MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

  • Latest news

    Classic list

    Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
    16x9-Katowice-Poland-Plant-P1000656.1280-1200x675.webp

    August 21, 2025 magang rplbengel seal

    Surabaya, 2024 – Perusahaan teknologi industri global, Rockwell Automation, menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi manufaktur di kawasan Asia Tenggara melalui ajang ROKLive Southeast Asia 2024 yang digelar di Surabaya. Acara ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku industri untuk memahami sekaligus mengadopsi teknologi terbaru dalam menghadapi era digitalisasi manufaktur.

    Melalui forum ini, Rockwell Automation memperkenalkan berbagai solusi berbasis otomasi, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan operasional industri. Fokus utama inovasi tersebut adalah memperkuat daya saing manufaktur di kawasan, termasuk Indonesia, agar mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan pasar global.

    Para peserta ROKLive Southeast Asia 2024 mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung demonstrasi teknologi mutakhir, seperti smart factory, integrasi sistem digital, hingga solusi otomasi energi yang ramah lingkungan. Inovasi ini diyakini dapat menjadi jawaban atas tantangan industri, mulai dari peningkatan biaya produksi hingga tuntutan keberlanjutan.

    Selain menampilkan teknologi, acara ini juga menghadirkan sesi diskusi dan kolaborasi antara pakar industri, pelaku usaha, serta akademisi. Rockwell Automation menekankan pentingnya sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan ekosistem industri guna menciptakan rantai nilai yang lebih adaptif dan tangguh.

    Dengan hadirnya ROKLive Southeast Asia 2024 di Surabaya, Rockwell Automation menunjukkan dukungannya terhadap perkembangan industri manufaktur Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam mengawal masa depan otomasi industri di kawasan Asia Tenggara.


    Ie305_di_Duren_kalibata-1200x802.jpg

    August 21, 2025 magang rplbengel seal

    Industri perkeretaapian nasional kembali menorehkan prestasi dengan hadirnya Kereta Rel Listrik (KRL) IE305 Series, hasil karya PT Industri Kereta Api (INKA). Produk ini menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam mengembangkan transportasi massal berbasis listrik dengan teknologi modern, sekaligus memperkuat kemandirian di sektor transportasi publik.

    Proses Produksi dan Uji Coba

    KRL IE305 Series diproduksi di fasilitas milik PT INKA di Madiun dan Banyuwangi. Setelah melewati tahap perakitan, rangkaian kereta ini menjalani berbagai pengujian menyeluruh untuk memastikan standar keamanan, kenyamanan, dan efisiensi operasional. Proses uji coba dilakukan di lintasan kereta nasional, dengan target agar KRL ini dapat segera beroperasi di jalur Jabodetabek mulai tahun 2025.

    Desain dan Teknologi

    KRL ini mengusung desain modern dengan perpaduan komponen lokal dan impor. Tampilan eksterior dibuat lebih aerodinamis, sementara interiornya dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang, termasuk kapasitas lebih besar dan sistem pendingin udara yang lebih efisien. Dari sisi teknologi, IE305 Series dilengkapi sistem traksi listrik hemat energi serta fitur keselamatan berstandar internasional.

    Dukungan untuk Transportasi Ramah Lingkungan

    Sebagai transportasi massal berbasis listrik, KRL IE305 Series berkontribusi langsung dalam mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Kehadirannya sejalan dengan program pemerintah untuk memperluas jaringan transportasi publik ramah lingkungan serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.

    Simbol Kemandirian Industri Nasional

    Kehadiran IE305 Series menegaskan bahwa Indonesia mampu memproduksi sarana transportasi modern dengan kualitas yang kompetitif. Langkah ini sekaligus mendukung visi besar pemerintah dalam memperkuat industri strategis nasional serta mengurangi ketergantungan impor.

    Harapan ke Depan

    Dengan tingginya kebutuhan transportasi publik di perkotaan, produksi KRL IE305 Series diharapkan menjadi awal dari pengembangan lebih banyak rangkaian buatan lokal. Selain memenuhi kebutuhan domestik, kereta karya anak bangsa ini berpotensi menembus pasar ekspor di masa depan.


    SaveClipApp_460485510_1125234259400944_7948765220347931297_n-1095757109.jpg

    August 21, 2025 magang rplbengel seal

    Industri maritim Indonesia kembali mencatat capaian penting melalui peluncuran kapal patroli lepas pantai Offshore Patrol Vessel (OPV) 90M. Kapal ini merupakan hasil rancangan dan pembangunan dalam negeri oleh PT Noahtu Shipyard (sebelumnya dikenal sebagai PT Daya Radar Utama). Kehadiran OPV 90M menegaskan kemampuan industri perkapalan nasional dalam memproduksi alat utama sistem senjata (alutsista) modern dengan teknologi tinggi.

    Peluncuran dan Produksi

    Kapal pertama dari kelas OPV 90M, yang diberi nama Raja Haji Fisabilillah, resmi diluncurkan pada September 2024. Setelah itu, produksi berlanjut dengan kapal kedua dan ketiga, di mana pembangunan unit ketiga dimulai pada Mei 2025. Setiap kapal dibangun dengan memperhatikan standar internasional untuk mendukung operasi keamanan laut.

    Spesifikasi dan Fungsi

    OPV 90M didesain khusus untuk melaksanakan misi patroli, pengawasan, dan perlindungan wilayah perairan Indonesia. Dengan panjang mencapai 90 meter, kapal ini mampu beroperasi di laut lepas dengan daya jelajah luas serta dilengkapi teknologi navigasi modern. Selain itu, kapal ini dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem persenjataan ringan hingga menengah, sehingga mendukung fungsi keamanan sekaligus pencegahan ancaman di laut.

    Kemandirian Industri Pertahanan

    Pembangunan OPV 90M menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengandalkan impor, tetapi juga mampu memproduksi kapal perang strategis sendiri. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian alutsista dan mengurangi ketergantungan dari luar negeri. Kehadiran OPV 90M juga mempertegas posisi Indonesia sebagai negara maritim yang serius dalam menjaga kedaulatan lautnya.

    Prospek ke Depan

    Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan kapal patroli di berbagai wilayah perairan Indonesia, keberhasilan proyek OPV 90M diharapkan menjadi tonggak baru bagi industri galangan kapal nasional. Jika konsisten dikembangkan, kapal-kapal buatan dalam negeri ini berpotensi untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan TNI AL, tetapi juga diekspor ke negara lain.


    1b1d26dd-6c7d-4b31-bbf4-c77356e94a61_jpg.webp

    August 20, 2025 magang rplbengel seal

    Industri manufaktur Indonesia kembali mencatat pencapaian membanggakan dengan keberhasilan produk lokal menembus pasar global, khususnya pada sektor kedirgantaraan. Komponen pesawat buatan dalam negeri kini digunakan oleh sejumlah maskapai internasional, membuktikan bahwa kualitas produksi Indonesia mampu bersaing di kancah dunia.

    1. Produksi Komponen Strategis

    Salah satu produk yang berhasil dipasarkan adalah arm rest atau sandaran tangan untuk kursi pesawat. Komponen ini tidak hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga telah menjadi bagian dari rangkaian pesawat besar seperti Boeing B737, Boeing B777, hingga Airbus A330. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa industri dalam negeri mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar internasional yang sangat ketat.

    2. Standar Mutu dan Keamanan Tinggi

    Sektor kedirgantaraan memiliki regulasi dan standar keamanan yang jauh lebih kompleks dibanding industri lain. Untuk dapat dipasarkan, setiap komponen harus melalui serangkaian uji kualitas, sertifikasi internasional, serta memenuhi aspek kenyamanan penumpang. Fakta bahwa komponen buatan Indonesia lolos tahap tersebut membuktikan adanya kapabilitas teknologi dan kualitas SDM yang mumpuni.

    3. Dampak Ekonomi dan Teknologi

    Pencapaian ini memberikan beberapa manfaat penting, antara lain:

    • Meningkatkan citra positif industri nasional di mata dunia.

    • Membuka peluang ekspor baru dan menambah devisa negara.

    • Memperkuat transfer teknologi serta mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

    • Memberi efek domino pada industri lain, termasuk logistik, bahan baku, dan manufaktur pendukung.

    4. Arah Pengembangan ke Depan

    Keberhasilan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus memperluas kapasitas produksinya di bidang kedirgantaraan. Pemerintah bersama pelaku industri diharapkan dapat memperkuat riset, meningkatkan investasi, serta memperluas pasar ke lebih banyak negara. Dengan strategi yang tepat, bukan tidak mungkin Indonesia dapat berkembang menjadi salah satu basis produksi komponen pesawat di kawasan Asia.

    Kesimpulan:
    Komponen pesawat buatan Indonesia yang telah dipakai di berbagai armada internasional membuktikan bahwa industri nasional memiliki daya saing global. Pencapaian ini bukan hanya sekadar kebanggaan, tetapi juga langkah strategis dalam menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok industri penerbangan dunia.


    CjkinzN007006_20250617_CBMFN0A001.jpg

    August 20, 2025 magang rplbengel seal

    Industri manufaktur di Indonesia semakin gencar mengadopsi teknologi cerdas untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional. Pemanfaatan inovasi seperti robotika, Internet of Things (IoT), big data analytics, hingga augmented reality (AR) terbukti mampu memberikan dampak nyata dalam proses produksi.

    Salah satu contoh penerapannya adalah penggunaan sistem otomasi yang mampu meningkatkan output lini produksi hingga 30 persen. Selain mempercepat proses, teknologi ini juga meminimalisasi kesalahan manusia (human error) serta menjaga konsistensi kualitas produk.

    Penerapan IoT memungkinkan perusahaan melakukan pemantauan mesin secara real-time. Dengan begitu, potensi kerusakan bisa terdeteksi lebih cepat sehingga downtime dapat ditekan seminimal mungkin. Selain itu, big data analytics membantu perusahaan dalam mengolah data produksi untuk menemukan pola, mengoptimalkan jadwal kerja, serta memperkirakan kebutuhan pasar lebih akurat.

    Sementara itu, augmented reality (AR) mulai digunakan dalam pelatihan tenaga kerja maupun perawatan mesin. Teknologi ini memudahkan pekerja untuk memahami instruksi secara visual dan interaktif, sehingga meningkatkan keterampilan sekaligus mengurangi risiko kesalahan di lapangan.

    Menurut para pengamat industri, tren adopsi teknologi cerdas di sektor manufaktur bukan hanya sekadar modernisasi, tetapi juga menjadi kebutuhan penting untuk menjaga daya saing di era global. Perusahaan yang mampu memanfaatkan inovasi digital akan lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

    Ke depan, penerapan teknologi cerdas diharapkan semakin meluas ke berbagai sektor produksi, dari industri otomotif, elektronik, hingga pangan. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan investasi berkelanjutan, transformasi digital manufaktur dapat menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.


    bnr-sanken-1_169-e1755675582367.jpeg

    August 20, 2025 magang rplbengel seal

    Awal tahun 2025 ditandai dengan kabar mengejutkan dari sektor industri mesin di Indonesia. PT Sanken Indonesia, salah satu produsen elektronik dan peralatan rumah tangga yang telah lama beroperasi di kawasan Cikarang, Jawa Barat, resmi menghentikan aktivitas produksinya.

    Keputusan penutupan pabrik ini datang langsung dari kantor pusat Sanken di Jepang. Perusahaan menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi global untuk mengubah arah bisnis, dengan fokus baru pada pengembangan industri semikonduktor. Pergeseran ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan global terhadap chip, yang menjadi komponen vital dalam berbagai teknologi modern seperti kendaraan listrik, perangkat pintar, hingga sistem komunikasi digital.

    Meski demikian, keputusan ini meninggalkan dampak cukup signifikan di dalam negeri. Pabrik Sanken di Cikarang selama bertahun-tahun menjadi salah satu basis produksi yang menyerap tenaga kerja lokal. Penutupan operasional tentu menimbulkan kekhawatiran mengenai nasib karyawan serta efek lanjutan terhadap rantai pasok dan pemasok lokal yang sebelumnya bergantung pada pabrik tersebut.

    Pengamat industri menilai bahwa penutupan ini juga menjadi cerminan dinamika investasi asing di Indonesia. Banyak perusahaan multinasional kini melakukan reposisi strategi bisnis agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar global. Di satu sisi, hal ini menjadi tantangan bagi sektor manufaktur mesin di Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing, diversifikasi produk, dan beradaptasi dengan kebutuhan industri yang semakin berbasis teknologi tinggi.

    Meski kehilangan salah satu pemain lama, pemerintah diharapkan dapat menjadikan momentum ini sebagai pendorong untuk memperkuat industri manufaktur lokal. Dengan mendorong hilirisasi, investasi pada teknologi baru, serta pelatihan tenaga kerja, Indonesia bisa tetap menjaga posisi penting dalam rantai pasok industri global.


    asuransi-alat-berat-1200x800.jpg

    August 20, 2025 magang rplbengel seal

    Permintaan terhadap peralatan berat di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur nasional. Proyek-proyek strategis seperti pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga fasilitas energi mendorong kebutuhan akan mesin konstruksi dalam skala besar.

    Berdasarkan kajian pasar, sektor alat berat di Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan laju rata-rata (CAGR) sekitar 4,12 persen hingga tahun 2030. Jenis peralatan yang paling banyak diminati adalah mesin earthmoving seperti excavator, crane, dan loader, yang sangat dibutuhkan dalam pekerjaan konstruksi berskala besar.

    Selain meningkatnya permintaan fisik, tren digitalisasi juga ikut memengaruhi perkembangan industri alat berat. Teknologi berbasis Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan sistem predictive maintenance semakin banyak diadopsi oleh produsen. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kerusakan, serta memperpanjang usia pakai mesin.

    Perubahan kebutuhan pasar juga mendorong pengembangan peralatan yang lebih ramah lingkungan. Beberapa produsen mulai memperkenalkan mesin dengan tenaga listrik atau hidrogen sebagai alternatif dari bahan bakar fosil. Hal ini sejalan dengan dorongan global menuju industri konstruksi yang lebih berkelanjutan.

    Dengan tingginya permintaan dan inovasi yang terus berkembang, industri peralatan berat di Indonesia berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.


    pabrik_keramik_1_1720022813.jpg

    August 20, 2025 magang rplbengel seal

    Industri keramik nasional tengah menghadapi tantangan besar akibat pembatasan pasokan gas bersubsidi. Kebijakan ini membuat sejumlah produsen harus mengurangi kapasitas produksinya hingga 50 persen.

    Menurut Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), keterbatasan suplai gas menyebabkan biaya produksi melonjak tajam. Gas merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembuatan keramik, sehingga kenaikan harga maupun pembatasan distribusi berdampak langsung pada efisiensi dan daya saing industri.

    Ketua Asaki menilai kondisi ini berpotensi menekan keberlangsungan usaha, terutama bagi perusahaan kecil dan menengah yang modalnya terbatas. Apabila situasi ini tidak segera ditangani, maka tidak hanya produktivitas yang terganggu, tetapi juga penyerapan tenaga kerja di sektor keramik bisa ikut terdampak.

    Pemerintah sebelumnya memberikan insentif harga gas industri untuk menjaga daya saing manufaktur nasional. Namun, keterbatasan anggaran serta dinamika pasokan membuat penerapannya mengalami kendala. Di sisi lain, pelaku industri berharap adanya solusi konkret agar sektor keramik tetap bisa bertahan, mengingat produk mereka memiliki kontribusi penting bagi ekspor maupun kebutuhan domestik.

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa ketersediaan energi, khususnya gas, sangat krusial bagi keberlanjutan sektor manufaktur. Tanpa adanya kebijakan energi yang konsisten dan terjangkau, industri keramik dan sektor lain yang bergantung pada gas berisiko kehilangan daya saing di pasar global.


    images.jpeg

    August 12, 2025 magang rplbengel seal

    Industri mesin dan perlengkapan di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal II tahun 2025, dengan laju kenaikan mencapai 25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan subsektor mesin sebagai yang paling cepat berkembang di antara sektor manufaktur lainnya.

    Kenaikan tersebut mencerminkan semakin besarnya investasi yang mengalir ke sektor ini, baik dari pelaku industri dalam negeri maupun dari investor asing. Momentum positif ini juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap potensi industri mesin Indonesia, meskipun kondisi ekonomi global masih penuh tantangan.

    Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ini antara lain peningkatan kapasitas produksi pabrik, modernisasi peralatan, dan penguatan rantai pasok lokal. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung industri berbasis teknologi juga berperan penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

    Ke depan, sektor industri mesin diproyeksikan terus mengalami ekspansi, didorong oleh permintaan tinggi dari sektor manufaktur, konstruksi, serta energi. Jika tren positif ini dapat dipertahankan, industri mesin Indonesia berpotensi menjadi salah satu motor penggerak utama perekonomian nasional di tahun-tahun mendatang.


    flowserve-pump.jpg

    August 12, 2025 magang rplbengel seal

    PT Kendi Gentong Berlian, produsen mesin dalam negeri, resmi meningkatkan kapasitas produksinya sebagai langkah strategis untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar. Ekspansi ini dilakukan melalui penambahan lini produksi baru serta modernisasi fasilitas pabrik, sehingga perusahaan mampu menghasilkan lebih banyak mesin dengan kualitas yang memenuhi standar industri.

    Direktur Utama PT Kendi Gentong Berlian menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung program pemerintah dalam memperkuat industri manufaktur nasional. Dengan kapasitas yang lebih besar, perusahaan optimistis dapat memenuhi kebutuhan sektor industri yang terus berkembang, termasuk pertanian, konstruksi, dan manufaktur berat.

    Selain menambah volume produksi, perusahaan juga fokus pada peningkatan efisiensi dan inovasi teknologi. Mesin-mesin yang diproduksi diharapkan lebih hemat energi, ramah lingkungan, serta memiliki tingkat keandalan tinggi.

    Ekspansi ini diyakini akan berdampak positif tidak hanya pada kinerja perusahaan, tetapi juga pada perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja baru dan peningkatan aktivitas industri pendukung. PT Kendi Gentong Berlian berharap langkah ini menjadi pijakan kuat untuk memperluas jangkauan pasar, baik domestik maupun ekspor.


    Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.

    WeCreativez WhatsApp Support
    Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!