Salah ukur satu milimeter saja sudah cukup membuat O-ring bocor atau tidak masuk ke dudukannya. Kabar baiknya, mengukur O-ring sebenarnya sederhana — asal Anda tahu tiga dimensi yang benar dan cara mengukurnya.
Setiap O-ring didefinisikan oleh tiga angka. Cukup tahu dua di antaranya, dan yang ketiga bisa dihitung.
Diameter lubang di tengah O-ring. Ini ukuran yang paling sering dipakai untuk mengidentifikasi O-ring, karena menentukan poros atau lubang tempat ia dipasang.
Ketebalan penampang karetnya — seberapa "gemuk" O-ring itu. Diukur pada satu sisi karet, bukan menyeberang lubang.
Diameter total dari tepi luar ke tepi luar. Ini adalah hasil dari ID ditambah dua kali tebal.
Karena hubungan ini, Anda tidak perlu mengukur ketiganya. Ukur dua yang paling mudah — biasanya ID dan tebal — lalu OD-nya dihitung.
Metric atau inchi? Banyak mesin impor memakai ukuran inchi (standar AS 568), sementara mesin lain memakai metric. Kalau ragu, cukup kirimkan angka hasil ukur Anda — kami bisa mengerjakan keduanya, termasuk mengonversi bila perlu.
Masukkan ID, tebal, atau OD yang Anda tahu ke Kalkulator O-Ring kami — ukuran ketiganya keluar otomatis, siap dikirim untuk penawaran.
Buka Kalkulator O-Ring →Setelah ukuran dan material siap, kirimkan ke kami. Kami produksi custom sesuai spesifikasi Anda dan kirim ke lokasi di seluruh Indonesia.
Diameter luar (OD) = diameter dalam (ID) + (2 × tebal). Jadi cukup ukur ID dan tebalnya, OD bisa dihitung otomatis.
Sebaiknya tetap gunakan jangka sorong untuk presisi. Jika terpaksa memakai penggaris, ukur di permukaan datar tanpa menarik karetnya, lalu kirim foto dengan penggaris di sebelahnya agar kami bantu verifikasi.
Ukur alur atau dudukan (groove) tempat O-ring duduk sebagai acuan, atau kirim foto komponen beserta dudukannya ke kami untuk dibantu identifikasi ukurannya.
Kirim foto, gambar, atau dimensi komponen yang Anda cari. Tim kami siap membantu menemukan solusi terbaik untuk kebutuhan industri Anda.
Mulai Konsultasi via WhatsApp