pun bisa terlihat dari sistem dan komponennya. Pada komponen tromol kampas memiliki bentuk lebih lebar sehingga menghasilkan pengereman yang kuat.

    Apalagi komponen yang satu ini juga memiliki sistem kerja yang lebih tertutup. Sehingga rem tromol cenderung lebih bersih.

    Rem Cakram

    Jenis sistem pengereman pada kendaraan lainnya yaitu cakram. Rem cakram biasa memiliki sebutan dengan disc brake. Komponen yang satu ini juga terdiri dari piringan cakram dan kaliper rem. Isi dari kaliper yaitu berisi piston serta kampas.

    Berbeda dengan rem tromol, sistem kerja rem cakram ini mengandalkan penjepitan piringan cakram pada bagian roda mobil. Saat pengendara menginjak rem, master rem akan mendorong minyak rem agar dapat mengalir ke piston.

    Selanjutnya komponen kaliper akan mendorong piston untuk bergerak. Sehingga kampas akan menjepit cakram. Adanya sistem kerja tersebut, roda kendaraan akan melambat hingga akhirnya berhenti.

    Sistem kerja pada rem yang satu ini bertumpu pada penjepit cakram itu sendiri yang langsung terhubung dengan roda kendaraan. Sistem kerja inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari rem cakram.

    Selain itu, masih ada juga perbedaan komponen ini yaitu terletak pada sistem pendinginnya. Melalui rongga-rongga atau lubang pada cakram pendingin bekerja.


    Desain-tanpa-judul-70.png

    Istilah rasio kompresi sering kali kita temui ketika berurusan dengan mesin kendaraan. Ada yang bilang berhubungan dengan jenis bahan bakar yang harus dikonsumsi atau emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan.

    Namun, apa sebenarnya arti dari rasio kompresi itu? Sebelum membahas soal rasio mari kita bahas dulu tentang kompresi (pemadatan). Setiap silinder mesin menghasilkan kompresi yakni ketika gas dan udara dalam silinder dipadatkan volumenya menjadi sangat kecil. Hal ini terjadi dalam proses pergerakan piston ke atas sebelum campuran itu dibakar oleh busi bersama bahan bakar di ruang bakar.

    Lantas rasio apa yang dimaksud? Rasio kompresi berarti perbandingan antara volume silinder ketika piston berada di titik terendah dengan posisi piston pada titik paling atas. Semakin tinggi perbandingannya berarti udara yang terkompresi makin banyak, artinya bahan bakar yang terbakar bisa semakin banyak.

    Sebagai contoh, pada mobil bermesin 4-silinder, 2.0L, dengan setiap silinder berisi 500 cc. Saat piston di posisi bawah tiap silinder terisi penuh 500 cc gas dan udara, ketika piston berada di atas volumenya menjadi 50 cc. Hal itu menandakan rasio kompresinya 1:10.

    “Perbandingan kompresi rendah berarti ruang bakar otomatis luas, tapi bila tinggi berarti ruang bakar sempit. Torsi akan membesar saat perbandingan rasio makin tinggi, efisiensi makin meningkat dengan jumlah bahan bakar yang sama,” ujar Ari Tristanto, Sales Trainer Mazda Motor Indonesia.

    Rasio kompresi menentukan kandungan Research Octane Number (RON) dalam bahan bakar yang wajib digunakan. Semakin tinggi maka butuh RON semakin besar, bila tidak sesuai maka rentan knocking alias detonasi atau ngelit

    Penggunaan Jenis BBM Berdasarkan Nilai Rasio Kompresi

     

    Lantas apa saja jenis BBM yang banyak digunakan berdasarkan nilai rasio dari kompresi motor? Hingga saat sudah ada beberapa jenis BBM yang digunakan sesuai dengan nilai oktannya. Nilai oktan sendiri adalah tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

    Jika nilai oktannya semakin tinggi, maka semakin besar juga tekanan yang dibutuhkan bahan bakar supaya bisa terbakar. Agar kendaraan yang dimiliki awet, maka penggunaan bahan bakar juga harus disesuaikan antara nilai oktan dan juga rasio kompresi mesin motor yang digunakan. Berikut ini adalah jenis bahan bakar berdasarkan nilai oktannya (RON / research octane number).

    1. Premium untuk Kompresi Mesin 7 s/d 9 : 1

    Jenis bahan bakar premium memiliki nilai oktan 88. Adapun rasio kompresi ideal penggunaannya adalah untuk sepeda motor yang nilai kompresinya antara 7 sampai dengan 9 banding 1. Contoh kendaraan yang menggunakan BBM ini adalah motor lawas.

    2. Pertalite untuk  Kompresi Mesin 9 s/d 10 : 1

    Jenis bahan bakar yang satu ini memiliki nilai oktan 90. Adapun rasio perbandingan kompresi ideal penggunaannya adalah 9 sampai dengan 10 banding 1. Motor dari Yamaha yang memakai BBM ini adalah :

    • Yamaha Vega Force dan Jupiter Z dengan kompresi mesin 9,3:1.
    • Yamaha Mio M3 125, Mio Z, dan Yamaha Byson Fi dengan memiliki nilai kompresi mesin 9,5:1 (ada di rentang 9 s/d 10).

    3. Pertamax untuk Kompresi Mesin 10 s/d 11 : 1

    Sedangkan untuk jenis bahan bakar yang pertamax nilai oktannya adalah 92 dengan rasio kompresi ideal penggunaannya adalah 10 sampai dengan 11 banding 1. Contoh kendaraan yang memakai BBM ini adalah :

    • Yamaha Xabre, MX King 150, Aerok 155 VVA dan Vixion.dengan nilai kompresi 10,4:1.

    Selain pertamax, shell super dan performance 92 bisa digunakan sebagai bajan bakar kategori kompresi mesin antara 10 s/d 11 karena memiliki nilai oktan yang sama, yaitu 92.

    4, Pertamax Plus untuk Kompresi Mesin 11 s/d 12 : 1

    Jenis bahan bakar pertamax plus memiliki nilai oktannya mencapai 95. Bahan bakar yang satu ini memiliki rasio kompresi ideal penggunaannya yakni 11 sampai dengan 12 banding 1. Beberapa produk dari Yamaha memakai BBM tersebut, seperti halnya YZF-R25 dan MT-25 dengan nilai kompresi mesin motor 11,6 : 1.

    Selain pertamax plus, shell v-power dan performance 95 bisa digunakan sebagai bajan bakar kategori kompresi mesin antara 11 s/d 12 karena memiliki nilai oktan yang sama, yaitu 95.


    Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.

    WeCreativez WhatsApp Support
    Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!