MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

Latest news

Classic list

Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
PicsArt_11-01-03.21.54-1200x800.jpg

November 1, 2021 adminGalleryImageoli

Sebuah rutinitas dilakukan pemilik mobil di pagi hari sebelum berangkat ke kantor yaitu memanaskan mesin mobil agar siap dipakai. Sesekali, mobil digas sedikit agar makin cepat panas. Tak disangka, rutinitas seperti ini telah menyita sekitar 5 menit waktu di pagi harinya sesaat sebelum berangkat ke kantor. Bahkan, ketika terburu-buru pun, mobil tetap tidak absen dari kebiasaan manasin mobil.

Fungsi dari memanaskan mesin mobil di pagi hari adalah untuk memberikan waktu pada pelumas untuk bekerja di dalam mesin. Oli atau pelumas memiliki peranan penting pada mesin kendaraan. Selain melumasi komponen agar minim gesekan, pelumas juga bisa membantu mendinginkan mesin dari hasil pembakaran di dalam silinder. Nah, jika kebiasaan manasin mobil tidak dilakukan, komponen di dalam mesin bisa rusak karena pelumas belum bekerja dengan sempurna.

Tapi di sisi lain, memanaskan mobil terlalu lama juga dapat menyebabkan pemborosan bahan bakar berlebih. Terdapat beberapa hal yang tidak mengharuskan kita untuk memanaskan mesin mobil. Agar lebih paham, mari simak penjelasan berikut:

Jenis mesin mobil

Sebelum mengetahui perlukah memanaskan mesin mobil di pagi hari, ada hal yang perlu dipahami adalah mengenai jenis mesin yang dipasang pada mobil. Mesin mobil ada dua jenis yaitu mesin non-injeksi yang konvensional dan mesin injeksi yang biasanya ditanam pada mobil-mobil keluaran baru.

Mesin non-injeksi / konvensional

Mesin mobil non-injeksi atau biasa juga disebut sebagai mesin konvensional merupakan mesin yang biasanya ditanam pada mobil lama. Pada mesin mobil non-injeksi, terdapat karburator yang berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar pada mesin pembakaran dalam.

Faktanya, memanaskan mesin mobil non-injeksi / konvensional hanya perlu waktu lima menit saja. Jika jarum indikator suhu mesin sudah berada di posisi tengah mobil siap untuk digunakan. Memanaskan mesin dalam waktu yang lama juga bisa membuat mesin kendaraan menjadi overheating.

Mesin injeksi

Ternyata, untuk mesin mobil injeksi, memanaskan mesin mobil bukanlah ritual yang wajib dilakukan karena sudah ada Electronic Control Unit atau kerap disebut dengan ECU yang mengatur pembakaran mesin. Penambahan ECU membuat mesin tidak membutuhkan suhu optimal kerja mesin yang biasanya dicapai dengan jalan memanaskan mesin mobil.

Jika masih ingin memanaskan mesin mobil, sebenarnya memanaskan mesin injeksi hanya perlu dilakukan selama 30 detik atau 1 menit saja. Lebih dari itu hanya akan membuang bahan bakar saja.

Jadi untuk kamu yang memiliki mobil dengan mesin injeksi, kamu tidak harus memanaskan mesin mobil terlalu lama. Berbeda dengan mesin konvensional / non-injeksi yang harus terlebih dahulu dipanaskan agar pelumasan sempurna. Namun dibalik semua itu, ada dampak buruk jika kamu memanaskan mobil terlalu lama. Berikut beberapa dampak buruk yang akan terjadi jika memanaskan mesin mobil terlalu lama:

Boros BBM dan pencemaran lingkungan

Memanaskan mesin mobil di pagi hari dalam waktu relatif lama hanya mengakibatkan konsumsi bahan bakar semakin boros. Karena selama mobil tidak berjalan, mesin mobil tetap membutuhkan bahan bakar agar mesin mobil tetap hidup.

Dampak yang berbahaya ternyata juga bisa terjadi bila memanaskan mesin mobil dalam waktu yang lama, terutama pada ruangan tertutup seperti garasi mobil. Gas buang dari knalpot seperti gas karbon monoksida, gas nitrogen oksida, dan juga gas hidrokarbon bisa memenuhi ruangan dan membuat udara menjadi beracun. Jika terus menerus dihirup, tentu saja tidak sehat bagi manusia yang menghirupnya.

Catalytic converter tidak bekerja

Memanaskan mesin mobil terutama pada mobil yang sudah memiliki spesifikasi Euro 2 dan dilengkapi catalytic converter, tidaklah dianjurkan. Jika terlalu panas, komponen yang berfungsi sebagai alat penurun emisi gas buang ini tidak dapat bekerja maksimal.

Bahkan catalytic converter yang terlalu panas dapat memicu kebakaran jika berada di dekat bahan-bahan mudah terbakar. Secara teknis, pemanasan suhu pada catalytic converter yang terjadi ketika kamu memanaskan mesin mobil  memang disengaja. Itu sebabnya komponen ini ditempatkan setelah exhaust manifold agar terkena imbas dari gas buang mesin yang panas. Pada saat panas itulah catalytic converter berfungsi sebagai katalis untuk mereduksi gas buang, seperti hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitrogen oksida.

Ketika memanaskan mesin mobil, secara otomatis panas yang dikeluarkan oleh mobil berlebih.Panas tersebut akan menyebabkan kenaikan suhu pada catalytic converter. Suhu catalytic converter tidak diperkenankan melebihi ambang batas yang ditentukan, yakni sekitar 400-500 derajat Celcius.

Dinding silinder kering

Kebiasaan memanaskan mesin mobil terlalu lama atau dalam kondisi idle (tidak jalan), merupakan hal tidak bermanfaat. Karena pembakaran di ruang bakar tidak sempurna, ujungnya membawa dampak buruk pada dinding silinder. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan menempel di dinding silinder dan menutupi minyak pelumas di dinding silinder. Otomatis dinding silinder akan mengalami kekeringan akibat tidak adanya pelumasan di bagian tersebut.

Busi cepat kotor

Ritual memanaskan mesin mobil terlalu lama mengganggu suhu kerja busi. Busi yang tidak berada di suhu seharusnya bisa kotor sehingga berdampak terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sekitar 5%.

Karat pada pipa knalpot

Ketika kamu memanaskan mesin mobil di pagi hari, akan timbul uap air dari knalpot karena perubahan suhu dari dingin ke panas. Jadi, bila terlalu lama mesin dalam kondisi idle, uap air akan timbul di dalam sistem pembuangan karena mobil tidak berjalan. Jika sistem pembuangan knalpot mobil kamu berkarat, lebih baik diganti karena bisa mengganggu kinerja mobil.

Dampak pada oli mesin

Namun, banyak juga yang memanaskan mesin mobil dengan alasan untuk membuat sirkulasi oli mobil kembali normal. Jika oli yang digunakan pada kendaraan adalah oli sesuai spesifikasi pabrikan mobil, tentu saja hal itu tak perlu dikuatirkan. Pelumas yang ada saat ini sudah lebih baik secara kualitas sehingga meski mesin dalam keadaan mati, pelumas tetap ada yang menempel pada komponen mesin.


a203f6b0-7298-4399-b08d-d3845a66eebc-1200x800.jpg

October 30, 2021 adminGalleryImageoli

Merawat kendaraan baik roda dua ataupun roda empat memang harus secara rutin terutama memperhatikan oli & pelumas. Terlebih perawatan ini menyangkut keselamatan pengendara ketika menggunakannya di jalan raya. Kendaraan yang terawat dengan baik bisa Anda gunakan senyaman mungkin dan tentunya aman dari kerusakan-kerusakan yang akan terjadi. Memilih oli tidak bisa sembarangan karena harus sesuai dengan tipe mesin yang kendaraan Anda miliki.

Tidak hanya para montir bengkel, Tetapi anda sebagai pemilik kendaraan juga harus tahu oli & pelumas seperti apa yang Anda butuhkan untuk membuat kendaraan terawat dari segi mesin. Beberapa hal dalam memilih dua komponen ini bisa Anda gunakan seperti berikut.

  1. Lihat Kekentalan Oli

Hampir semua oli mesin memiliki fungsi yang sama untuk kendaraan. Tetapi pelumas tidak bisa berfungsi maksimal jika kandungannya tidak sesuai dengan mesin yang ada pada kendaaraan Anda. Perbedaan oli bisa Anda lihat dari kekentalan yang cairan miliki. Tingkat kekentalan ini ditunjukkan dengan nomor SAE atau society of Automotive Engineer. Jika oli semakin encer maka memberi dampak baik untuk mesin mobil Anda. Perhatikan tingkat kekentalan atau Viscosity-grade yang oli miliki.

  1. Baca Manual Book Kendaraan

Tips paling mudah dalam memilih oli & pelumas adalah dengan membaca manual book dari kendaraan Anda. Nantinya di dalam buku panduan tersebut, Anda bisa melihat bagaimana spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat. Memilih oli yang cocok bisa dengan melihat mesin dan kualitasnya bukan hanya dari segi merk yang populer. Baca manual book dari kendaraan Anda dan perhatikan setiap informasi yang ada agar pemilihan oli tidak sembarangan.

  1. Ketahui Ciri Oli Palsu

Sekarang ini banyak sekali oli palsu yang beredar dan tentu mengkhawatirkan. Apalagi oli memiliki fungsi penting dalam berkendara. Penjual oli akan mematok harga murah dibanding standar dan hal ini patut Anda curigai. Ciri oli palsu bisa Anda lihat dari warga, warna pelumas yang biasanya lebih pekat dan bau yang cukup tengik dan kasar. Dari sini bisa Anda lihat seperti adanya kandungan logam. Maka dari itu sebaiknya Anda segera mengganti oli & pelumas yang cocok di bengkel kepercayaan Anda.

  1. Perhatikan Bahan Pembuatan Oli

Ketahui bahwa oli kendaraan sekarang ini terbagi menjadi dua jenis bahan. Pertama adalah oli sintetis dan kedua adalah mineral. Oli sintetis berasal dari berbagai bahan kimia dan bersifat aditif. Sementara untuk oli mineral berasal dari ekstraksi minyak bumi. Dari sini Anda bisa tahu manakah jenis oli yang bagus. Oli mineral adalah yang terbaik karena mengalami proses yang alami daripada oli sintesis.

  1. Pahami Bagaimana Karakter Mesin

Tips berikutnya dalam memilih oli & pelumas terbaik dalah dengan memahami bagaimana karakter mesin kendaraan yang Anda miliki. Cara ini terbilang paling mudah karena bisa dengan cara melihat manual book kendaraan. Cermati bagaimana spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat karena dengan mengetahui karakter mesin maka kita bisa menentukan pelumas seperti apa yang dibutuhkan kendaraan.

Baik oli maupun pelumas memang memegang peranan penting agar kondisi kendaraan terawat baik. Pelumas berfungsi untuk memperhalus gerak mekanis dari komponen mesin. Oli & pelumas bisa mengoptimalkan kemampuan kendaraan kita secara menyeluruh sehingga ketika digunakan bisa berfungsi dengan baik. Memilih pelumas harus mengetahui dan paham bagaimana kualitas yang baik dan rutin diganti untuk merawat mesin.

Salah satu kriteria pelumas yang baik adalah yang memiliki kandungan molybdenum. Fungsinya adalah sebagai friction modifier dengan membentuk lapisan yang ada di atas permukaan metal di dalam mesin. Dan fungsi dari pelumas ini adalah mengurangi gesekan agar kinerja mesin juga bisa lebih optimal serta membuat bahan bakar lebih hemat.

Cara mengecek kandungan ini bisa dengan memperhatikan pada keterangan kemasan pelumas. Biasanya akan dicantumkan secara detail dan terperinci bagaimana bahan baku dan teknologi yang digunakan. Oli & pelumas yang berkualitas berdampak sangat bagus untuk ketahanan mesin kendaraan Anda.

Kualitas pelumas juga bisa diketahui dari wujudnya. Jika warna kuning jernih berarti pelumas tersebut bagus. Tetapi jika Anda ingin pelumas lebih bagus lagi maka warnanya akan lebih jernih dan bening. Bisa juga dipantau dengan melihat Indeks Viskositas (Viscosity Index) yang pada umumnya adalah 80 hingga 100.

Pelumas dengan kualitas baik akan mengadopsi standar API atau American Petrolium Institute. Standar ini memiliki interval penggantian secara berkala dan lebih lama. Misalnya saja seperti 10.000 km atau selama enam bulan sekali seperti yang ada di buku petunjuk.

masih bingung dengan cara pengisian oli sendiri? kalian bisa langsung cek artikel kami tentang cara mengganti oli sendiri di rumah


PicsArt_10-27-04.19.38.jpg

Oli atau pelumas memiliki peranan penting pada mesin kendaraan. Selain melumasi komponen agar minim gesekan, pelumas juga bisa membantu mendinginkan mesin dari hasil pembakaran di dalam silinder.
Namun perlu diketahui, sebagian dari pemilik mobil hanya tahu fungsi dari oli mesin adalah sebagai pelumas antar komponen mesin yang saling bergesekan untuk mengurangi risiko aus sehingga dapat bergerak secara optimal sepanjang waktu.

Dalam prosesnya, oli melarutkan kotoran yang ada di dalam mesin dan membawanya ke filter oli untuk disaring. Kotoran ini timbul dari debu yang masuk melalui celah seal, bisa karena bocor atau sudah termakan usia, dan akibat gesekan antar komponen dalam mesin berupa serpihan logam halus.

Fungsi lain dari pelumas adalah membantu mendinginkan mesin di mana panas yang timbul dari gesekan antar komponen di dalam mesin akan diteruskan oleh oli mesin ke dinding blok mesin dan selanjutnya dilepaskan keluar.

Yang tidak kalah penting, senyawa kimia yang terdapat di dalam oli mesin akan mencegah terjadinya karat pada komponen di dalam mesin untuk menjaga usia pakainya.

Alasan mengganti oli

Struktur senyawa kimia oli mesin pasti akan berubah dan kemampuannya dalam menunaikan tugas ikut menurun seiring beroperasinya mesin mobil, apalagi jika sering menghadapi kondisi berat seperti macet parah.

Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu.

Jika dibiarkan, kotoran akan menghambat kinerja mesin yang dapat membuat komponen di dalamnya rusak lantaran fungsi utama oli mesin sudah berkurang. Residu berlebihan turut mempengaruhi kinerja pompa dan filter oli mesin di mana jika sudah parah dapat mengakibatkan keduanya mampat.

Kondisi ini juga akan menyebabkan fungsi oli lainnya, seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Hanya masalah waktu sebelum akhirnya mesin bermasalah dan rusak parah.

Meskipun demikian, membiarkan oli mesin tidak diganti dengan alasan mobil tidak pernah dipakai juga tidak tepat. Seiring waktu, senyawa kimia di dalam oli mesin akan mengalami perubahan terkait proses oksidasi yang secara alami terjadi.

Masalahnya, kandungan air sebagai akibat dari oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan.

Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya. Tinggal masalah waktu sebelum akhirnya mesin mobil bermasalah akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin.

Ruang mesin juga punya potensi timbul karat karena proses oksidasi. Jika dibiarkan, karat akan merambat ke berbagai komponen di dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan parah. Untuk itu pemilik wajib untuk menggantinya kala servis berkala setiap 6 bulan

baca juga artikel berikut: Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

 



October 19, 2021 adminGalleryImageMotor

Servis motor yang harus kamu lakukan setiap bulannya berbeda-beda, bergantung pada bagian motor mana saja yang harus dirawat secara rutin. Tujuannya adalah agar kendaraan tidak cepat rusak dan tetap awet.

Sayangnya, masih ada saja yang enggan meluangkan waktunya untuk memerhatikan hal ini.

Padahal saat kamu memiliki kendaraan, seharusnya sudah menjadi keharusan untuk menjaga & merawat kendaraan

Harga servis motor di beberapa bengkel bervariasi, mula dari Rp35 ribu. Semakin banyak masalah yang harus diperbaiki maka biayanya pun akan semakin mahal. Berikut ini informasi mengenai biaya servis motor dan perintilannya yang wajib kamu tahu.

4 Hal yang wajib kamu ketahui dalam perawatan motor

Jadi utamanya ada empat hal yang kamu harus prioritaskan untuk diperhatikan agar motormu senantiasa dalam keadaan sehat.

`1. Ganti oli

Ganti oli merupakan hal yang wajib dilakukan setiap bulan agar mesin berjalan dengan baik dan terbebas dari gangguan.

Selain itu, karena fungsinya sebagai pelumas, jadi oli dapat melapisi bagian logam agar tidak terjadi kontak langsung dengan udara atau air. Selain itu, oli juga dapat melindungi mesin agar tidak mudah berkarat.

Jenis oli yang digunakan pun gak bisa sembarangan. Karena itu, disarankan agar kamu konsultasikan dahulu dengan mekanik mengenai jenis oli yang tepat dengan tipe motormu.

Gak hanya itu, kamu juga gak dianjurkan untuk gonta-ganti merk dan jenis oli. Mengapa? Soalnya hal tersebut sangat berisiko merusak mesin motor kamu lho. Jadi, pastikan kamu menggunakan merk dan jenis oli yang sama sejak awal.

2. Servis tune up rutin

Selain ganti oli, servis tune up juga harus dilakukan setiap bulan secara rutin. Tujuannya adalah agar kamu dapat mengetahui kondisi motormu.

Biaya ini terbilang cukup murah kok, yaitu sekitar Rp75 ribu. Eits, tapi biaya itu hanya untuk periksa aja ya. Jadi ini belum termasuk kalau ada perbaikan atau penggantian spare part.

Akan tetapi, servis tune up ini umumnya paketan lho. Jadi, dengan mengeluarkan uang Rp75 ribu, kamu sudah bisa:

  • Mengecek tekanan ban.
  • Mengecek kondisi atau tegangan rantai.
  • Karburator dan radiator dibersihkan.
  • Mengecek alat ECU dan area CVT.
  • Mengecek kondisi lampu (jauh, depan dan belakang), sen dan klakson.
  • Saringan udara juga umumnya akan dibersihkan.

Jika saat diservis tune up ternyata ada yang harus diperbaiki, umumnya pihak mekanik akan bertanya terlebih dahulu ke kamu. Jadi, kamu gak perlu khawatir melihat tagihan yang meledak.

Akan tetapi, disarankan agar kamu membawa uang lebih saat akan servis motor. Jadi, apabila ada yang harus diperbaiki, bisa langsung dikerjakan. Daripada nanti kamu harus ngantri-ngantri lagi kan.

3. Kampas rem

Rem merupakan salah satu spare part yang harus selalu kamu pantau kualitasnya setiap bulan. Kebayang gak sih kamu kalau mengendarai kendaraan tapi remnya gak pakem? Duh, bisa ketar-ketir sendiri di jalan karena takut menabrak sesuatu.

Karena itu disarankan agar kamu rutin mengganti kampas rem setiap bulannya..

Nah, untuk kampas rem ini terbagi menjadi dua, yakni:

  • Kampas rem depan cakram.
  • Kampas rem belakang tromol.

Akan tetapi, pihak mekanik umumnya akan memberitahukan apakah kampas remmu perlu diganti atau tidak dan usia kampas rem dipengaruhi dari cara pemakaianmu lho.

  1. Spare part lainnya

Ada beberapa spare part yang usianya tidak selama spare part lain. Contohnya saja aki yang bisa bertahan sekitar dua tahun. Lagipula, kamu juga tentu gak mau harus dorong-dorong motor di jalanan karena motormu mati akibat ada salah satu spare part yang rusak.

Karena itu, sebaiknya rutinlah mengganti beberapa spare part , seperti:

  • Roller
  • V belt

Sama seperti kampas rem, usia beberapa spare part tersebut juga dipengaruhi oleh cara pemakaianmu.

Baca artikel ini untuk informasi seputar perawatan motor lainnya: manfaat merawat motor secara teratur



October 16, 2021 adminGalleryImage

Busi sangat penting untuk mesin pembakaran internal baik mobil bahkan motor. Busi menciptakan percikan api dengan mengirimkan sinyal listrik ke ruang bakar. Percikan api tersebut menyalakan campuran udara-bahan bakar di ruangan. Tanpa busi yang bagus, bahan bakarnya tidak akan terbakar secara efisien dan bahkan mesin mungkin tidak menyala sama sekali. Anda harus tahu cara memeriksa busi dan mengenali tanda-tanda yang menunjukkan bahwa sudah waktunya memperbaiki atau menggantinya.

Bagaimana cara mengenali Busi yang Buruk?

Sebelum pemeriksaan busi, Anda harus menyadari gejala umum yang menunjukkan bahwa ada yang salah dengan busi-busi mobil Anda tersebut.

Berikut ini akan menjadi tanda peringatan dari kendaraan Anda ketika busi rusak dan perlu diganti:

Kendaraan Menendang-nendang atau Kincat – Busi yang dikenakan bisa menjadi alasan ketika mobil sulit untuk starting awal. Namun, komponen lain dalam sistem pengapian juga dapat menyebabkan masalah ini. Oleh karena itu, pastikan bahwa busi Anda dalam keadaan baik sebelum menuju ke analisa lebih lanjut.

Mesin Misfiring – Suara letupan sporadis dari mesin adalah tanda pasti salah tembak. Kemungkinan penyebabnya adalah kawat busi berjumbai atau ujung busi yang rusak yang menghubungkan ke kawat.

Akselerasi lambat – Busi terbuat dari beberapa bahan yang bekerja sama untuk menghasilkan percikan api. Busi tidak berfungsi dengan benar saat material ini aus, sehingga memperlambat akselerasi.

Ekonomi Bahan Bakar Rendah – Mobil mencapai penghematan bahan bakar yang lebih baik ketika busi bekerja dengan baik. Ini karena busi membantu pembakaran bahan bakar efisien di ruang bakar. Jika busi rusak, itu akan mempengaruhi efisiensi bahan bakar.

Cara Memeriksa Busi:

Yah, pertama-tama Anda harus tahu apa yang terlihat seperti busi buruk sebelum mengetahui cara memeriksa busi. Tanda pasti busi yang buruk adalah retak atau beberapa retakan pada penutup porselennya. Kadang-kadang, Anda akan menemukan lapisan merah pada isolasi keramik tetapi hanya penumpukan aditif dari bahan bakar bebas timbal berkualitas rendah.

Baca langkah-langkah berikut jika Anda ingin tahu cara memeriksa busi:

source: RiderGalau.com

Lihatlah ke ujung busi dan elektroda samping.

Jika komponen ini berubah menjadi hitam, itu berarti bahwa busi telah berjalan dengan terlalu banyak bahan bakar. Ini juga dapat menunjukkan injector bocor atau kabel busi yang buruk. Dalam hal apapun, itu adalah masalah yang terkait dengan busi. Proses pembakaran tidak berjalan pada kecepatan alami, mengganggu tingkat pembakaran dan proses pembersihan. Pastikan busi dalam keadaan baik, baru melangkah ke masalah kabel busi dan bahkan kebocoran injektor bahan bakar.

Periksa kabel busi.

Anda dapat mengukur resistansi kabel busi dengan multimeter digital untuk melihat apakah mereka berfungsi dengan benar. Setiap kaki kawat harus memiliki hambatan 10.000 hingga 15.000 ohm. Resistensi yang lebih tinggi menunjukkan pemasangan kabel yang buruk. Bahkan kerusakan garis rambut di suatu tempat dapat menyebabkan kegagalan total, yang akan menembakkan resistensi hingga tak terbatas!

Kerusakan detonasi.

Kondisi seperti itu dapat membuat waktu mesin tidak seimbang. Terlepas dari detonasi, bensin dengan rating oktan yang buruk juga dapat menyebabkan konsekuensi yang sama.

Pra-penyalaan.

Bagaimana cara memeriksa apakah busi memancar? Anda bisa yakin dengan masalah tersebut jika elektroda samping terbakar. Ini terjadi ketika busi terlalu cepat menyala, tidak memberikan cukup waktu bagi bahan bakar untuk ditransmisikan ke dalam campuran bahan bakar udara. Kondisi seperti itu membutuhkan perhatian cepat karena busi dapat gagal dalam waktu dekat.

Periksa percikan api.

Warna percikan api dapat memberi tahu Anda apakah busi bekerja atau tidak. Lepaskan busi tetapi tetap terhubung ke kabel dan hubungkan ke frame/bodi. Sekarang, nyalakan mesin dan lihat apakah busi menghasilkan percikan apa pun.

Percikan biru berarti semuanya baik-baik saja tetapi percikan kuning atau tidak ada artinya sudah waktunya untuk mengganti busi. Namun, ada masalah dengan metode ini. Saat Anda menguji busi di luar ruang bakar, percikan api tidak harus mengalami tekanan yang sama seperti di dalam ruangan. Untuk alasan ini, sebuah busi yang memicu dengan cara ini tidak menjamin bahwa itu akan berfungsi selama operasi berjalan normal.

Jangan Lewatkan Hal-Hal Ini selama Diagnosis Busi!

Anda sudah tahu cara memeriksa busi tetapi banyak orang masih gagal mendiagnosis karena tidak melewatkan beberapa trik. Selama pemeriksaan, Anda harus melakukan hal-hal berikut ini:

  • Pastikan Anda telah memeriksa semua busi dan kabelnya. Beberapa busi mungkin terlihat fungsional tetapi Anda tidak dapat memastikannya sampai memeriksanya secara menyeluruh.
  • Dalam banyak kasus, mengganti busi dengan busi baru akan memecahkan masalah. Seperti, Anda dapat mengembalikan semuanya dengan mengganti busi yang sudah usang. Namun, itu tidak akan memperbaiki cincin piston yang aus atau komponen yang rusak di sistem pengapian. Akan lebih baik jika mobil Anda didiagnosis oleh mekanik profesional.

Itulah tadi beberapa hal mengenai masalah yang terjadi pada busi serta cara memeriksa busi dengan benar. untuk informasi serupa, kalian bisa cek: pemeliharaan mesin kendaraan ringan


PicsArt_10-25-10.11.40.jpg

October 11, 2021 adminGalleryImage

 

Pengetahuan mengenai pemeliharaan mesin kendaraan ringan bukan hanya untuk mereka yang menggeluti dunia mekanik. Mereka yang memiliki mobil pribadi pun bisa mendapatkan manfaat dengan memahaminya.

perawatan kendaraan itu sendiri bisa dibedakan ke dalam dua jenis.

Pertama adalah perawatan terencana atau yang juga sering disebut perawatan berkala. Sesuai namanya, perawatan jenis ini dilakukan mengacu pada jarak tempuh kendaraan atau masa pakainya. Umumnya perawatan berkala dilakukan setiap 10.000 km.

Selain itu, ada pula yang dinamakan perawatan tidak terencana. Nah, jenis perawatan seperti ini umumnya dilakukan ketika kendaraan mengalami kerusakan sewaktu-waktu. Sehingga perlu menjalani perbaikan atau reparasi agar bisa digunakan kembali.

Tahap Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

dijelaskan secara detail tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan kendaraan ringan. Jadi bisa dibilang, bongkar mobil juga ada langkah-langkahnya.

Persiapan

Ada beberapa hal yang mesti dilakukan dalam tahap persiapan, di antaranya lokasi pengerjaan, kemudian peralatan yang dibutuhkan, dan buku manual kendaraan jika memang dibutuhkan.

Pelaksanaan Pekerjaan

Setelah semuanya persiapan beres, bisa dilakukan pengerjaan terhadap bagian dari kendaraan. Disarankan untuk melakukan pengerjaan sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang berlaku.

Tes Jalan dan Kontrol

Ketika sudah selesai, lakukan kontrol terhadap pekerjaan yang telah dilakukan. Misalnya, memeriksa kekencangan baut, memastikan tidak adanya kebocoran dan sebagainya. Termasuk memastikan tidak ada peralatan yang tertinggal di dalam mesin.

Pembersihan dan Penyerahan Kendaraan

Idealnya, setiap kendaraan yang keluar dari bengkel setelah menjalani perawatan mesti dalam kondisi bersih. Maksudnya tidak ada bekas pengerjaan, seperti oli atau grease yang menempel di body apalagi interior.

Setelah itu kendaraan pun siap diserahkan kepada konsumen. Dan jangan lupa untuk merapikan kembali peralatan yang telah digunakan.

Jenis Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Seperti sudah disebutkan di awal, topik pemeliharaan mesin kendaraan ringan memiliki cakupan yang luas. Mulai dari cara benar mencuci mobil sampai penyetelan bukaan valve.

Memeriksa Air Radiator

Radiator memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem pendingin mesin kendaraan. Setiap pemilik mobil pun disarankan selalu memeriksa jumlah air radiator pada kendaraannya secara rutin.

Jangan sampai air radiator di bawah batas minimum atau malah habis karena bisa menyebabkan kerugian besar.

Jika air radiator sudah berkurang, bisa dilakukan pengisian sendiri. Untuk melakukannya pastikan menggunakan produk air radiator, bukan air keran atau air mineral.

Hal penting sebelum melakukannya, pastikan mesin mobil berada dalam kondisi dingin. Karena saat mesin masih panas maka temperatur air radiator juga tinggi.

Jangan sekali-sekali membuka tutup radiator ketika mesin panas karena bisa mengakibatkan cidera serius. Jika mobil habis digunakan, coba tunggu sekitar 30 menit sampai 45 menit untuk mendinginkannya.

Dalam buku “Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan” disebutkan pengisian air radiator bisa dilakukan langsung lewat lubang radiator. Idealnya pengisian dilakukan sampai air menggenangi seluruh sirip-sirip radiator.

Tapi bisa juga mengisi air radiator melalui tabung reservoir-nya. Dalam tabung tersebut terdapat tanda batas minimum dan maksimum jumlah

Memahami Sistem Pelumasan

Bisa dibilang ada dua jenis sistem pelumasan mesin kendaraan, yaitu pelumasan campur dan pelumasan dengan memanfaatkan tekanan.

Pelumasan campur contohnya seperti yang digunakan pada sepeda motor 2-tak. Tapi jenis pelumasan seperti ini sudah mulai ditinggalkan karena tingginya polusi yang dihasilkan dan boros oli.

Sementara itu sistem pelumasan dengan tekanan bisa ditemui pada mobil-mobil berbahan bakar bensin ataupun mesin diesel. Sistem pelumasan seperti ini dinilai lebih baik karena kerjanya kontinyu, teratur, dan merata.

Mengetahui Kondisi Mesin dari Warna Busi

kalian mungkin sudah tak asing dengan komponen yang satu ini. Bukan hanya sebagai bagian dari sistem pengapian, namun busi juga bisa menjadi indikator kondisi mesin.

Hal itu dapat dilakukan dengan melihat warna atau kondisi dari elektrodanya

Nah, dengan mengetahui beberapa hal dasar dari pemeliharaan mesin kendaraan ringan di atas diharapkan pembaca bisa lebih baik lagi dalam merawat kendaraannya. Dengan begitu mobil tetap nyaman digunakan dan bisa mempertahankan harga jualnya.

 

Baca artikel ini untuk seputar info tentang perawatan mesin lainnya: manfaat merawat motor 


bengkelseal65.png

Perlengkapan Wajib Pengendara Motor Saat Musim Hujan

Jas Hujan
Disarankan untuk memlilih jenis jas hujan model outfit atau setelan bagian bawah dan atas yang terpisah. Dengan memilih model ini, dapat membuat pengendara bebas bergerak dan menghindari potensi bagian jas hujan tersangkut di sepeda motor atau pengguna jalan lain.

Warna Jas Hujan
Pilihan warna yang cerah lebih disarankan agar memudahkan pengguna jalan lain mengidentifikasi kita sebagai pengendara. Penggunaan sticker reflective pada jas hujan juga disarankan apabila jas hujan anda berwarna gelap.

Sarung Tangan
Sarung tangan merupakan salah satu piranti dalam keselamatan berkendara untuk melindungi area tangan dengan tetap menjaga kemampuan pengendalian sepeda motor.
Pilih sarung tangan yang menutupi seluruh ruas jari dan untuk menghadapi kondisi hujan. Pilihlah bahan kulit yang memiliki daya serap air yang rendah, sehingga tidak licin saat harus memutar tuas gas saat hujan dan tetap nyaman di pakai

Sarung Sepatu
Pemilihan sarung sepatu disarankan sesuai dengan ukuran sepatu yang digunakan, sehingga pengikat pada sarung sepatu pun dapat lebih kuat dan tidak mudah lepas ketika mengikuti pergerakan sepatu.
Telapak sarung sepatu memiliki cengkraman yang baik seperti halnya sepatu untuk menghindari terpeleset di bar step saat melakukan pengereman, maupun saat menapak. Sebagai pilihan lain, bikers juga dapat menggunakan sepatu berkendara yang memang dirancang anti air.

Cairan Anti Embun
Penggunaan cairan anti embun juga dapat menjadi pilihan untuk digunakan pada kaca helm, sehingga mengurangi potensi menurunnya ketajaman mata saat berkendara karena munculnya embun di kaca helm.

 

Semoga Bermanfaat


bengkelseal64.png

Tips Berkendara Motor Saat Musim Hujan

1. Jaga jarak aman

Berkendara dalam kondisi hujan atau jalan yang basah diperlukan jarak yang aman untuk menghindari kecelakan, dikarenakan jalan lebih licin sehingga traksi / daya cengkram pada roda motor berkurang.

2. Selalu Waspada

Berusaha untuk tetap fokus terhadap sekitar kita, baik itu kendaraan lain, jalan yang berlubang dan ada orang yang menyeberang, dengan tetap waspada serta menjaga fokus akan membantu pengendara untuk mengatur kecepatan pada kecepatan yang aman.

3. Mengatur Penggunaan Rem

Lakukan pengereman dengan halus dan perlahan, karena saat kondisi hujan traksi atau daya cengkram roda terhadap permukaan jalan yang basah menjadi berkurang. Sehingga untuk menghindari slide atau tergelincir saat melakukan pengereman atur tekanan rem dan jaga jarak pengereman agar motor lebih mudah dikendalikan.

4. Gunakan Safety Gear Yang Tepat (Ukuran sesuai dan berwarna cerah)

-Jas hujan model setelan (atasan dan bawahan)
-Helm dengan visor bening
-Gunakan sepatu anti air / karet
-Gunakan sarung tangan

5. Kondisi Motor

Salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah kondisi kendaraan yang kurang baik. Untuk menghindarinya perhatikan hal berikut :

-Kondisi rem yang pakem.
-Kembangan ban yang bagus / tidak gundul.
-Tekanan ban yang sesuai dengan standar spek.
-Electrical / lampu berfungsi baik.
-Kondisi cover body yang baik, tidak terbuka. Karena air yang masuk dapat menyebabkan korsleting di bagian komponen electrical.
-Selalu persiapkan kendaraan dengan baik dan lakukan perawatan secara berkala agar kondisi kendaraan selalu prima.

 

Semoga Bermanfaat.


bengkelseal63.png

Manfaat Merawat Motor Secara Teratur

1. Performa Selalu Optimal
Pemeriksaan dan perawatan secara berkala akan mempertahankan performa mesin dan fungsi komponen pendukungnya selalu dalam keadaan optimal. Di sisi lain, juga akan memperpanjang usia pakainya. Jika perawatan tidak dilakukan secara teratur, kondisi dan performa komponen motor akan menurun dan beresiko mengalami kerusakan yang lebih cepat.

2. Aman dan Nyaman
Perawatan secara teratur membuat berkendara lebih aman dan nyaman. Karena komponen terkait keselamatan dan kenyamanan berkendara selalu dalam kondisi baik dan berfungsi secara optimal, seperti ban, rem, lampu lampu dan lainnya.

3. Pengeluaran Lebih Efisien
Kinerja mesin yang optimal akan membuat proses pembakaran lebih sempurna. Selain itu, komponen-komponen sepeda motor yang berada dalam kondisi baik akan membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.
Dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, juga akan mencegah pemilik motor mengeluarkan uang lebih besar untuk mengganti komponen yang rusak (servis berat) akibat jarangnya melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala.

4. Harga Jual Kembali Tetap Tinggi
Sepeda motor yang dirawat secara teratur membuat kondisi dan performanya motor tetap optomal. Selain itu, tampilan motor akan terlihat lebih rapi dan terawat yang membuat harga jualnya tetap tinggi.

 

 

Semoga Bermanfaat.


bengkelseal62.png

Tips Mudah Jaga Performa Motor Injeksi

 

1. Menggunakan Bahan Bakar yang Tepat
Menggunakan bahan bakar dengan oktan 90 ke atas adalah salah satu cara merawat motor injeksi yang paling sederhana.
Penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dapat menyempurnakan pembakaran di dalam mesin motor. Jangan sesekali menggunakan bahan bakar berkualitas rendah karena dapat memicu kerusakan pada komponen mesin.

2. Mengganti Oli Secara Berkala
Mengganti oli secara berkala juga menjadi hal penting yang tidak boleh terlewat pada perawatan motor injeksi. Lakukanlah penggantian oli setiap dua bulan sekali atau saat motor sudah menempuh jarak 1.000 km. Hindari juga mesin motor yang kekurangan pelumas (kering) karena akan mengganggu kinerja mesin.

3. Memeriksa Kondisi Aki
Motor dengan teknologi injeksi sangat bergantung pada kondisi aki untuk menghidupkan mesin pada sistem pembakaran. Nah, kalau kamu memiliki motor injeksi, pastikan untuk selalu memeriksa kondisi aki motor.

4. Kondisi Busi
Selain aki, kamu juga perlu memperhatikan kondisi busi. Busi adalah pemantik api yang penting untuk proses pembakaran pada mesin. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa busi secara berkala agar dapat memaksimalkan pembakaran pada mesin.
Jika busi mengalami kerusakan, proses pembakaran pada mesin tidak sempurna sehingga mesin kurang bertenaga dan motor tidak dapat menyala. Nah, kalau busi motor sudah tidak menghasilkan api secara maksimal, sebaiknya lakukan penggantian dengan yang baru.

5. Memeriksa Kondisi ECU
Electronic Control Unit (ECU) adalah otak dari pengoperasian sistem injeksi pada motor. ECU mengatur keseluruhan unit injektor, baik takaran bahan bakar yang disemprotkan atau buka tutup klep injektor.
Jika sistem ini terganggu, kinerja injektor pun tidak dapat berjalan sempurna dan membuat motor menjadi mogok. Jadi, pastikan untuk selalu memperhatikan kondisi ECU motor kamu supaya performa motor tetap prima.

6. Melakukan Servis Secara Berkala
Melakukan servis berkala adalah cara yang sangat penting untuk merawat kondisi motor injeksi agar tetap prima, minimal setiap tiga bulan sekali. Usahakan untuk melakukan servis motor injeksi di tempat resmi dengan standar yang telah ditetapkan.

 

Semoga Bermanfaat.


Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.