MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

Latest news

Classic list

Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
bgklseal45.png

Kondisi mesin mobil cepat panas tentu bukan masalah yang harus dibiarkan begitu saja. Mesin mobil cepat panas atau overheating menunjukkan jika terdapat masalah pada mesin kendaraan . Sehingga perlu diketahui dengan pasti penyebabnya sehingga Anda bisa segera melakukan perbaikan pada mesin kendaraan. Umumnya kondisi seperti ini biasanya terjadi pada mobil yang sudah tua, namun tak menutup kemungkinan ini bisa juga terjadi pada mobil yang masih baru.

Penyebab Mobil Cepat Panas

Radiator dan Selang Radiator
Salah satu hal yang menjadi penyebab mesin mobil cepat panas yaitu pada radiator dan selang radiator yang mengalami kebocoran. Sehingga pastikan jika kondisi radiator dan selang selalu dalam kondisi baik serta tidak mengalami penyumbatan. Jika terjadi kerusakan pada radiator mobil Anda ataupun hal lainnya yang menyebabkan mesin mobil cepat panas maka Anda harus segera membawanya ke spesialis radiator agar bisa mengatasi kerusakan yang ada pada radiator dan selang radiator.

Penggunaan Cairan Radiator Yang Tidak Tepat
Penyebab lain dari kondisi mesin mobil cepat panas adalah pada penggunaan cairan di dalam radiator yang tidak tepat. Jika Anda menggunakan air biasa sebagai cairan pengisi radiator maka tentu saja membuat kondisi di dalam radiator menjadi cepat kotor. Mengapa? Hal ini dikarenakan kandungan yang ada di dalam air biasa menyebabkan banyak logam, mineral ataupun unsur lainnya yang akan menyebabkan kerak di dalam elemen radiator.

Sirkulasi Radiator Yang Tidak Lancar
Penyebab mesin mobil cepat panas lainnya datang lagi dari kondisi radiator yang kurang baik, tepatnya dikarenakan sirkulasi air yang ada di dalam radiator kurang lancar. Hal ini bisa disebabkan karena penggunaan cairan radiator yang kurang tepat. Sehingga malah membuat adanya karat ataupun kotoran yang menempel di dalam komponen radiator yang akan membuat sirkulasi cairan radiator menjadi kurang lancar.

Kualitas Oli Mobil
Kualitas dari oli mobil yang digunakan akan menjadi penyebab dari mesin mobil cepat panas. Oli dengan kualitas yang rendah akan cepat menyebabkan mesin mengalami overheating, bahkan membuat mesin mobil dapat mati mendadak ketika sedang dikendarai. Hal ini dikarenakan oli berkualitas rendah biasanya tidak terlalu memiliki kemampuan yang tinggi untuk bisa menahan panas yang berlebihan. Karena tidak mampu menahan panas yang dihasilkan mesin sehingga menyebabkan volume oli mobil menjadi cepat berkurang yang akan membuat kerja mobil menjadi tidak maksimal serta membuat mesin menjadi cepat rusak.

Thermostat Yang Rusak
Thermostat merupakan komponen yang berfungsi sebagai pengukur suhu pada mesin kendaraan, dapat dikatakan jika thermostat adalah komponen yang cukup vital pada sistem engine cooling. Sehingga jika kondisi thermostat mengalami kerusakan, maka tentu saja menyebabkan kerja thermostat sebagai pengukur temperatur menjadi tidak tepat. Sehingga lakukan pengecekan secara berkala untuk mengetahui jika kondisi thermostat baik baik saja atau tidak.

Kipas Mengalami Trouble
Penyebab lainnya bisa berasal dari kondisi kipas radiator yang mengalami trouble ataupun tidak bekerja pada umumnya. Tentunya kinerja yang tidak maksimal ini membuat sensor switching yang ada tidak akan dapat membaca tindakan yang ada. Misalnya saja jika seharusnya switching bisa menerima sensor agar dapat menyalakan kipas pendingin, namun saat sensor sedang mengalami kerusakan maka membuat kipas pendingin tidak dapat berputar seperti normalnya.

Penggunaan BBM Yang Tidak Tepat
Tak hanya penggunaan oli yang tidak tepat saja yang akan menyebabkan mesin menjadi cepat panas, penggunaan BBM yang tidak sesuai dapat menyebabkan kondisi serupa. Hal ini karena kadar oktan dari bahan bakar yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi mobil sehingga nantinya membuat mobil knocking. Jika dibiarkan terus menerus membuat kondisi mesin menjadi cepat panas. Untuk mengatasi hal ini, maka Anda perlu menggunakan bahan bakar yang memiliki oktan sesuai dengan spesifikasi mobil yang Anda gunakan.

 

Semoga Bermanfaat.


bgklseal44.png

Ciri Gejala Awal Kerusakan Mobil Transmisi Matic

 

Suara aneh saat memindahkan transmisi

Suara seperti ini dapat terjadi ketika perpindahan transmisi dari N ke D, atau bisa juga dari P ke R, biasanya muncul suara “krek” atau “trek” atau suara aneh lain yang tidak biasanya terdengar, jika mobil Anda mengalami hal tersebut bisa jadi tanda-tanda kerusakan pada sistem transmisi otomatis.

Tarikan terasa berat atau kadang-kadang tersendat

Biasanya mesin juga bergetar atau menghentak sedikit ketika pedal gas di injak dan pedal rem di lepas sedikit demi sedikit, jika seperti itu kemungkinan kerusakan ada 2, yang pertama pada transmisi matic berjenis elektrik kemungkinan kerusakan pada solenoid pressure atau TCM speed sensor, nah kalau yang kedua pada mobil matic dengan jenis transmisi otomatis konvensional pada umumnya penyebab bisa oli mesin yang bocor atau sudah lama tidak diganti dan kotor sehingga tekanan tidak mampu mengangkat perpindahan gigi pada putaran mesin tertentu.

Bergetar saat dikendara

Ketika Anda coba untuk berkendara terasa ada getaran yang tidak biasa dari mesin, kemungkinan besar kampas kopling sudah aus atau kemungkinan terburuk malah sudah gosong.

Perpindahan transmisi kadang tersendat

Jika sudah mengalami tanda seperti itu kemungkinan gangguan pada mekanikal transmisi jika didiamkan hal tersebut bisa semakin parah dan gigi transmisi bisa terkunci, itu sangat berbahaya, umumnya terjadi pada mode transmisi mundur (R). Coba cek pada kabel gearbox apakah mengelupas atau tidak.

Ada hentakan saat perpindahan gigi otomatis

Pada mobil matic keluaran terbaru, umumnya perpindahan gigi terasa halus walaupun terasa sedikit masih dapat dikategorikan normal, namun jika sudah terasa sekali hentakannya seperti ada yang menabrak dari belakang Anda patut curiga, bisa jadi kerusakan awal pada sistem elektronik atau mekanisnya seperti kebocoran pada selenoid pressure sehingga oli tidak dapat melumasi sempurna ketika gigi berpindah pada putaran mesin tertentu.

Konsumsi bahan bakar menjadi boros

Sangat umum terjadi pada mobil, hal ini dikarenakan torsi mesin mobil tidak dapat disalurkan secara maksimal ke roda sehingga perlu putaran mesin lebih sehingga konsumsi bahan bakar (BBM) menjadi boros.

 

Semoga Bermanfaat.


bgklseal43.png

Kebiasaan Buruk Yang Dapat Merusak Mobil

1. Asal Tancap Gas
Meskipun ada anggapan mobil modern tak perlu dipanaskan saat pertama kali mesin dinyalakan setiap harinya, ada baiknya untuk tetap memanaskan. Sebab mesin mungkin belum mendapatkan suhu fungsi optimal.
Jika langsung tancap gas setelah menyalakan mesin, itu bisa menyebabkan keausan pada komponen mesin.

2. Engine Lugging
Banyak orang yang masih menerapkan engine lugging atau mengemudi dengan kecepatan tinggi pada putaran mesin (rpm) rendah. Ini jelas bisa merusak mesin, apalagi kalau mesin turbo.
Jika Anda tetap melakukan engine lugging, itu artinya memaksa mesin bekerja ekstra. Efeknya, mesin bekerja kurang efisien dan suhu mesin mudah panas. Maka itu turunkan gigi saat putaran mesin turun.

3. Kaki di Atas Kopling
Hal ini biasa dilakukan oleh para pengendara pemula. Kaki yang diistirahatkan di atas pedal kopling bisa merugikanmu. Bahkan bisa membuat kopling mudah aus dan kerusakan serius lainnya.
Biaya memprbaiki kopling pun tak murah. Beberapa pabrikan mobil premium bahkan memberikan pedal mati terpisah yang digunakan untuk meletakkan kaki saat mengemudi.

4. Mematikan Mesin Begitu Berhenti
Mesin yang dimatikan begitu saja saat mobil berhenti bisa rusak, apalagi jika itu mesin turbo. Biarkan mesin idle sebentar, beberapa menit sebelum mematikannya.

5. Tak Rutin Menyervis
Mesin perlu perawatan rutin agar performanya terus optimal. Pihak pabrikan mobil biasanya tak henti untuk mengingatkan soal servis rutin, namun begitu masih ada saja yang melewatkan ritual ini.
Padahal jika melewatkan servis, bisa saja itu berdampak ke semua komponen, dalam jangka panjang.

 

Semoga Bermanfaat.


bgklseal42.png

Cara Mengganti Oli Mobil Sendiri Dirumah

-Beli oli yang sesuai

Setiap mobil juga punya standar yang berbeda dalam penggunaan oli. Oleh karena itu, oli yang digunakan juga harus sesuai dengan teknologi mesin.
Biasanya, mobil dengan teknologi terkini memiliki jalur pelumas yang lebih kecil dibandingkan dengan mobil jadul, sehingga kebutuhan olinya juga berbeda.

-Siapkan peralatan

Setelah kamu beli oli yang sesuai dengan mesin mobil, langkah selanjutnya adalah menyiapkan peralatan. Jika mobil berjenis sedan, hacthback atau lainnya dengan ground clearance rendah, kamu wajib siapkan dongkrak.
Lalu siapkan juga kunci pas, karena setiap mobil memiliki baut untuk pembuangan oli yang berbeda. Kamu bisa melihat ukurannya lebih dahulu. Biasanya, ukuran kunci pas 17 atau 19.
Siapkan juga corong jika ada untuk menuangkan oli baru, lalu baskom atau wadah lainnya untuk menampung oli bekas dari mesin mobil.

-Panaskan mesin mobil

Kondisi ideal untuk mengganti oli adalah saat mesin berada di suhu hangat karena itu panaskan sebentar saja mesin mobil. Dengan memanaskan mesin mobil, artinya ada sirkulasi oli di dalam mesin, sehingga nantinya partikel kotoran akan ikut terbawa saat ganti oli.
Parkirkan juga mobil di tempat yang datar dan jangan lupa aktifkan rem tangan.

-Buka Kap dan Kenop oli

Saat suhu mesin dirasa cukup hangat, kamu bisa mulai mendongkrak mobil. Setelahnya buka kap mesin dan kenop untuk memasukkan oli.
Hal ini agar ada dorongan udara dari luar sehingga ketika kamu membuka baut pembuangan, oli langsung mengucur deras tanpa sisa.

-Buka baut pembuangan

Langkah selanjutnya untuk ganti oli sendiri di rumah adalah membuka baut pembuangan. Biasanya terletak persih di bawah blok mesin mobil.
Bawa juga baskom atau wadah penampungan yang sudah kamu siapkan sebagai tempat untuk oli bekas.

Setelah baut terbuka biarkan oli mengucur sampai tetes terakhir. Sabar saja, tidak perlu menyemprotkan kompresor ke dalam mesin mobil karena angin dari kompresor berpotensi mengandung air.
Air yang masuk masuk ke dalam ruang bakar bisa mengganggu kinerja pelumasan oli pada mesin.

-Ganti filter oli

Jangan lupa juga untuk membuka filter oli dan menggantinya dengan yang baru. Filter oli bukan hanya dibersihkan, tetapi harus diganti setiap melakukan pergantian oli.
Penggunaan filter oli yang berkali-kali akan merusak komponen-komponen mesin karena kotoran yang tertampung di filter akan masuk ke mesin bersamaan dengan oli.
Oli sudah tidak menetes di jalur pembuangan tandanya mesin sudah terkuras. Jadi kamu bisa memasang kembali baut di pembuangan oli dengan rapat agar tidak terjadi kebocoran.
Selanjutnya, pasang juga filter oli yang baru. Sama pastikan rapat saat kamu memasangnya.

-Tuang oli baru

Kembali ke kap mesin, kamu sekarang bisa menuang oli baru sesuai kapasitas yang dibutuhkan. Agar tidak tercecer, kamu bisa gunakan corong yang sudah disiapkan. Untuk mengetahui oli sudah sesuai kapasitas di mesin mobil, kamu bisa mengeceknya melalui dip stick (stik pengukur oli).
Cabut dip stick tersebut, lap dengan kain bersih, masukkan kembali, dan cabut lagi. Jika berada di garis pertama mendandakan oli kurang, baris kedua normal, dan ketiga artinya oli terlalu banyak.

-Tutup kenop oli

Langkah terakhir untuk ganti oli sendiri di rumah adalah menutup kenop oli dengan rapat. Jangan lupa di lap apabila ada bagian mesin yang tertetes oli.
Lalu turunkan dongkrak, kemudian panaskan mesin mobil sebentar agar oli baru tersirkulasi dalam mesin, dan selesai sudah proses pergantian oli

 

Semoga Bermanfaat.


bgklseal37-1200x1200.png

Bagaimana Cara Kerja Kompresor?

Coba bayangkan ketika Anda hendak meniup api pada lilin ulang tahun. Idealnya, Anda akan menarik napas dalam-dalam. Nah, ketika ini dilakukan, tekanan udara di dalam paru-paru akan meningkat. Alhasil, terbentuklah udara bertekanan yang digunakan untuk meniup api pada lilin tersebut. Proses ini mirip seperti prinsip kerja kompresor pada umumnya.

Prinsipnya juga tidak jauh berbeda dari pompa ban mobil atau sepeda. Saat piston kompresor ditarik ke atas, tekanan silinder di bagian bawah akan menurun hingga di bawah tekanan atmosfer. Alhasil, udara luar pun bisa masuk melalui celah katup hisap. Dari sini, udara masuk ke pompa untuk kemudian dimampatkan oleh piston yang didorong ke bawah.  Karena udara dimampatkan, maka volumenya menjadi lebih kecil dan mengalir ke tempat tempat yang tekanan udaranya lebih rendah.

 

Semoga Bermanfaat.


bgklseal36-1200x1200.png

Kompresor adalah suatu alat atau mesin yang menempatkan atau meningkatkan tekanan udara atau fluida gas. Agar kompresor bisa bekerja, biasanya alat ini menggunakan mesin bensin atau mesin diesel sebagai tenaga penggeraknya.

Apa Fungsi Dari Kompresor?

Secara sederhana, fungsi dari kompresor adalah mengambil gas atau udara dari sekitar, untuk kemudian diberi tekanan didalam tabung dan disalurkan kembali sebagai udara bertekanan. Nah, dalam penerapannya, kompresor dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Beberapa contohnya seperti:

-Mengisi udara pada ban
-Menyuplai udara pada penyelam
-Menyuplai udara bersih dengan tekanan tinggi untuk mengisi silinder atau tabung gas
-Menyuplai udara untuk alat-alat spray atau air brush
-Menyuplai udara bersih bertekanan pada sistem kontrol Heating, Ventilaiton, dan Air Conditioning (HVAC) pneumatic di bangunan-bangunan perkantoran atau sekolah
-Menghasilkan udara bertekanan dalam volume besar untuk keperluan proses industri skala besar, contohnya sistem purge pada pabrik semen

 

Semoga Bermanfaat


bgklseal35.png

Jenis Kompresor dan Cara Kerjanya

Jenis kompresor dalam dunia industri maupun rumah tangga dibedakan dalam tiga jenis. Salah satu kategori unsur pembeda jenis kompresor tersebut didasarkan pada cara kerjanya. Apa saja tiga jenis kompresor tersebut beserta cara kerjanya? Berikut beberapa di antaranya yang perlu untuk Anda pahami.

– Kompresor Piston
Jenis kompresor yang pertama adalah kompresor piston. Seperti namanya, jenis kompresor ini menggunakan silinder dan piston dalam menempatkan sebuah gas yang ada pada tabung. Pada umumnya, jenis kompresor ini banyak digunakan untuk gas dengan tekanan yang tinggi. Untuk menunjang kinerja dari kompresor piston ini dibutuhkan sebuah oli atau pelumas untuk melumasi bagian mesin kompresor.
Tujuannya agar kompresor dapat berjalan dengan baik. Dikhawatirkan kekurangan oli atau pelumas dapat merusak sistem kerja kompresor. Keunggulan untuk jenis kompresor ini adalah memiliki kekuatan kompresi dan banyak digunakan untuk mesin maupun AC.

Kompresor Sentrifugal
Berikutnya adalah jenis kompresor sentrifugal. Cara kerja dari kompresor jenis ini sebenarnya masih menggunakan piston. Namun, piston sebagai penggeraknya tidak terletak pada satu unit saja. Penggerak kompresor ini juga bisa dengan menggunakan gear box atau pully pada saat kondisi tertentu. Uniknya, gas atau pun udara yang dipindahkan menggunakan kompresor ini akan bergerak searah jarum jam. Penggunaan kompresor sentrifugal banyak diperlukan untuk memindahkan gas dalam jumlah besar dan cepat, terutama pada tekanan yang rendah.

– Kompresor Rotari
Terakhir ialah jenis kompresor rotari. Sistem kerja pada kompresor rotari menggunakan ulir atau screw yang bisa berputar sendiri dalam silinder. Silinder inilah yang mampu mendorong udara maupun gas searah dengan putaran ulir. Dalam memindahkan gas, kompresor ini juga menggunakan valve dan memanfaatkan tekanan berbeda. Adapun kelebihan dari kompresor rotari ialah memiliki suara yang tidak bising. Selain itu, getarannya juga lebih kecil bila dibandingkan jenis kompresor lainnya sehingga banyak digunakan untuk pompa angin dan peralatan lainnya.

 

Semoga Bermanfaat.


bgklseal34-1200x1200.png

Tips Merawat Mesin Kompressor Udara

 

1. Penempatan mesin kompressor di tempat yang benar
Pastikan anda meletakkan kompressor udara ini dilokasi yang seharusnya, jauhkan dari jangkauan umum kalau bisa letakkan kompressor udara di ruangan khusus dan hanya operator saja yang boleh mengoperasikan. Dengan membuatkan sebuah ruangan khusus untuk mesin kompressor, maka kemungkinan kompressor terkena debu atau kotoran lain bisa diminimalisir.

2. Inspeksi kecil sebelum mengoperasikan
Lakukan pemeriksaan kecil setiap kali hendak menyalakan mesin kompressor ( biasanya dilakukan di pagi hari ) yang meliputi pemeriksaan kekencangan belt, pemeriksaan mur atau baut yang kendor, ketinggian oli kompressor dan lain sebagainya. Jika ada baut atau belt yang kendor sebaiknya dikencangkan terlebih dahulu sebelum dinyalakan. Termasuk juga memeriksa ada atau tidaknya benda asing disekitar mesin kompressor seperti sampah yang bisa menyebabkan terjadinya kerusakan.

3. Periksa tekanan udara didalam tabung
Periksa juga indikator tekanan udara atau pressure gauge guna mengetahui seberapa besar tekanan udara yang ada didalam kompressor, apakah tekanan udara tadi masih dibawah ambang batas aman ataukah tidak, jika melebihi sebaiknya lakukan penyetelan otomatis nya. Hal ini bertujuan agar tabung penyimpanan udara tidak kelebihan muatan dan berpotensi meledak.

4. Ganti oli secara berkala
Lakukan penggantian oli kompressor secara berkala sesuai dengan buku petunjuk servis secara teratur dan gunakan oli yang disarankan. Sama hal nya mobil atau motor yang menggunakan oli sebagai pelumasan mesin, kompressor pun juga membutuhkan oli guna melumasi seluruh bagian bergerak yang berfungsi untuk menghisap dan memampatkan udara. Dengan melakukan penggantian oli secara teratur maka kemungkinan komponen bergerak didalam mesin kompressor bisa diminimalisir tingkat keausannya.

5. Buang sisa udara didalam kompressor
Setiap kali selesai menggunakan kompressor ( biasanya di sore hari ) buanglah udara sisa yang tidak dipakai, jangan malah membiarkan udara sisa ini didalam tabung dengan harapan bisa dipakai lagi untuk keesokan harinya. Perlu anda ketahui bahwa udara yang terlalu lama diam didalam tabung jika terkena udara malam bisa berubah menjadi embun.

 

Semoga Bermanfaat.


bgklseal33-1200x1200.png

Cara Memilih Mesin Kompresor Sesuai Kebutuhan

Perhatikan sumber daya listrik di area Anda
Salah satu cara memilih kompresor sesuai kebutuhan adalah memperhatikan lokasi. Di lokasi mana Anda akan menggunakan kompresor? Apabila Anda berada di lokasi yang sumber daya listriknya cenderung kurang, maka kompresor yang menggunakan bensin akan lebih cocok karena tidak membutuhkan daya listrik. Kompresor jenis ini juga sesuai bagi Anda yang punya mobilitas tinggi atau sering berpindah-pindah lokasi. Namun, kompresor satu ini menghasilkan suara yang relatif berisik saat sedang bekerja. Cara menyalakannya pun harus secara manual.

Hal tersebut berbeda dengan kompresor yang menggunakan daya listrik. Pengoperasiannya relatif lebih mudah karena adanya sistem daya listrik memungkinkan kompresor bekerja secara otomatis. Tentu saja Anda harus bisa mencari area yang dekat dengan instalasi listrik agar kompresor jenis ini dapat bekerja optimal.

Cari tahu tekanan udara yang diperlukan
Menentukan tekanan udara yang diperlukan juga penting untuk mendapatkan kompresor sesuai kebutuhan. Apakah tekanan udara tersebut bakal dibutuhkan selama 24 jam nonstop? Jika iya, artinya Anda membutuhkan kompresor dengan debit udara yang tinggi. Nah, jenis kompresor yang sesuai untuk kebutuhan ini adalah air compressor screw. Kelebihan dari kompresor ini adalah hasil udara yang kandungan uap airnya tidak terlalu banyak. Di samping itu, suaranya pun tidak bising sehingga tidak menghasilkan polusi suara walaupun digunakan selama 24 jam penuh.

Pertimbangkan output udara
Jangan lupa juga mempertimbangkan output udara sebagai cara memilih kompresor sesuai kebutuhan. Umumnya, kompresor udara biasa paling banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan industri. Namun, memang, output udara yang keluar masih mengandung campuran minyak dan zat lain.

Apabila kompresor akan digunakan di tempat kesehatan seperti laboratorium atau area-area yang membutuhkan tingkat higienis tinggi, maka kompresor bebas minyak (oil free) lebih tepat untuk Anda pilih. Idealnya, kompresor jenis satu ini bebas 99% dari campuran minyak dan zat lain. Output atau keluaran udaranya relatif lebih murni.

Sesuaikan ukuran dan tempat kompresor
Selain ketiga hal di atas, hal yang juga tidak kalah penting dalam memilih kompresor sesuai kebutuhan adalah mempertimbangkan ukuran dan tempat kompresor. Jika area yang tersedia cukup luas, maka Anda bisa lebih leluasa memilih kompresor. Namun, apabila areanya relatif terbatas, tentunya Anda harus kompromi. Di pasaran, tersedia produk air compressor mini, yang memang menunjang mobilitas, tapi biasanya tidak dilengkapi tabung tekanan. Setiap pilihan pasti punya plus-minus, jadi pastikan Anda mempertimbangkan setiap faktor.

Kompresor dengan fitur lengkap memang bagus, tapi belum tentu mampu memenuhi kebutuhan Anda. Jadi, pastikan Anda selalu menerapkan cara memilih kompresor sesuai kebutuhan. Dengan begitu, budget yang dikeluarkan juga tidak akan berlebih.

 

Semoga Bermanfaat.


bgklseal-30-1200x1200.png

Tak Disadari, Kebiasaan ini Bisa Merusak Motor!

Membiarkan filter udara kotor
Sebagaimana namanya, filter udara memiliki fungsi utama yaitu untuk menyaring udara dari luar yang akan masuk ke dalam mesin motor. Jika kondisi filter udara tersebut tidak pernah dibersihkan, maka akan membuat konsumsi bahan bakar lebih boros serta tarikan mesin yang lebih berat.
Udara sejatinya dibutuhkan dalam proses pembakaran, karena selain bahan bakar minyak, udara juga akan masuk bersama bahan bakar ke dalam proses pembakaran. Jika udara yang masuk kotor, maka akan lebih banyak debu yang masuk dibanding dengan udara bersih, tentu pembakaran hanya akan bertumpu pada bahan bakar tanpa adanya udara yang bersih.

Menunda isi angin ban
Ban terasa aneh, motor pun sering kurang stabil saat melaju kencang. Biasanya, hal ini diakibatkan kurangnya tekanan angin pada ban. Ban kurang angin bisa membuat permukaannya terkoyak dan pelek bengkok.

Tidak rutin mengganti oli
Penggunaan oli harus diperhatikan karena memiliki dampak yang signifikan pada mesin apabila tidak dirawat. Oli memiliki fungsi utama mengurangi gesekan antara komponen-komponen mesin sehingga mesin dapat berjalan dengan mulus, juga dapat berfungsi mendinginkan suhu mesin maka ada ucapan bahwa oli dapat menghemat bahan bakar.
Biasakan untuk mengganti oli secara rutin biasanya setelah menempuh jarak 2.000 km, oli sudah dapat diganti. Untuk motor matic, selain oli mesin juga terdapat oli gardan yang juga perlu diganti secara rutin.

Memakai bensin oplosan
Biasanya ini dilakukan oleh orang-orang yang ingin berhemat. Hal ini disebabkan oleh bensin oplosan bukanlah bensin murni dan sudah dioplos dengan bahan lain.
Kalau terus memakai bensin ini, mesin motor akan rusak dan menimbulkan korosi. Lebih baik kamu mengeluarkan uang berlebih untuk membeli bensin di SPBU agar motor tetap awet.

Mencuci Motor di bawah sinar matahari
Kebanyakan orang mencuci motornya di bawah terik matahari dengan tujuan motor cepat kering. Namun hal ini ternyata salah besar. Cuci motor di bawah terik matahari bisa membuat warna bodi motor belang. Apalagi, kamu menggunakan sabun yang bukan untuk khusus motor.

Menggunakan sparepart palsu/KW
Sipenjual pun sering mengklaim sparepart KW tidak jauh beda kualitasnya dengan sparepart asli. Tak disadari, motor bisa lebih mudah rusak. Kamu bisa lebih banyak mengeluarkan uang untuk perbaikan.

 

Semoga Bermanfaat.


Copyright by BENGKELSEAL 2020. All rights reserved.