MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

  • Latest news

    Classic list

    Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
    980445259p.jpg

    August 12, 2025 magang rplbengel seal

    Sektor industri mesin dan perlengkapannya di Indonesia mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan pada kuartal pertama tahun 2025. Berdasarkan data resmi, subsektor ini mengalami kontraksi sebesar –0,65% secara tahunan (year-on-year). Penurunan ini menandakan adanya tantangan yang dihadapi pelaku industri di awal tahun.

    Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya masih terbatasnya permintaan pasar, fluktuasi harga bahan baku, serta tekanan dari barang impor yang memiliki daya saing harga lebih tinggi. Selain itu, biaya produksi yang meningkat akibat kenaikan harga energi dan logistik turut memberikan beban bagi produsen mesin lokal.

    Meskipun demikian, para pelaku industri dan pemerintah optimistis kinerja sektor ini akan membaik pada kuartal-kuartal berikutnya. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, seperti mendorong program substitusi impor, memperkuat rantai pasok lokal, serta memberikan insentif bagi pelaku industri untuk melakukan modernisasi teknologi produksi.

    Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan investor, diharapkan industri mesin Indonesia dapat kembali tumbuh positif dan berperan besar dalam memperkuat sektor manufaktur nasional.


    01jfvb11ewzfn3a1nr57cz5swv.webp

    August 12, 2025 magang rplbengel seal

    Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Indonesia pada Januari 2025 tercatat sebesar 53,10, menunjukkan kondisi yang masih berada di zona ekspansi. Angka ini meningkat dibandingkan capaian Desember 2024 sebesar 52,35, serta lebih tinggi dari Januari 2024 yang berada di posisi 51,54.

    Dari total 23 subsektor manufaktur, sebanyak 20 subsektor mencatat pertumbuhan, sedangkan 3 lainnya berada di zona kontraksi. Sektor yang menunjukkan kinerja positif antara lain industri makanan dan minuman, logam dasar, peralatan listrik, serta mesin dan perlengkapannya.

    Kenaikan IKI ini mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap prospek usaha, meski masih ada tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku, ketersediaan stok, dan dinamika permintaan konsumen. Pemerintah menilai bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan kebijakan yang mendorong aktivitas produksi, termasuk insentif fiskal, program revitalisasi mesin, dan promosi ekspor.

    Dengan tren positif ini, diharapkan sektor manufaktur dapat terus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025. Namun, pemerintah dan pelaku industri tetap diingatkan untuk menjaga efisiensi, beradaptasi terhadap perubahan pasar global, serta memanfaatkan peluang teknologi guna mempertahankan momentum ekspansi.


    5e4a9dd73a0a4.jpg

    August 12, 2025 magang rplbengel seal

    Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong modernisasi sektor manufaktur melalui Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Produksi. Pada tahun 2024, program ini kembali dilanjutkan dengan alokasi anggaran sebesar Rp7,5 miliar, menyasar sektor industri kayu olahan dan furnitur.

    Program restrukturisasi ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 42 Tahun 2022, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kualitas hasil produksi di industri pengolahan. Dengan bantuan dana tersebut, pelaku industri dapat mengganti atau memperbarui mesin lama dengan teknologi yang lebih canggih, hemat energi, dan ramah lingkungan.

    Manfaat dari program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga memperkuat daya saing di pasar global. Mesin modern memungkinkan proses produksi berjalan lebih cepat, presisi tinggi, dan mampu memenuhi standar internasional.

    Kemenperin menegaskan bahwa modernisasi mesin merupakan salah satu kunci untuk menjawab tantangan industri masa kini, termasuk tuntutan pasar akan produk berkualitas, efisiensi biaya, serta keberlanjutan lingkungan. Ke depan, diharapkan program restrukturisasi ini dapat diperluas ke sektor industri lainnya, sehingga transformasi teknologi dapat dirasakan secara merata di seluruh ekosistem manufaktur nasional.


    Desain-tanpa-judul-60-1.webp

    August 12, 2025 magang rplbengel seal

    Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah menuju revolusi industri berbasis teknologi melalui peluncuran Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Inisiatif ini menjadi bagian penting dari peta jalan Making Indonesia 4.0, yang dirancang untuk memperkuat daya saing nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

    PIDI 4.0 hadir sebagai pusat inovasi, kolaborasi, dan adopsi teknologi digital bagi pelaku industri di berbagai sektor. Fokus utama program ini meliputi industri elektronik, otomotif, alat kesehatan, kimia, serta makanan dan minuman—lima sektor yang saat ini menyumbang sekitar 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB) industri dan 65% total ekspor nasional.

    Melalui fasilitas PIDI 4.0, pelaku industri dapat mengakses berbagai layanan seperti pelatihan transformasi digital, konsultasi penerapan teknologi Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga manufaktur berbasis data (data-driven manufacturing). Pusat ini juga menjadi wadah bagi pengembangan smart factory, di mana proses produksi dikelola secara otomatis dan terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas produk.

    Selain mendukung modernisasi pabrik, PIDI 4.0 berperan dalam memperkuat ekosistem industri digital di Indonesia. Kolaborasi dengan universitas, lembaga riset, dan perusahaan teknologi global diharapkan mempercepat transfer pengetahuan, menciptakan inovasi produk, dan membuka peluang ekspor bernilai tinggi.

    Dengan implementasi yang tepat, PIDI 4.0 bukan hanya sekadar pusat pelatihan teknologi, tetapi juga motor penggerak transformasi industri nasional menuju era Industry 4.0, di mana teknologi digital menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


    pameran_manufaktur.jpg

    August 12, 2025 magang rplbengel seal

    Industri manufaktur Indonesia terus bergerak menuju kemandirian dan daya saing global melalui inovasi teknologi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Salah satu langkah strategis yang menonjol adalah pengembangan ekosistem integrasi yang dipadukan dengan platform TKDN Hub.

    Langkah ini mendapatkan sorotan dalam ajang Manufacturing Indonesia 2024, sebuah pameran industri berskala internasional yang menjadi ajang pertemuan para pelaku usaha, produsen, inovator, dan pembuat kebijakan. Melalui pameran ini, pemerintah bersama pelaku industri berupaya menciptakan lingkungan bisnis yang saling terhubung—mulai dari produsen bahan baku, perancang teknologi, hingga industri hilir.

    TKDN Hub hadir sebagai pusat informasi, kolaborasi, dan integrasi data terkait TKDN. Platform ini memudahkan pelaku usaha untuk mengakses informasi spesifikasi produk lokal, memeriksa tingkat kandungan lokal, serta menemukan peluang kolaborasi dengan produsen dalam negeri. Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat realisasi target TKDN, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

    Tak hanya itu, Manufacturing Indonesia 2024 juga menghadirkan beragam inisiatif kreatif seperti Robo Park dan Kaizen Clinic. Robo Park menjadi wadah inovasi teknologi robotika dalam proses manufaktur, sementara Kaizen Clinic memberikan pelatihan dan bimbingan langsung terkait perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Kedua program ini menjadi penopang penting dalam membentuk industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar global.

    Dengan adanya sinergi antara ekosistem industri yang terintegrasi dan dukungan teknologi TKDN Hub, diharapkan Indonesia mampu memperkuat kemandirian industri manufaktur, memperluas ekspor, serta menempatkan diri sebagai pemain utama dalam rantai pasok global yang berkelanjutan.


    Insentif-Kendaraan-Listrik-di-Indonesia-20022023-MRH-2.jpg-e1754365265965.webp

    August 5, 2025 magang rplbengel seal

    Industri mesin listrik dalam negeri menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan elektrifikasi dan energi ramah lingkungan, para produsen mesin listrik lokal mulai mencuri perhatian investor asing, terutama dari Tiongkok. Upaya kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri manufaktur nasional dan mempercepat pertumbuhan sektor energi dan permesinan.

    Daya Tarik Industri Mesin Listrik di Indonesia

    Indonesia kini dipandang sebagai salah satu pasar paling menjanjikan untuk pengembangan industri mesin listrik, baik untuk keperluan industri, infrastruktur, maupun energi terbarukan. Permintaan terhadap motor listrik, generator, dan peralatan kelistrikan lainnya meningkat tajam, terutama karena dorongan terhadap transisi energi dan program elektrifikasi nasional.

    Pabrik-pabrik lokal yang sebelumnya hanya melayani pasar regional kini mulai mengembangkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan skala besar, sekaligus menawarkan peluang kerja sama kepada mitra luar negeri.

    Minat Tinggi Investor Tiongkok

    Beberapa investor dari Tiongkok disebut tengah menjajaki peluang kerja sama, mulai dari penyediaan teknologi hingga pendirian pabrik bersama. Dengan pengalaman dan kapasitas teknologi tinggi, investor asing dapat membantu mempercepat modernisasi produksi di Indonesia.

    Kemitraan strategis ini memungkinkan terjadinya transfer teknologi, peningkatan standar kualitas produk, serta efisiensi proses produksi melalui otomatisasi dan digitalisasi.

    Meningkatkan Kemandirian Industri

    Melalui investasi dan kolaborasi ini, produsen mesin listrik lokal berpeluang meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperluas jangkauan pasar, termasuk ekspor ke negara-negara Asia Tenggara. Pemerintah pun mendukung inisiatif ini dengan menyediakan insentif fiskal serta kemudahan perizinan untuk proyek-proyek strategis nasional di sektor manufaktur energi.

    Penutup

    Kolaborasi antara produsen lokal dan investor asing dalam pengembangan industri mesin listrik menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi industri nasional. Bukan hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi juga membawa Indonesia lebih dekat pada tujuan kemandirian energi dan industrialisasi berbasis teknologi tinggi.


    midea-akan-bangun-2-pabrik-baru-1-e1754364664369.webp

    August 5, 2025 magang rplbengel seal

    Perusahaan elektronik asal Tiongkok, Midea Group, mengumumkan rencananya untuk membangun dua fasilitas manufaktur baru di Indonesia. Fasilitas tersebut akan difokuskan untuk memproduksi mesin cuci dan kulkas, sebagai bagian dari strategi perluasan bisnis dan peningkatan kapasitas produksi lokal di kawasan Asia Tenggara.

    Lokasi Strategis di Jababeka dan Karawang

    Pembangunan pabrik direncanakan berlokasi di dua kawasan industri utama, yaitu Jababeka (Cikarang) dan Karawang. Kedua lokasi ini dipilih karena infrastruktur logistik yang sudah matang serta dekat dengan pusat distribusi nasional. Investasi ini diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, yang juga akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

    Perluasan Investasi Setelah Pabrik AC

    Langkah ini menjadi kelanjutan dari ekspansi Midea sebelumnya di Indonesia, yang telah lebih dulu mendirikan pabrik pendingin ruangan (AC). Dengan adanya tambahan dua lini produksi baru, Midea semakin memperkuat posisinya di pasar elektronik rumah tangga Indonesia. Target utamanya adalah memenuhi permintaan dalam negeri sekaligus memperluas kapasitas untuk ekspor ke negara tetangga di ASEAN.

    Dorong Peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)

    Melalui pembangunan fasilitas ini, Midea juga berkomitmen untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pabrik akan mengandalkan lebih banyak pasokan dari produsen lokal, baik dalam bentuk bahan baku maupun komponen. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong investasi asing untuk membawa manfaat langsung bagi industri lokal dan rantai pasok nasional.

    Komitmen Jangka Panjang di Indonesia

    Midea melihat Indonesia sebagai pasar strategis jangka panjang karena pertumbuhan penduduk dan permintaan yang terus meningkat untuk peralatan rumah tangga. Dengan membangun basis produksi lokal, perusahaan tidak hanya dapat memangkas biaya logistik dan impor, tetapi juga beradaptasi lebih cepat dengan kebutuhan pasar domestik.

    Kesimpulan

    Ekspansi Midea melalui pendirian pabrik mesin cuci dan kulkas di Indonesia mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap iklim industri nasional. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi industri manufaktur Indonesia menuju kemandirian produksi elektronik rumah tangga.


    kolaborasi-telkomsel-dan-pt-pegaunihan-technology-indonesia_tpyg-1200x800.png

    August 5, 2025 magang rplbengel seal

    Perusahaan teknologi global asal Taiwan, Pegatron, meresmikan fasilitas manufaktur terbarunya di Kawasan Industri Batamindo, Batam, pada pertengahan 2025. Pabrik ini disebut sebagai salah satu bentuk nyata dari implementasi Smart Factory di Indonesia, menggabungkan otomatisasi tingkat tinggi dengan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan jaringan 5G.

    Teknologi Canggih untuk Produksi Lebih Efisien

    Dalam fasilitas terbaru ini, Pegatron memproduksi berbagai komponen elektronik dan ICT (Information and Communication Technology), termasuk PCB dan bagian penting dari perangkat teknologi konsumen. Berbeda dari pabrik konvensional, sistem produksi di sini mengandalkan automasi penuh dengan pengawasan manusia yang minimal.
    Operator manusia lebih berperan sebagai pengawas proses daripada pelaksana langsung, karena seluruh mesin sudah terintegrasi dalam sistem yang mampu menganalisis data dan melakukan penyesuaian produksi secara otomatis.

    Konektivitas dan AI untuk Industri 4.0

    Penggunaan jaringan 5G menjadi tulang punggung komunikasi antarmesin dalam sistem ini. Setiap unit mesin terhubung dalam ekosistem digital yang memungkinkan pengambilan keputusan secara real-time berdasarkan data operasional yang dikumpulkan.
    Dengan dukungan AI, pabrik ini mampu mendeteksi potensi masalah dalam proses produksi lebih cepat, melakukan prediksi pemeliharaan (predictive maintenance), serta menyesuaikan output sesuai permintaan pasar dengan cepat.

    Dampak terhadap Industri Manufaktur Nasional

    Kehadiran Pegatron di Batam tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global elektronik, tetapi juga mendorong transformasi industri lokal menuju manufaktur pintar (smart manufacturing). Selain membuka peluang kerja berbasis teknologi tinggi, langkah ini juga menjadi contoh bagi pabrik lain untuk berinvestasi dalam digitalisasi dan otomatisasi.

    Penutup

    Smart Factory Pegatron di Batam menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia menuju era Industri 4.0. Dengan teknologi mutakhir dan sistem kerja efisien, pabrik ini memperlihatkan bagaimana inovasi dapat mengubah wajah industri manufaktur—dari sekadar produksi massal menjadi sistem yang pintar, adaptif, dan berkelanjutan.


    download.jpeg

    August 5, 2025 magang rplbengel seal

    Di tengah laju perkembangan industri manufaktur yang semakin cepat, proses produksi massal menjadi strategi utama untuk menciptakan produk dalam jumlah besar dengan biaya efisien. Namun, seiring meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap produk yang lebih personal, kustomisasi dalam produksi massal menjadi langkah strategis yang penting untuk diterapkan.

    Mengapa Kustomisasi Diperlukan?

    Dengan kemajuan teknologi, perusahaan manufaktur kini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan produk sesuai permintaan konsumen tanpa mengorbankan efisiensi produksi. Kustomisasi ini bertujuan untuk:

    • Menyesuaikan produk dengan kebutuhan spesifik konsumen, sehingga lebih relevan dan bernilai di mata pengguna.

    • Menjaga efisiensi lini produksi, dengan memaksimalkan penggunaan teknologi yang telah dimiliki agar investasi tetap berkelanjutan.


    Jenis-Jenis Kustomisasi Produksi Massal

    Berikut adalah berbagai pendekatan kustomisasi yang dapat diterapkan dalam sistem produksi massal:

    1. Kustomisasi Kolaboratif

    Dalam model ini, produsen dan konsumen bekerja sama secara langsung untuk menentukan desain dan spesifikasi produk. Cocok bagi konsumen yang belum memahami secara detail kebutuhannya. Produsen dapat memberikan panduan teknis dalam proses perancangan.

    Contoh: Konsumen ingin memesan kemasan plastik khusus dengan jenis tutup tertentu, namun belum tahu bahan terbaik yang cocok. Produsen memberikan saran berdasarkan pengalaman dan spesifikasi teknis.

    2. Kustomisasi Adaptif

    Perusahaan menawarkan produk dasar yang bisa dimodifikasi setelah pembelian. Perubahan ini bersifat opsional dan tidak memengaruhi struktur utama produk.

    Contoh: Mobil dengan spesifikasi standar yang dapat dimodifikasi pada bagian eksterior seperti bumper, warna, atau tambahan fitur tertentu sesuai keinginan pembeli.

    3. Kustomisasi Transparan

    Produsen merancang produk berdasarkan analisis kebiasaan atau preferensi pelanggan, tanpa perlu keterlibatan langsung dari konsumen. Dengan memahami pola perilaku pembelian, produk dirancang lebih personal.

    Contoh: Produsen mobil menciptakan variasi desain dan ukuran mobil berdasarkan tren dan data permintaan pasar.

    4. Kustomisasi Kosmetik

    Perusahaan menjual produk standar, tetapi dikemas atau dipasarkan secara berbeda sesuai dengan segmen pasar yang dituju.

    Contoh: Air mineral dengan ukuran dan kemasan berbeda untuk konsumen rumahan, restoran, hingga korporat.


     Manfaat Strategis dari Kustomisasi Massal

    Implementasi kustomisasi dalam produksi massal membawa berbagai keuntungan yang signifikan bagi pelaku industri:

    1. Mendorong Inovasi
      Produsen ditantang untuk memahami lebih dalam kebutuhan konsumen dan berinovasi dalam desain maupun teknologi untuk menciptakan produk yang lebih kompetitif.

    2. Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan
      Produk yang sesuai keinginan konsumen akan meningkatkan kepuasan, yang pada akhirnya mendorong loyalitas dan promosi dari mulut ke mulut.

    3. Menjangkau Pasar yang Lebih Tertarget
      Dengan menawarkan variasi sesuai kebutuhan, produsen dapat memperluas cakupan pasarnya dan menjangkau segmen yang sebelumnya sulit diraih.

    4. Meningkatkan Penjualan dan Efisiensi
      Kustomisasi membuka peluang baru dalam penjualan produk unik yang belum tersedia di pasaran. Selain itu, dapat mengurangi pemborosan dalam proses produksi.


     Kustomisasi Mudah Bersama Imajin Manufacturing HUB

    Apabila Anda mencari layanan produksi massal yang tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, Imajin Manufacturing HUB adalah mitra ideal Anda. Dengan teknologi modern dan sistem yang fleksibel, Imajin menawarkan layanan produksi mold & dies dan produk plastik yang bisa dikustomisasi sesuai permintaan, tanpa mengorbankan efisiensi maupun kualitas.

     Gabung sekarang juga di platform Imajin dan wujudkan produk sesuai impian Anda dengan proses yang cepat dan harga yang terjangkau!


    aerial-view-large-green-energy-processing-plant-with-building-warehouse-refinery-tower-warehouse-chemical-processing-technology-scaled-1-1200x799.jpg

    August 5, 2025 magang rplbengel seal

    Jawa Tengah semakin menegaskan perannya sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur yang strategis di Indonesia. Kontribusinya terhadap perekonomian, baik di tingkat provinsi maupun nasional, menunjukkan peningkatan signifikan, menjadikan sektor ini sebagai motor utama dalam mendorong kemajuan ekonomi regional.

    Kontribusi Nyata terhadap Ekonomi Daerah

    Pada tahun 2023, sektor manufaktur menyumbang sebesar 34,45% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah, yang setara dengan nilai sekitar Rp577 triliun. Angka tersebut mencerminkan dominasi industri ini dalam struktur ekonomi provinsi. Proyeksi ke depan juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat, seiring dengan peningkatan investasi dan daya saing industri lokal.

    Dalam struktur industri manufaktur, subsektor makanan olahan menjadi yang paling dominan, dengan lebih dari seribu perusahaan aktif. Sektor ini diikuti oleh industri pakaian jadi, tekstil, dan furnitur yang turut menopang posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat industri nasional.

    Pertumbuhan Perusahaan Manufaktur

    Pada 2024, tercatat lebih dari 5.000 perusahaan manufaktur skala besar dan menengah beroperasi di provinsi ini. Angka tersebut menunjukkan geliat industri yang terus meningkat dan menjadi pendorong utama ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan.


    Faktor yang Menopang Pertumbuhan

    Kesuksesan industri manufaktur di Jawa Tengah tidak lepas dari berbagai keunggulan kompetitif yang dimiliki, antara lain:

    • Ketersediaan Tenaga Kerja: Provinsi ini memiliki populasi besar dengan sumber daya manusia yang terampil, menjadi daya tarik bagi investor.

    • Akses Bahan Baku Lokal: Ketersediaan bahan mentah seperti hasil pertanian mendukung sektor pengolahan dan menciptakan nilai tambah ekonomi.

    • Infrastruktur Memadai: Proyek seperti Kawasan Industri Terpadu Batang dan pengembangan jalan tol, pelabuhan, hingga bandara mempercepat logistik industri.

    • Kebijakan Ramah Industri: Pemerintah daerah dan pusat mendorong pertumbuhan sektor ini dengan insentif fiskal, kemudahan perizinan, serta berbagai program pendukung lainnya.


     Arah Strategis dalam RPJPD Jawa Tengah 2025–2045

    Pemerintah Jawa Tengah telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) sebagai fondasi arah pembangunan hingga dua dekade ke depan. Beberapa strategi kunci yang relevan dengan sektor manufaktur antara lain:

    • Mendorong pemerataan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja industri.

    • Memperkuat inovasi dan penerapan teknologi di sektor manufaktur.

    • Meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan vokasi.

    • Membangun sistem industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.


    Peluang dan Tantangan

    Permintaan pasar domestik dan internasional yang terus tumbuh menciptakan peluang ekspansi yang besar bagi sektor industri manufaktur. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku, persaingan global, serta tuntutan terhadap keberlanjutan menjadi hal yang harus diantisipasi dengan strategi adaptif dan inovasi berkelanjutan.


    Menuju Masa Depan Industri yang Tangguh dan Berdaya Saing

    Dengan fondasi yang kuat, dukungan pemerintah, dan keterlibatan sektor swasta, Jawa Tengah berada dalam posisi yang sangat strategis untuk menjadi pusat manufaktur unggulan Indonesia. Momentum pertumbuhan ini perlu dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan daya saing, inovasi produk, dan kolaborasi lintas sektor.

    Kini saatnya industri manufaktur Jawa Tengah naik kelas — menjadi industri yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar global.


    Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.

    WeCreativez WhatsApp Support
    Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!