MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

Latest news

Classic list

Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
PicsArt_11-08-11.21.54-1200x900.jpg

November 8, 2021 adminGalleryImageMotor

Sudah menjadi hal yang wajar jika Motor yang kita miliki mengalami kerusakan dalam penggunaannya, apalagi jika Kita tidak merawatnya secara rutin.

Lalu apa sajakah kerusakan-kerusakan yang biasanya terjadi? Kalian bisa simak penjelasan di bawah:

1. Aki soak

Aki berfungsi sebagai penyimpan arus pada motor. Aki ini sangat dibutuhkan saat proses starting, arus dari baterai akan disalurkan ke motor starter untuk memutar poros engkol mesin.

Tapi baterai, juga memiliki batas pakai. Ketika mendekati batas pakai kapasitas yang mampu ditampung oleh aki itu berkurang. Sehingga lama kelamaan, aki akan soak.

Aki soak ini terjadi saat aki tidak mampu lagi menyimpan arus listrik dengan jumlah yang besar.

Gejalanya, sistem starter tidak berfungsi dan ketika mesin hidup pada putaran idle sistem elektrikal seperti lampu akan redup.

Setidaknya, aki yang bagus itu mampu bertahan hingga dua tahun masa pemakaian. Bahkan ada beberapa aki yang kurang dari itu, apabila masalah ini muncul Kalian bisa melakukan perbaikan dengan mengganti aki pada aki basah.

Sementara pada aki kering, kita perlu mengganti satu set aki karena aki kering itu tertutup sehingga tidak akan bisa untuk hanya mengganti elemen didalam.

2. Mesin brebet

Mesin brebet adalah kondisi dimana suara mesin tidak stabil seperti kehabisan bensin. Ini terjadi karena adanya missfire pada beberapa siklus mesin yang terjadi.

Masalah ini bisa disebabkan karena hal berikut ;

  • Pilot jet mampet membuat suplai bensin berkurang.
  • Busi kotor menyebabkan api busi tidak maksimal
  • Api busi terlalu kecil bisa juga karena kerusakan didalam busi.

Untuk mengatasinya, pertama kita perlu mengetahui dulu dimana letak masalahnya apa pada sistem bahan bakar atau sistem pengapian. Caranya dengan melihat elektroda busi, kalau warnanya putih pucat maka itu tanda masalah sistem bahan bakar.

Anda perlu membongkar karburator untuk membersihkan seluruh bagiannya termasuk pada pilot jet.

Namun kalau terdeteksi pada sistem pengapian (warna busi normal/coklat kehitaman) maka anda perlu mengganti businya.

3. Tenaga hilang/ngempos

Motor ngempos juga sering dikeluhkan oleh pemilik motor. Masalah ini lebih sering lagi didera ketika motor kita menanjak. Faktor usia menjadi penyebab utama berkurangnya power sepeda motor.

Selain faktor usia ada beberapa faktor lain yang membuat tenaga motor hilang, seperti kondisi filter yang kotor. Ini menyebabkan aliran udara selalu terhambat karena ada banyak debu mengendap pada permukaan filter. Sehingga power yang dihasilkan kurang maksimal.

Selain itu, motor ngempos juga bisa disebabkan karena tekanan kompresi rendah. Kalau ini, disebabkan keausan pada salah satu komponen antara ring piston dan blok silinder.

Solusinya, anda perlu menyervis dan melakukan tune-up pada motor anda. Kalau kondisi filter tidak memungkinkan untuk dibersihkan maka ganyi filter itu.

Namun kalau ada asap putih yang keluar dari knalpot, maka anda harus mengganti ring piston dan memperbaiki blok silinder. Ini memerlukan pembongkaran mesin sehingga prosesnya lebih rumit.

4. Mesin susah hidup

Mesin yang susah dihidupkan bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya ;

  • Baterai akan mati (soak)
  • Campuran bensin terlalu kurus (lean AFM)
  • Kompresi mesin rendah
  • Fuel pump lemah (motor injeksi)
  • Api busi terlalu kecil
Semua masalah diatas, bisa menyebabkan motor susah dihidupkan khususnya di pagi hari saat suhu mesin masih dingin.

5. Keluar asap putih

Asap yang dimaksud adalah asap putih tipis kebiru-biruan yang sering kita lihat pada motor-motor dua tak. Asap ini berasal dari oli mesin yang ikut terbakar didalam ruang bakar.

Seharusnya, oli mesin memang tidak masuk kedalam ruang bakar. Namun ini bisa terjadi saat ring piston mengalami keausan. Jika ini terjadi, oli dengan mudah masuk kedalam ruang bakar melalui celah ring piston yang semakin membesar.

Untuk mengatasinya anda perlu membongkar seluruh komponen mesin untuk mengganti satu set ring piston.

Untuk mengurangi semua Gejala di atas, kalian bisa baca artikel ini untuk perawatan yang harus diperhatikan pada Motor 


November 6, 2021 adminUncategorized

 

Pentingnya merawat radiator pada sepeda motor karena ada hubungannya dengan performa motor itu sendiri. Saat temperatur mesin berlebih, maka berpotensi terjadi overheat hingga mengakibatkan mogok.

Terdapat beberapa cara untuk merawat radiator agar mesin motor tetap dalam kondisi prima:

  • Menguras Cairan Coolant

Cairan Coolant pada radiator harus dikuras secara berkala sesuai dengan petunjuk dari motornya dan sebaiknya pengurasan dilakukan di bengkel resmi

  • Rutin Membersihkan Kisi-Kisi Radiator

Kisi-kisi atau sirip pendingin radiator perlu dibersihkan dari kotoran atau debu yang menempel. Namun, perlu hati-hati dalam membersihkannya agar tidak merusak sirip pendingin tersebut.

  • Jangan Gunakan Cover Radiator Sembarangan

Hindari penggunaan cover atau pelindung radiator yang menutup keseluruhan radiator. Hal ini akan mengganggu kinerja dari sistem pendinginannya sehingga performa mesin sepeda motor dapat cepat menurun dan mengalami kerusakan,”


PicsArt_11-06-11.08.30-1200x800.jpg

November 6, 2021 adminUncategorized

Overheat adalah kondisi dimana mesin motor mengalami panas yang berlebihan. Hal ini sering terjadi pada kendaraan yang perawatannya kurang rutin dan tepat. Overheat Terjadi dikarenakan motor memiliki mesin pendingin tapi tidak dapat bekerja dengan maksimal. Kondisi seperti ini biasanya menyebabkan motor seperti kehilangan tenaga saat dikendarai

Kondisi overheat akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah jika tidak segera diatasi. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang overheat dan cara mencegah terjadinya overheat:

Ciri Ciri Overheat Pada Motor

  • Motor tidak mau berjalan saat digas. Mesin motor seperti tidak mengalami kemacetan dan tidak memiliki tenaga untuk berjalan. Jika terus dipaksa untuk terus berjalan, maka hanya akan memperparah keadaan Motor
  • Knalpot pada Motor mengeluarkan asap ketika mesinnya menyala. Dapat diperhatikan juga dengan bau sepeda motor yang gosong pada asap knalpot

Jika sudah Motor sudah memiliki gejala diatas, maka tidak dianjurkan untuk memaksa motor terus berjalan, karena hanya akan merusak keadaan motor

Penyebab Overheat Pada Motor

  • Piston Yang Terlalu Rapat

Kondisi ini menyebabkan clearance pada piston tidak bisa bergerak secara leluasa dan berakibat pada piston yang tidak dapat bekerja secara maksimal.

  • oli tidak mengalir

Oli yang tidak mengalir disebabkan karena sistem pendistribusiannya yang tidak lancar dan menyebabkan proses pelumasan pada mesin tidak maksimal.

Cara Mengatasi Overheat Saat Motor Sedang Digunakan

Saat sedang Overheat, Motor akan mati secara tiba tiba saat digunakan. Kalian harus mematikan mesin pada motor terlebih dahulu lalu segera menepi agar tidak mengganggu pengendara yang ada.

setelah itu diamkan motor selama beberapa saat agar mesin melakukan pendinginan. Lama waktunya pendinginan tergantung dari seberapa parah Motor mengalami Overheat.

Cara Mencegah Overheat

  • Rutin Membersihkan Radiator

Radiator merupakan komponen yang ada motor dengan sistem pendingin udara. Pembersihan radiator berfungsi untuk membersihkannya dari debu yang menempel & menghambat proses pendinginan.

  • Mengganti Oli Mesin secara Teratur

Oli sangat diperlukan untuk mesin motor, sehingga ketersedian dan kebersihannya harus dijaga dengan menggantinya secara rutin. Penggantian Oli dihitung dari jarak tempuh kendaraan minimal 2000 kilometer atau dalam kurun waktu 2 sampai 3 bulan.

  • Mengecek Air Radiator

Radiator yang tidak dalam keadaan maksimal bisa menjadi gangguan utama dari adanya gangguan mesin pada motor.

Pengecekan air radiator ini sebaiknya dilakukan saat sebelum memulai perjalanan. Cara pengecekkan air radiator harus dilakukan secara berkala seperti oli motor, yaitu 2 hingga 3 bulan sekali.

 


PicsArt_11-01-03.21.54-1200x800.jpg

November 1, 2021 adminGalleryImageoli

Sebuah rutinitas dilakukan pemilik mobil di pagi hari sebelum berangkat ke kantor yaitu memanaskan mesin mobil agar siap dipakai. Sesekali, mobil digas sedikit agar makin cepat panas. Tak disangka, rutinitas seperti ini telah menyita sekitar 5 menit waktu di pagi harinya sesaat sebelum berangkat ke kantor. Bahkan, ketika terburu-buru pun, mobil tetap tidak absen dari kebiasaan manasin mobil.

Fungsi dari memanaskan mesin mobil di pagi hari adalah untuk memberikan waktu pada pelumas untuk bekerja di dalam mesin. Oli atau pelumas memiliki peranan penting pada mesin kendaraan. Selain melumasi komponen agar minim gesekan, pelumas juga bisa membantu mendinginkan mesin dari hasil pembakaran di dalam silinder. Nah, jika kebiasaan manasin mobil tidak dilakukan, komponen di dalam mesin bisa rusak karena pelumas belum bekerja dengan sempurna.

Tapi di sisi lain, memanaskan mobil terlalu lama juga dapat menyebabkan pemborosan bahan bakar berlebih. Terdapat beberapa hal yang tidak mengharuskan kita untuk memanaskan mesin mobil. Agar lebih paham, mari simak penjelasan berikut:

Jenis mesin mobil

Sebelum mengetahui perlukah memanaskan mesin mobil di pagi hari, ada hal yang perlu dipahami adalah mengenai jenis mesin yang dipasang pada mobil. Mesin mobil ada dua jenis yaitu mesin non-injeksi yang konvensional dan mesin injeksi yang biasanya ditanam pada mobil-mobil keluaran baru.

Mesin non-injeksi / konvensional

Mesin mobil non-injeksi atau biasa juga disebut sebagai mesin konvensional merupakan mesin yang biasanya ditanam pada mobil lama. Pada mesin mobil non-injeksi, terdapat karburator yang berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar pada mesin pembakaran dalam.

Faktanya, memanaskan mesin mobil non-injeksi / konvensional hanya perlu waktu lima menit saja. Jika jarum indikator suhu mesin sudah berada di posisi tengah mobil siap untuk digunakan. Memanaskan mesin dalam waktu yang lama juga bisa membuat mesin kendaraan menjadi overheating.

Mesin injeksi

Ternyata, untuk mesin mobil injeksi, memanaskan mesin mobil bukanlah ritual yang wajib dilakukan karena sudah ada Electronic Control Unit atau kerap disebut dengan ECU yang mengatur pembakaran mesin. Penambahan ECU membuat mesin tidak membutuhkan suhu optimal kerja mesin yang biasanya dicapai dengan jalan memanaskan mesin mobil.

Jika masih ingin memanaskan mesin mobil, sebenarnya memanaskan mesin injeksi hanya perlu dilakukan selama 30 detik atau 1 menit saja. Lebih dari itu hanya akan membuang bahan bakar saja.

Jadi untuk kamu yang memiliki mobil dengan mesin injeksi, kamu tidak harus memanaskan mesin mobil terlalu lama. Berbeda dengan mesin konvensional / non-injeksi yang harus terlebih dahulu dipanaskan agar pelumasan sempurna. Namun dibalik semua itu, ada dampak buruk jika kamu memanaskan mobil terlalu lama. Berikut beberapa dampak buruk yang akan terjadi jika memanaskan mesin mobil terlalu lama:

Boros BBM dan pencemaran lingkungan

Memanaskan mesin mobil di pagi hari dalam waktu relatif lama hanya mengakibatkan konsumsi bahan bakar semakin boros. Karena selama mobil tidak berjalan, mesin mobil tetap membutuhkan bahan bakar agar mesin mobil tetap hidup.

Dampak yang berbahaya ternyata juga bisa terjadi bila memanaskan mesin mobil dalam waktu yang lama, terutama pada ruangan tertutup seperti garasi mobil. Gas buang dari knalpot seperti gas karbon monoksida, gas nitrogen oksida, dan juga gas hidrokarbon bisa memenuhi ruangan dan membuat udara menjadi beracun. Jika terus menerus dihirup, tentu saja tidak sehat bagi manusia yang menghirupnya.

Catalytic converter tidak bekerja

Memanaskan mesin mobil terutama pada mobil yang sudah memiliki spesifikasi Euro 2 dan dilengkapi catalytic converter, tidaklah dianjurkan. Jika terlalu panas, komponen yang berfungsi sebagai alat penurun emisi gas buang ini tidak dapat bekerja maksimal.

Bahkan catalytic converter yang terlalu panas dapat memicu kebakaran jika berada di dekat bahan-bahan mudah terbakar. Secara teknis, pemanasan suhu pada catalytic converter yang terjadi ketika kamu memanaskan mesin mobil  memang disengaja. Itu sebabnya komponen ini ditempatkan setelah exhaust manifold agar terkena imbas dari gas buang mesin yang panas. Pada saat panas itulah catalytic converter berfungsi sebagai katalis untuk mereduksi gas buang, seperti hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitrogen oksida.

Ketika memanaskan mesin mobil, secara otomatis panas yang dikeluarkan oleh mobil berlebih.Panas tersebut akan menyebabkan kenaikan suhu pada catalytic converter. Suhu catalytic converter tidak diperkenankan melebihi ambang batas yang ditentukan, yakni sekitar 400-500 derajat Celcius.

Dinding silinder kering

Kebiasaan memanaskan mesin mobil terlalu lama atau dalam kondisi idle (tidak jalan), merupakan hal tidak bermanfaat. Karena pembakaran di ruang bakar tidak sempurna, ujungnya membawa dampak buruk pada dinding silinder. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan menempel di dinding silinder dan menutupi minyak pelumas di dinding silinder. Otomatis dinding silinder akan mengalami kekeringan akibat tidak adanya pelumasan di bagian tersebut.

Busi cepat kotor

Ritual memanaskan mesin mobil terlalu lama mengganggu suhu kerja busi. Busi yang tidak berada di suhu seharusnya bisa kotor sehingga berdampak terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sekitar 5%.

Karat pada pipa knalpot

Ketika kamu memanaskan mesin mobil di pagi hari, akan timbul uap air dari knalpot karena perubahan suhu dari dingin ke panas. Jadi, bila terlalu lama mesin dalam kondisi idle, uap air akan timbul di dalam sistem pembuangan karena mobil tidak berjalan. Jika sistem pembuangan knalpot mobil kamu berkarat, lebih baik diganti karena bisa mengganggu kinerja mobil.

Dampak pada oli mesin

Namun, banyak juga yang memanaskan mesin mobil dengan alasan untuk membuat sirkulasi oli mobil kembali normal. Jika oli yang digunakan pada kendaraan adalah oli sesuai spesifikasi pabrikan mobil, tentu saja hal itu tak perlu dikuatirkan. Pelumas yang ada saat ini sudah lebih baik secara kualitas sehingga meski mesin dalam keadaan mati, pelumas tetap ada yang menempel pada komponen mesin.


a203f6b0-7298-4399-b08d-d3845a66eebc-1200x800.jpg

October 30, 2021 adminGalleryImageoli

Merawat kendaraan baik roda dua ataupun roda empat memang harus secara rutin terutama memperhatikan oli & pelumas. Terlebih perawatan ini menyangkut keselamatan pengendara ketika menggunakannya di jalan raya. Kendaraan yang terawat dengan baik bisa Anda gunakan senyaman mungkin dan tentunya aman dari kerusakan-kerusakan yang akan terjadi. Memilih oli tidak bisa sembarangan karena harus sesuai dengan tipe mesin yang kendaraan Anda miliki.

Tidak hanya para montir bengkel, Tetapi anda sebagai pemilik kendaraan juga harus tahu oli & pelumas seperti apa yang Anda butuhkan untuk membuat kendaraan terawat dari segi mesin. Beberapa hal dalam memilih dua komponen ini bisa Anda gunakan seperti berikut.

  1. Lihat Kekentalan Oli

Hampir semua oli mesin memiliki fungsi yang sama untuk kendaraan. Tetapi pelumas tidak bisa berfungsi maksimal jika kandungannya tidak sesuai dengan mesin yang ada pada kendaaraan Anda. Perbedaan oli bisa Anda lihat dari kekentalan yang cairan miliki. Tingkat kekentalan ini ditunjukkan dengan nomor SAE atau society of Automotive Engineer. Jika oli semakin encer maka memberi dampak baik untuk mesin mobil Anda. Perhatikan tingkat kekentalan atau Viscosity-grade yang oli miliki.

  1. Baca Manual Book Kendaraan

Tips paling mudah dalam memilih oli & pelumas adalah dengan membaca manual book dari kendaraan Anda. Nantinya di dalam buku panduan tersebut, Anda bisa melihat bagaimana spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat. Memilih oli yang cocok bisa dengan melihat mesin dan kualitasnya bukan hanya dari segi merk yang populer. Baca manual book dari kendaraan Anda dan perhatikan setiap informasi yang ada agar pemilihan oli tidak sembarangan.

  1. Ketahui Ciri Oli Palsu

Sekarang ini banyak sekali oli palsu yang beredar dan tentu mengkhawatirkan. Apalagi oli memiliki fungsi penting dalam berkendara. Penjual oli akan mematok harga murah dibanding standar dan hal ini patut Anda curigai. Ciri oli palsu bisa Anda lihat dari warga, warna pelumas yang biasanya lebih pekat dan bau yang cukup tengik dan kasar. Dari sini bisa Anda lihat seperti adanya kandungan logam. Maka dari itu sebaiknya Anda segera mengganti oli & pelumas yang cocok di bengkel kepercayaan Anda.

  1. Perhatikan Bahan Pembuatan Oli

Ketahui bahwa oli kendaraan sekarang ini terbagi menjadi dua jenis bahan. Pertama adalah oli sintetis dan kedua adalah mineral. Oli sintetis berasal dari berbagai bahan kimia dan bersifat aditif. Sementara untuk oli mineral berasal dari ekstraksi minyak bumi. Dari sini Anda bisa tahu manakah jenis oli yang bagus. Oli mineral adalah yang terbaik karena mengalami proses yang alami daripada oli sintesis.

  1. Pahami Bagaimana Karakter Mesin

Tips berikutnya dalam memilih oli & pelumas terbaik dalah dengan memahami bagaimana karakter mesin kendaraan yang Anda miliki. Cara ini terbilang paling mudah karena bisa dengan cara melihat manual book kendaraan. Cermati bagaimana spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat karena dengan mengetahui karakter mesin maka kita bisa menentukan pelumas seperti apa yang dibutuhkan kendaraan.

Baik oli maupun pelumas memang memegang peranan penting agar kondisi kendaraan terawat baik. Pelumas berfungsi untuk memperhalus gerak mekanis dari komponen mesin. Oli & pelumas bisa mengoptimalkan kemampuan kendaraan kita secara menyeluruh sehingga ketika digunakan bisa berfungsi dengan baik. Memilih pelumas harus mengetahui dan paham bagaimana kualitas yang baik dan rutin diganti untuk merawat mesin.

Salah satu kriteria pelumas yang baik adalah yang memiliki kandungan molybdenum. Fungsinya adalah sebagai friction modifier dengan membentuk lapisan yang ada di atas permukaan metal di dalam mesin. Dan fungsi dari pelumas ini adalah mengurangi gesekan agar kinerja mesin juga bisa lebih optimal serta membuat bahan bakar lebih hemat.

Cara mengecek kandungan ini bisa dengan memperhatikan pada keterangan kemasan pelumas. Biasanya akan dicantumkan secara detail dan terperinci bagaimana bahan baku dan teknologi yang digunakan. Oli & pelumas yang berkualitas berdampak sangat bagus untuk ketahanan mesin kendaraan Anda.

Kualitas pelumas juga bisa diketahui dari wujudnya. Jika warna kuning jernih berarti pelumas tersebut bagus. Tetapi jika Anda ingin pelumas lebih bagus lagi maka warnanya akan lebih jernih dan bening. Bisa juga dipantau dengan melihat Indeks Viskositas (Viscosity Index) yang pada umumnya adalah 80 hingga 100.

Pelumas dengan kualitas baik akan mengadopsi standar API atau American Petrolium Institute. Standar ini memiliki interval penggantian secara berkala dan lebih lama. Misalnya saja seperti 10.000 km atau selama enam bulan sekali seperti yang ada di buku petunjuk.

masih bingung dengan cara pengisian oli sendiri? kalian bisa langsung cek artikel kami tentang cara mengganti oli sendiri di rumah


PicsArt_10-27-04.19.38.jpg

Oli atau pelumas memiliki peranan penting pada mesin kendaraan. Selain melumasi komponen agar minim gesekan, pelumas juga bisa membantu mendinginkan mesin dari hasil pembakaran di dalam silinder.
Namun perlu diketahui, sebagian dari pemilik mobil hanya tahu fungsi dari oli mesin adalah sebagai pelumas antar komponen mesin yang saling bergesekan untuk mengurangi risiko aus sehingga dapat bergerak secara optimal sepanjang waktu.

Dalam prosesnya, oli melarutkan kotoran yang ada di dalam mesin dan membawanya ke filter oli untuk disaring. Kotoran ini timbul dari debu yang masuk melalui celah seal, bisa karena bocor atau sudah termakan usia, dan akibat gesekan antar komponen dalam mesin berupa serpihan logam halus.

Fungsi lain dari pelumas adalah membantu mendinginkan mesin di mana panas yang timbul dari gesekan antar komponen di dalam mesin akan diteruskan oleh oli mesin ke dinding blok mesin dan selanjutnya dilepaskan keluar.

Yang tidak kalah penting, senyawa kimia yang terdapat di dalam oli mesin akan mencegah terjadinya karat pada komponen di dalam mesin untuk menjaga usia pakainya.

Alasan mengganti oli

Struktur senyawa kimia oli mesin pasti akan berubah dan kemampuannya dalam menunaikan tugas ikut menurun seiring beroperasinya mesin mobil, apalagi jika sering menghadapi kondisi berat seperti macet parah.

Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu.

Jika dibiarkan, kotoran akan menghambat kinerja mesin yang dapat membuat komponen di dalamnya rusak lantaran fungsi utama oli mesin sudah berkurang. Residu berlebihan turut mempengaruhi kinerja pompa dan filter oli mesin di mana jika sudah parah dapat mengakibatkan keduanya mampat.

Kondisi ini juga akan menyebabkan fungsi oli lainnya, seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Hanya masalah waktu sebelum akhirnya mesin bermasalah dan rusak parah.

Meskipun demikian, membiarkan oli mesin tidak diganti dengan alasan mobil tidak pernah dipakai juga tidak tepat. Seiring waktu, senyawa kimia di dalam oli mesin akan mengalami perubahan terkait proses oksidasi yang secara alami terjadi.

Masalahnya, kandungan air sebagai akibat dari oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan.

Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya. Tinggal masalah waktu sebelum akhirnya mesin mobil bermasalah akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin.

Ruang mesin juga punya potensi timbul karat karena proses oksidasi. Jika dibiarkan, karat akan merambat ke berbagai komponen di dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan parah. Untuk itu pemilik wajib untuk menggantinya kala servis berkala setiap 6 bulan

baca juga artikel berikut: Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

 



October 19, 2021 adminGalleryImageMotor

Servis motor yang harus kamu lakukan setiap bulannya berbeda-beda, bergantung pada bagian motor mana saja yang harus dirawat secara rutin. Tujuannya adalah agar kendaraan tidak cepat rusak dan tetap awet.

Sayangnya, masih ada saja yang enggan meluangkan waktunya untuk memerhatikan hal ini.

Padahal saat kamu memiliki kendaraan, seharusnya sudah menjadi keharusan untuk menjaga & merawat kendaraan

Harga servis motor di beberapa bengkel bervariasi, mula dari Rp35 ribu. Semakin banyak masalah yang harus diperbaiki maka biayanya pun akan semakin mahal. Berikut ini informasi mengenai biaya servis motor dan perintilannya yang wajib kamu tahu.

4 Hal yang wajib kamu ketahui dalam perawatan motor

Jadi utamanya ada empat hal yang kamu harus prioritaskan untuk diperhatikan agar motormu senantiasa dalam keadaan sehat.

`1. Ganti oli

Ganti oli merupakan hal yang wajib dilakukan setiap bulan agar mesin berjalan dengan baik dan terbebas dari gangguan.

Selain itu, karena fungsinya sebagai pelumas, jadi oli dapat melapisi bagian logam agar tidak terjadi kontak langsung dengan udara atau air. Selain itu, oli juga dapat melindungi mesin agar tidak mudah berkarat.

Jenis oli yang digunakan pun gak bisa sembarangan. Karena itu, disarankan agar kamu konsultasikan dahulu dengan mekanik mengenai jenis oli yang tepat dengan tipe motormu.

Gak hanya itu, kamu juga gak dianjurkan untuk gonta-ganti merk dan jenis oli. Mengapa? Soalnya hal tersebut sangat berisiko merusak mesin motor kamu lho. Jadi, pastikan kamu menggunakan merk dan jenis oli yang sama sejak awal.

2. Servis tune up rutin

Selain ganti oli, servis tune up juga harus dilakukan setiap bulan secara rutin. Tujuannya adalah agar kamu dapat mengetahui kondisi motormu.

Biaya ini terbilang cukup murah kok, yaitu sekitar Rp75 ribu. Eits, tapi biaya itu hanya untuk periksa aja ya. Jadi ini belum termasuk kalau ada perbaikan atau penggantian spare part.

Akan tetapi, servis tune up ini umumnya paketan lho. Jadi, dengan mengeluarkan uang Rp75 ribu, kamu sudah bisa:

  • Mengecek tekanan ban.
  • Mengecek kondisi atau tegangan rantai.
  • Karburator dan radiator dibersihkan.
  • Mengecek alat ECU dan area CVT.
  • Mengecek kondisi lampu (jauh, depan dan belakang), sen dan klakson.
  • Saringan udara juga umumnya akan dibersihkan.

Jika saat diservis tune up ternyata ada yang harus diperbaiki, umumnya pihak mekanik akan bertanya terlebih dahulu ke kamu. Jadi, kamu gak perlu khawatir melihat tagihan yang meledak.

Akan tetapi, disarankan agar kamu membawa uang lebih saat akan servis motor. Jadi, apabila ada yang harus diperbaiki, bisa langsung dikerjakan. Daripada nanti kamu harus ngantri-ngantri lagi kan.

3. Kampas rem

Rem merupakan salah satu spare part yang harus selalu kamu pantau kualitasnya setiap bulan. Kebayang gak sih kamu kalau mengendarai kendaraan tapi remnya gak pakem? Duh, bisa ketar-ketir sendiri di jalan karena takut menabrak sesuatu.

Karena itu disarankan agar kamu rutin mengganti kampas rem setiap bulannya..

Nah, untuk kampas rem ini terbagi menjadi dua, yakni:

  • Kampas rem depan cakram.
  • Kampas rem belakang tromol.

Akan tetapi, pihak mekanik umumnya akan memberitahukan apakah kampas remmu perlu diganti atau tidak dan usia kampas rem dipengaruhi dari cara pemakaianmu lho.

  1. Spare part lainnya

Ada beberapa spare part yang usianya tidak selama spare part lain. Contohnya saja aki yang bisa bertahan sekitar dua tahun. Lagipula, kamu juga tentu gak mau harus dorong-dorong motor di jalanan karena motormu mati akibat ada salah satu spare part yang rusak.

Karena itu, sebaiknya rutinlah mengganti beberapa spare part , seperti:

  • Roller
  • V belt

Sama seperti kampas rem, usia beberapa spare part tersebut juga dipengaruhi oleh cara pemakaianmu.

Baca artikel ini untuk informasi seputar perawatan motor lainnya: manfaat merawat motor secara teratur



October 16, 2021 adminGalleryImage

Busi sangat penting untuk mesin pembakaran internal baik mobil bahkan motor. Busi menciptakan percikan api dengan mengirimkan sinyal listrik ke ruang bakar. Percikan api tersebut menyalakan campuran udara-bahan bakar di ruangan. Tanpa busi yang bagus, bahan bakarnya tidak akan terbakar secara efisien dan bahkan mesin mungkin tidak menyala sama sekali. Anda harus tahu cara memeriksa busi dan mengenali tanda-tanda yang menunjukkan bahwa sudah waktunya memperbaiki atau menggantinya.

Bagaimana cara mengenali Busi yang Buruk?

Sebelum pemeriksaan busi, Anda harus menyadari gejala umum yang menunjukkan bahwa ada yang salah dengan busi-busi mobil Anda tersebut.

Berikut ini akan menjadi tanda peringatan dari kendaraan Anda ketika busi rusak dan perlu diganti:

Kendaraan Menendang-nendang atau Kincat – Busi yang dikenakan bisa menjadi alasan ketika mobil sulit untuk starting awal. Namun, komponen lain dalam sistem pengapian juga dapat menyebabkan masalah ini. Oleh karena itu, pastikan bahwa busi Anda dalam keadaan baik sebelum menuju ke analisa lebih lanjut.

Mesin Misfiring – Suara letupan sporadis dari mesin adalah tanda pasti salah tembak. Kemungkinan penyebabnya adalah kawat busi berjumbai atau ujung busi yang rusak yang menghubungkan ke kawat.

Akselerasi lambat – Busi terbuat dari beberapa bahan yang bekerja sama untuk menghasilkan percikan api. Busi tidak berfungsi dengan benar saat material ini aus, sehingga memperlambat akselerasi.

Ekonomi Bahan Bakar Rendah – Mobil mencapai penghematan bahan bakar yang lebih baik ketika busi bekerja dengan baik. Ini karena busi membantu pembakaran bahan bakar efisien di ruang bakar. Jika busi rusak, itu akan mempengaruhi efisiensi bahan bakar.

Cara Memeriksa Busi:

Yah, pertama-tama Anda harus tahu apa yang terlihat seperti busi buruk sebelum mengetahui cara memeriksa busi. Tanda pasti busi yang buruk adalah retak atau beberapa retakan pada penutup porselennya. Kadang-kadang, Anda akan menemukan lapisan merah pada isolasi keramik tetapi hanya penumpukan aditif dari bahan bakar bebas timbal berkualitas rendah.

Baca langkah-langkah berikut jika Anda ingin tahu cara memeriksa busi:

source: RiderGalau.com

Lihatlah ke ujung busi dan elektroda samping.

Jika komponen ini berubah menjadi hitam, itu berarti bahwa busi telah berjalan dengan terlalu banyak bahan bakar. Ini juga dapat menunjukkan injector bocor atau kabel busi yang buruk. Dalam hal apapun, itu adalah masalah yang terkait dengan busi. Proses pembakaran tidak berjalan pada kecepatan alami, mengganggu tingkat pembakaran dan proses pembersihan. Pastikan busi dalam keadaan baik, baru melangkah ke masalah kabel busi dan bahkan kebocoran injektor bahan bakar.

Periksa kabel busi.

Anda dapat mengukur resistansi kabel busi dengan multimeter digital untuk melihat apakah mereka berfungsi dengan benar. Setiap kaki kawat harus memiliki hambatan 10.000 hingga 15.000 ohm. Resistensi yang lebih tinggi menunjukkan pemasangan kabel yang buruk. Bahkan kerusakan garis rambut di suatu tempat dapat menyebabkan kegagalan total, yang akan menembakkan resistensi hingga tak terbatas!

Kerusakan detonasi.

Kondisi seperti itu dapat membuat waktu mesin tidak seimbang. Terlepas dari detonasi, bensin dengan rating oktan yang buruk juga dapat menyebabkan konsekuensi yang sama.

Pra-penyalaan.

Bagaimana cara memeriksa apakah busi memancar? Anda bisa yakin dengan masalah tersebut jika elektroda samping terbakar. Ini terjadi ketika busi terlalu cepat menyala, tidak memberikan cukup waktu bagi bahan bakar untuk ditransmisikan ke dalam campuran bahan bakar udara. Kondisi seperti itu membutuhkan perhatian cepat karena busi dapat gagal dalam waktu dekat.

Periksa percikan api.

Warna percikan api dapat memberi tahu Anda apakah busi bekerja atau tidak. Lepaskan busi tetapi tetap terhubung ke kabel dan hubungkan ke frame/bodi. Sekarang, nyalakan mesin dan lihat apakah busi menghasilkan percikan apa pun.

Percikan biru berarti semuanya baik-baik saja tetapi percikan kuning atau tidak ada artinya sudah waktunya untuk mengganti busi. Namun, ada masalah dengan metode ini. Saat Anda menguji busi di luar ruang bakar, percikan api tidak harus mengalami tekanan yang sama seperti di dalam ruangan. Untuk alasan ini, sebuah busi yang memicu dengan cara ini tidak menjamin bahwa itu akan berfungsi selama operasi berjalan normal.

Jangan Lewatkan Hal-Hal Ini selama Diagnosis Busi!

Anda sudah tahu cara memeriksa busi tetapi banyak orang masih gagal mendiagnosis karena tidak melewatkan beberapa trik. Selama pemeriksaan, Anda harus melakukan hal-hal berikut ini:

  • Pastikan Anda telah memeriksa semua busi dan kabelnya. Beberapa busi mungkin terlihat fungsional tetapi Anda tidak dapat memastikannya sampai memeriksanya secara menyeluruh.
  • Dalam banyak kasus, mengganti busi dengan busi baru akan memecahkan masalah. Seperti, Anda dapat mengembalikan semuanya dengan mengganti busi yang sudah usang. Namun, itu tidak akan memperbaiki cincin piston yang aus atau komponen yang rusak di sistem pengapian. Akan lebih baik jika mobil Anda didiagnosis oleh mekanik profesional.

Itulah tadi beberapa hal mengenai masalah yang terjadi pada busi serta cara memeriksa busi dengan benar. untuk informasi serupa, kalian bisa cek: pemeliharaan mesin kendaraan ringan


PicsArt_10-25-10.11.40.jpg

October 11, 2021 adminGalleryImage

 

Pengetahuan mengenai pemeliharaan mesin kendaraan ringan bukan hanya untuk mereka yang menggeluti dunia mekanik. Mereka yang memiliki mobil pribadi pun bisa mendapatkan manfaat dengan memahaminya.

perawatan kendaraan itu sendiri bisa dibedakan ke dalam dua jenis.

Pertama adalah perawatan terencana atau yang juga sering disebut perawatan berkala. Sesuai namanya, perawatan jenis ini dilakukan mengacu pada jarak tempuh kendaraan atau masa pakainya. Umumnya perawatan berkala dilakukan setiap 10.000 km.

Selain itu, ada pula yang dinamakan perawatan tidak terencana. Nah, jenis perawatan seperti ini umumnya dilakukan ketika kendaraan mengalami kerusakan sewaktu-waktu. Sehingga perlu menjalani perbaikan atau reparasi agar bisa digunakan kembali.

Tahap Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

dijelaskan secara detail tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan kendaraan ringan. Jadi bisa dibilang, bongkar mobil juga ada langkah-langkahnya.

Persiapan

Ada beberapa hal yang mesti dilakukan dalam tahap persiapan, di antaranya lokasi pengerjaan, kemudian peralatan yang dibutuhkan, dan buku manual kendaraan jika memang dibutuhkan.

Pelaksanaan Pekerjaan

Setelah semuanya persiapan beres, bisa dilakukan pengerjaan terhadap bagian dari kendaraan. Disarankan untuk melakukan pengerjaan sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang berlaku.

Tes Jalan dan Kontrol

Ketika sudah selesai, lakukan kontrol terhadap pekerjaan yang telah dilakukan. Misalnya, memeriksa kekencangan baut, memastikan tidak adanya kebocoran dan sebagainya. Termasuk memastikan tidak ada peralatan yang tertinggal di dalam mesin.

Pembersihan dan Penyerahan Kendaraan

Idealnya, setiap kendaraan yang keluar dari bengkel setelah menjalani perawatan mesti dalam kondisi bersih. Maksudnya tidak ada bekas pengerjaan, seperti oli atau grease yang menempel di body apalagi interior.

Setelah itu kendaraan pun siap diserahkan kepada konsumen. Dan jangan lupa untuk merapikan kembali peralatan yang telah digunakan.

Jenis Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Seperti sudah disebutkan di awal, topik pemeliharaan mesin kendaraan ringan memiliki cakupan yang luas. Mulai dari cara benar mencuci mobil sampai penyetelan bukaan valve.

Memeriksa Air Radiator

Radiator memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem pendingin mesin kendaraan. Setiap pemilik mobil pun disarankan selalu memeriksa jumlah air radiator pada kendaraannya secara rutin.

Jangan sampai air radiator di bawah batas minimum atau malah habis karena bisa menyebabkan kerugian besar.

Jika air radiator sudah berkurang, bisa dilakukan pengisian sendiri. Untuk melakukannya pastikan menggunakan produk air radiator, bukan air keran atau air mineral.

Hal penting sebelum melakukannya, pastikan mesin mobil berada dalam kondisi dingin. Karena saat mesin masih panas maka temperatur air radiator juga tinggi.

Jangan sekali-sekali membuka tutup radiator ketika mesin panas karena bisa mengakibatkan cidera serius. Jika mobil habis digunakan, coba tunggu sekitar 30 menit sampai 45 menit untuk mendinginkannya.

Dalam buku “Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan” disebutkan pengisian air radiator bisa dilakukan langsung lewat lubang radiator. Idealnya pengisian dilakukan sampai air menggenangi seluruh sirip-sirip radiator.

Tapi bisa juga mengisi air radiator melalui tabung reservoir-nya. Dalam tabung tersebut terdapat tanda batas minimum dan maksimum jumlah

Memahami Sistem Pelumasan

Bisa dibilang ada dua jenis sistem pelumasan mesin kendaraan, yaitu pelumasan campur dan pelumasan dengan memanfaatkan tekanan.

Pelumasan campur contohnya seperti yang digunakan pada sepeda motor 2-tak. Tapi jenis pelumasan seperti ini sudah mulai ditinggalkan karena tingginya polusi yang dihasilkan dan boros oli.

Sementara itu sistem pelumasan dengan tekanan bisa ditemui pada mobil-mobil berbahan bakar bensin ataupun mesin diesel. Sistem pelumasan seperti ini dinilai lebih baik karena kerjanya kontinyu, teratur, dan merata.

Mengetahui Kondisi Mesin dari Warna Busi

kalian mungkin sudah tak asing dengan komponen yang satu ini. Bukan hanya sebagai bagian dari sistem pengapian, namun busi juga bisa menjadi indikator kondisi mesin.

Hal itu dapat dilakukan dengan melihat warna atau kondisi dari elektrodanya

Nah, dengan mengetahui beberapa hal dasar dari pemeliharaan mesin kendaraan ringan di atas diharapkan pembaca bisa lebih baik lagi dalam merawat kendaraannya. Dengan begitu mobil tetap nyaman digunakan dan bisa mempertahankan harga jualnya.

 

Baca artikel ini untuk seputar info tentang perawatan mesin lainnya: manfaat merawat motor 



October 9, 2021 adminMotor

Desain 

Translasi sebuah moda transportasi nan tangkas, diperlihatkan keduanya. Memang bukan dirancang berdasarkan optimasi kenyamanan layaknya Yamaha NMax atau Honda PCX. Keduanya justru mengedepankan posisi berkendara ala moped alias motor bebek. Dengan posisi setang lebih rendah, keuntungan didapat kala bermanuver, terutama kala bertemu di kondisi jalan yang macet. Penyajian ini pun dipertahankan oleh Aerox 155 terbaru. Hanya saja terdapat ubahan di muka. Sektor penerangan sepenuhnya berubah, plus desain cover baru.

Sayang, revisi itu malah dianggap mirip seperti bentukan muka Vario 150. Kendati begitu, diferensiasi ditampilkan Aerox model baru lewat aplikasi DRL LED di atas lampu utama. Keunggulan lain perihal desain produk Sayap Kepak terletak pada lampu sein depan-belakang berbentuk minimalis dan sudah hemat daya. Dengan kata lain, seluruh penerangan Vario 150 sudah berjenis dioda. Sementara kepunyaan kubu Garpu Tala – lampu sein, masih bertahan dengan penerangan berupa bohlam.

Pemilik Aerox lama atau Vario pun mungkin mengalami hal serupa soal sedikit gangguan di area kaki. Keleluasaan kaki bergerak menjadi terbatas lantaran bentuk fairing meruncing. Namun, kendala itu sepertinya teratasi karena bagian itu tak lagi ditemukan All New Aerox 155. Berkat pemangkasan ruang kaki khususnya lutut jauh lebih luas. Langkah itu belum dilakukan pemegang merek Honda (PT Astra Honda Motor) pada barang dagangannya.

Performa

Vario 150 bersama mesin SOHC PGM-FI 150 cc punya output 13 Hp/8.500 rpm dan 13,4 Nm/5.000 rpm. Catatan ini cukup jauh dibanding All New Aerox Connected. Tenaga maupun torsi puncak masing-masing adalah 15,1 Hp/8.500 rpm dan 13,9 Nm pada putaran 6.500 rpm. Mengalami peningkatan dibanding Aerox lama. Fakta di mana Vario kalah dalam penyuguhan performa. Tapi, Vario 150 hanya berbobot 112 kg. Sementara Aerox 155 sudah mencapai 122 kg untuk tipe standar. Pengguna rem bersensor (Aerox 155 Connected ABS bahkan lebih berat lagi yaitu 125 kg. Bisa dibayangkan siapa pemilik akselerasi terbaik di sini.


Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.