MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033
  • Taiwan dan Jepang Didorong untuk Mendirikan Pabrik Mesin di Indonesia

    Taiwan dan Jepang Didorong untuk Mendirikan Pabrik Mesin di Indonesia

    October 7, 2025 by magang rpl
    pabrik-mesin-10522b.webp

    Pemerintah Indonesia mengajukan ajakan kepada produsen mesin dari Taiwan dan Jepang agar bersedia membangun fasilitas produksi mesin di dalam negeri. Dorongan ini muncul karena kebutuhan mesin industri di Indonesia sangat besar, tetapi hampir seluruhnya masih dipenuhi dari impor. 

    Latar Belakang

    • Taiwan dan Jepang selama ini adalah dua negara utama yang memasok mesin industri ke Indonesia, bersama Korea dan Tiongkok. Namun, meskipun impor mesin sangat tinggi, industri mesin lokal masih belum mampu menghasilkan mesin dengan teknologi tinggi secara mandiri. 
    • Sebagian besar mesin industri yang dibutuhkan — untuk sektor otomotif, perkapalan, baja, plastik dan lain-lain — diimpor karena mesin lokal belum sebanding dalam hal mutu dan teknologi.

    Harapan Pemerintah

    Pemerintah berharap, jika Taiwan dan Jepang mau menanamkan modal untuk membangun pabrik mesin di Indonesia, maka ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, antara lain:

    1. Mengurangi ketergantungan terhadap impor, sehingga bisa menekan biaya produksi dan memperkuat kedaulatan teknologi.
    2. Transfer teknologi—dengan adanya pabrik dalam negeri, pengetahuan tentang pembuatan mesin, riset, dan pengembangan bisa dibawa ke Indonesia.
    3. Peningkatan lapangan kerja dan kemampuan tenaga kerja lokal, terutama dalam bidang teknik, manufaktur, riset, dan pelayanan purna jual.
      Pertumbuhan industri pendukung, seperti penyediaan suku cadang, material, logistik, dan jasa engineering lokal.

    Tantangan

    Namun, ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam merealisasikan ide ini:

    • Standar teknologi yang dibawa oleh produsen asing sangat tinggi sehingga perusahaan lokal harus mampu bersaing dalam hal kualitas dan biaya produksi.

    • Infrastruktur dan fasilitas pendukungnya (listrik, logistik, sumber daya manusia terampil) perlu diperkuat agar investasi skala besar dapat berjalan efektif.

    • Kejelasan insentif, regulasi, dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi faktor penting agar investor merasa aman dan yakin mendirikan pabrik di Indonesia.

    Menteri Perindustrian: Pendirian Pabrik Mesin Buat Industri Otomotif Semakin Matang

    Pakar pemerintah menilai bahwa industri otomotif di Indonesia makin menunjukkan perkembangan yang ideal sejak adanya upaya untuk mendirikan pabrik mesin dalam negeri. Langkah ini dianggap sebagai cara penting agar industri tidak lagi sekadar merakit, melainkan bisa memperdalam rantai nilai industri dengan penggunaan komponen lokal secara lebih besar. 

    Latar Belakang

    Pada 7 Maret 2016, Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan pabrik mesin baru milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang. Proyek tersebut nilai investasinya mencapai sekitar Rp 2,3 triliun. Pabrik dengan lahan seluas 150 hektar ini adalah salah satu fasilitas mesin otomotif Toyota paling modern di dunia. 

    Pendirian pabrik ini diiringi pula dengan komitmen menggunakan komponen lokal, hingga melibatkan pemasok lokal baru sebanyak 12 perusahaan. Salah satu produk utama adalah mesin aluminium seri R-NR yang menggunakan bahan bakar bensin dan etanol untuk mobil penumpang. Mesin tersebut ditargetkan juga untuk diekspor. Manfaat bagi Industri Otomotif

    Beberapa efek positif yang muncul dari pendirian pabrik mesin di dalam negeri antara lain:

    • Peningkatan kandungan lokal (TKDN): Penggunaan komponen lokal di dalam mesin dan bagian otomotif lainnya meningkatkan persentase kandungan dalam negeri, yang membantu memperkuat sektor komponen dalam negeri.

    • Penciptaan lapangan kerja: Pabrik mesin baru di Karawang diperkirakan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja.

    • Orientasi ekspor: Selain memenuhi kebutuhan domestik, produksi mesin ini juga dibuat supaya bisa diekspor ke pasar luar negeri.

    • Peningkatan status industri automotif nasional: Dengan fasilitas mesin dan komponen lokal yang lebih kuat, sektor otomotif diharapkan naik kelas, tidak sekadar perakitan tetapi menjadi industri otomotif yang lebih mandiri dan kompetitif.

    Harapan Pemerintah

    Pemerintah berharap bahwa langkah yang diambil oleh Toyota bisa menjadi contoh bagi Agen Pemegang Merek (APM) lain di Indonesia. Diharapkan perusahaan otomotif lainnya juga mau membangun fasilitas mesin dan memperdalam struktur industri agar Indonesia bisa menjadi basis produksi kendaraan dan komponennya, untuk pasar domestik maupun ekspor.

     

    Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.

    WeCreativez WhatsApp Support
    Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!