Mesin rajut digital adalah mesin rajut yang dikendalikan secara elektronik dan terhubung dengan perangkat lunak desain. Berbeda dengan mesin rajut konvensional yang banyak mengandalkan pengaturan mekanis, mesin digital dapat menggunakan data desain, program pola, pengaturan bentuk, warna, dan struktur rajutan untuk menghasilkan produk secara otomatis.
Teknologi ini memungkinkan desain yang dibuat secara digital diterjemahkan langsung menjadi instruksi produksi pada mesin rajut.
Salah satu perkembangan penting adalah teknologi WHOLEGARMENT dari SHIMA SEIKI, yang mampu membuat pakaian rajut secara tiga dimensi dalam satu bagian tanpa proses jahit konvensional. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada 1995.
Apa Itu Personalisasi Massal?
Mass customization (personalisasi massal) adalah konsep produksi yang memungkinkan perusahaan menghasilkan produk dalam jumlah besar tetapi tetap memberikan pilihan atau karakteristik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen.
Dalam industri tekstil, personalisasi dapat berupa:
- ukuran pakaian;
- bentuk;
- warna;
- pola;
- motif;
- jenis benang;
- struktur rajutan;
- tingkat elastisitas;
- bagian tertentu yang disesuaikan dengan tubuh pengguna.
Jadi, konsepnya bukan lagi:
“Satu desain untuk semua orang.”
Melainkan:
“Produksi dalam skala industri, tetapi produk dapat dibuat sesuai kebutuhan konsumen.”
SHIMA SEIKI secara langsung mengaitkan teknologi WHOLEGARMENT dan sistem desain digitalnya dengan mass customization, on-demand production, dan e-commerce.
Bagaimana Mesin Rajut Digital Bekerja?
Alur sederhananya:
Ide/desain
↓
Desain digital 2D/3D
↓
Simulasi komputer
↓
Penentuan pola & struktur rajutan
↓
Data dikirim ke mesin rajut
↓
Mesin membuat produk
↓
Quality Control
↓
Produk siap dijual
Sistem desain seperti SDS-ONE APEX dari SHIMA SEIKI memungkinkan desainer membuat dan mengevaluasi desain secara digital sebelum masuk ke tahap produksi. Sistem tersebut juga dapat digunakan untuk mengevaluasi variasi warna dan membuat sampel virtual.
STOLL juga mengembangkan CREATE DESIGN, yang membantu mendigitalkan proses desain dan pengembangan knitwear serta memungkinkan pembuatan simulasi pakaian rajut secara realistis.
Teknologi WHOLEGARMENT
6
Salah satu contoh paling menarik dari perkembangan mesin rajut digital adalah WHOLEGARMENT.
Pada produksi pakaian rajut konvensional, bagian depan, belakang, dan lengan biasanya dibuat secara terpisah kemudian dijahit.
Pada WHOLEGARMENT, pakaian dapat dirajut secara utuh dalam bentuk tiga dimensi langsung pada mesin, sehingga sebagian besar proses penyambungan/jahit dapat dihilangkan.
Keuntungannya:
- mengurangi proses jahit;
- mengurangi kebutuhan pekerjaan pascaproduksi;
- mempercepat proses produksi;
- memungkinkan desain tiga dimensi;
- menghasilkan pakaian tanpa jahitan pada aplikasi yang sesuai;
- mendukung produksi berdasarkan permintaan.
Mengapa Teknologi Ini Penting bagi Industri Tekstil?
Industri fashion menghadapi masalah yang cukup besar, yaitu ketidakpastian permintaan.
Sebuah perusahaan dapat membuat ribuan pakaian, tetapi tidak semuanya terjual.
Jika produk tidak terjual, perusahaan menghadapi:
- stok menumpuk;
- diskon besar;
- biaya penyimpanan;
- produk menjadi tidak relevan karena tren berubah;
- pemborosan material.
Teknologi rajut digital memungkinkan perusahaan bergerak menuju on-demand manufacturing.
Artinya, produk dapat dibuat ketika ada kebutuhan atau pesanan.
SHIMA SEIKI menjelaskan bahwa kombinasi desain virtual, peramalan permintaan, dan WHOLEGARMENT dapat membantu mengoptimalkan persediaan serta mengurangi produk sisa.
Hubungan dengan E-Commerce
E-commerce membuat konsumen semakin terbiasa dengan produk yang dapat dipesan secara digital.
Masa depan prosesnya dapat terlihat seperti:
Konsumen membuka website
↓
Memilih model pakaian
↓
Memilih warna & ukuran
↓
Melakukan personalisasi
↓
Pesanan masuk ke sistem produksi
↓
Data diteruskan ke mesin rajut digital
↓
Produk dibuat sesuai pesanan
↓
Produk dikirim ke konsumen
Dengan model tersebut, perusahaan tidak harus menyimpan semua variasi produk dalam jumlah besar.
SHIMA SEIKI menyebut produksi WHOLEGARMENT secara on-demand sebagai salah satu cara mendukung mass customization, termasuk untuk kebutuhan e-commerce.
Keunggulan Mesin Rajut Digital
1. Fleksibilitas Tinggi
Desain dapat diubah melalui software tanpa harus membuat ulang seluruh sistem produksi secara manual.
2. Personalisasi
Ukuran, bentuk, warna, dan pola dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
3. Mengurangi Waktu Produksi
Digitalisasi mengurangi sejumlah proses manual, terutama ketika desain sudah siap digunakan oleh mesin.
4. Mengurangi Material Terbuang
Produksi pakaian secara langsung sesuai bentuk yang diperlukan dapat mengurangi kebutuhan pemotongan dan penyambungan tertentu. WHOLEGARMENT, misalnya, dirancang untuk menggunakan jumlah benang yang diperlukan untuk satu produk.
5. Mengurangi Stok
Produksi dapat dilakukan berdasarkan permintaan sehingga perusahaan tidak harus membuat stok dalam jumlah besar.
6. Meningkatkan Kreativitas Desainer
Desainer dapat mencoba bentuk dan struktur rajutan yang lebih kompleks melalui simulasi digital.
Contoh Personalisasi dalam Industri Tekstil
Personalisasi tidak hanya terbatas pada pakaian fashion.
Fashion
Konsumen dapat memilih:
- ukuran;
- warna;
- motif;
- model;
- panjang pakaian.
Olahraga
Produk dapat dibuat dengan karakteristik tertentu untuk kebutuhan atlet.
Contohnya:
- tingkat elastisitas;
- zona ventilasi;
- bentuk tubuh;
- material tertentu.
Kesehatan
Teknologi rajut digital dapat digunakan untuk membuat compression garments dan produk medis dengan tingkat kesesuaian yang lebih spesifik.
STOLL, misalnya, mengembangkan aplikasi teknologi rajut untuk pakaian kompresi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, termasuk pengaturan zona kompresi dan bentuk yang lebih individual.
Wearable Technology
Teknologi rajut juga dapat dikembangkan untuk produk yang mengintegrasikan fungsi elektronik atau material khusus.
SHIMA SEIKI menyebut kemampuan shaped knitting dan struktur rajutan sebagai salah satu area yang relevan untuk aplikasi wearable technology.
Peran Software dalam Industri Tekstil Masa Depan
Mesin rajut digital tidak berdiri sendiri.
Software menjadi bagian penting dari sistem produksi.
Contohnya:
Software desain
→ membuat model pakaian
3D simulation
→ melihat hasil sebelum produksi
Knitting software
→ menerjemahkan desain menjadi data rajutan
Production management
→ mengatur mesin dan produksi
Data penjualan
→ menentukan produk yang harus dibuat
SHIMA SEIKI menggambarkan konsep ini sebagai Total Fashion System, yaitu integrasi antara perencanaan, desain, produksi, dan penjualan.
Tantangan Penerapan
Meskipun menjanjikan, teknologi ini memiliki beberapa tantangan.
Investasi tinggi
Mesin rajut digital dan software pendukung membutuhkan investasi yang cukup besar.
SDM harus memiliki kemampuan digital
Operator dan desainer perlu memahami:
- software desain;
- pemrograman mesin;
- material;
- struktur rajutan;
- maintenance.
Tidak semua produk cocok
Mesin rajut digital sangat cocok untuk produk rajutan tertentu, tetapi tidak menggantikan seluruh metode produksi tekstil.
Integrasi sistem
Perusahaan perlu mengintegrasikan:
- desain;
- produksi;
- inventory;
- e-commerce;
- logistik.
Biaya produksi individual
Produksi satu per satu atau dalam batch kecil dapat memiliki biaya per unit yang lebih tinggi dibandingkan produksi massal konvensional jika sistem belum dioptimalkan.
Dampak terhadap Pekerja Industri Tekstil
Digitalisasi tidak berarti manusia sepenuhnya digantikan.
Peran pekerja akan lebih banyak bergeser ke:
- desainer digital;
- programmer mesin;
- teknisi;
- operator;
- quality control;
- analis data;
- pengembang produk.
Artinya, industri membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan digital dan teknis yang lebih tinggi.
Masa Depan Industri Tekstil
Masa depan industri tekstil kemungkinan akan semakin mengarah pada konsep:
“Design → Customize → Produce on Demand → Deliver”
Bukan:
“Produce → Store → Hope It Sells.”
Perusahaan dapat memproduksi barang berdasarkan data dan permintaan aktual konsumen.
Teknologi virtual sampling juga memungkinkan perusahaan mengevaluasi desain sebelum membuat sampel fisik, sehingga waktu dan material untuk tahap pengembangan dapat ditekan.
Mesin rajut digital merupakan salah satu teknologi yang berpotensi mengubah masa depan industri tekstil.
Dengan kombinasi mesin rajut komputerisasi, software desain 2D/3D, simulasi virtual, otomatisasi, dan data konsumen, perusahaan dapat menghasilkan produk yang lebih fleksibel dan personal.
Teknologi seperti WHOLEGARMENT menunjukkan bahwa pakaian dapat dibuat secara tiga dimensi dan dalam satu bagian, sementara sistem digital seperti SDS-ONE APEX dan CREATE DESIGN memperpendek hubungan antara desain dan produksi.
Ke depan, konsep mass customization memungkinkan konsumen mendapatkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa perusahaan harus meninggalkan efisiensi produksi industri.
Dengan demikian, masa depan industri tekstil bukan hanya tentang memproduksi pakaian lebih banyak, tetapi memproduksi pakaian yang lebih tepat, lebih personal, lebih cepat, dan dengan pemborosan yang lebih sedikit.