MON-FRI8AM - 4PMCALL US081231133033

Latest news

Classic list

Globally incubate standards compliant channels before scalable benefits. Quickly disseminate superior deliverables whereas web-enabled applications.
bgklseal39.png

  • Rutin panaskan mesin motor di pagi hari

Memanaskan motor adalah sebuah cara merawat dengan memanaskan mesin agar oli dalam mesin siap melumasi mesin sehingga performa dari mesin itu lebih maksimal. Cara memanaskan motor matic yang baik adalah panaskan motor kurang lebih 5 menit sampai 10 menit dan sebaiknya menggunakan kick stater saja jika menggunakan stater elektrik tentunya akan lebih banyak mengurangi bateray dari motor tersebut

  • Ganti secara berkala

Perawatan motor matic yang satu ini tergolong hal paling penting, untuk itu sebagai perawatan lakukan sesuai dengan jadwal pergantian oli yang biasanya dilakukan setiap 1000 km dan untuk pergantian oli transmisi motor (oli gardan) maksimal ketika motor sudah mencapai 5000 km. Apabila acuan kilometer untuk ganti oli lupa sebaiknya lakukan perawatan rutin setiap 2 sampai 3 bulan sekali dan jangan lupa juga untuk menggunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi motor matic yang anda miliki.

  • Jangan Sampai Kehabisan Bensin

Dalam menjaga dan merawat motorik kebiasaan buruk yang sering terjadi adalah motor matic sampai perawatan bensin. Jangan sampai motor matic berhenti dijalan karena bensin habis karena dapat merusak mesin motor tersebut. Terlebih pada motor matic injeksi. Untuk itu usahakan selalu motor matic jangan sampai menunjukan indikator E pada speedometer dan biasakankan motor berisi bahan bakar yang penuh untuk mengantisipasi hal tersebut.

  • Cek kondisi vanbelt dan roler

Pentingnya akan memeriksa kondisi vanbelt merupakan hal yang tak boleh untuk ditanggapi bagi pemilik motor matic. Kondisi vanbelt yang mempunyai bahan yang terbuat dari karet dikhawatirkan akan putus di tengah jalan yang mengakibatkan motor berhenti dan tidak bisa berjalan lagi. Jika sudah menjadi keharusan untuk mengganti vanbelt tersebut sebaiknya menggunakan suku cadang yang asli sehingga membuat motor lebih terjamin karena pasti lebih awet.

  • Perawatan AKI

Tak mudah untuk melihat kondisi aki yang berada pada motor matic, sehingga setiap pengguna motor matic yang pernah motornya mengalami Mati AKI. Jika hal demikian terjadi, tentu anda akan kehilangan daya dari motor selain itu juga cahaya lampu akan berkurang, dan yang paling menjengkelkan jika aki motor mati adalah pada saat menghidupakan motor harus menggunakan kick starter yang membuat kita terasa lebih banyak mengeluarkan tenaga. Oleh karena itu, disarankan sebaiknya para pengguna harus mengganti AKI dalam 7 – 8 bulan setelah penggantian penggantian.

  • Stabilkan Kecepatan Gas

Biasanya hal ini sering dilakulan oleh pengguna motor matic, saat kecepatan motor dalam kondisi cepat tiba – tiba menurunkan gas begitu pun sebaliknya. Sebab, tanpa disadari hal ini akan merusak masa umur mesin. Dengan kecepatan yang kurang stabil tak hanya akan merusak mesin namun sampai juga pada motor vanbelt.

  • Ganti Oli Shockbreaker

Oli juga memang tidak hanya terdapat pada mesin motor saja, namun oli juga terdapat pada shockbreaker. Oleh karena itu perlu adanya pergantian dengan tujuan lain agar kondisi shock motor tetep berfungsi secara normal. Untuk jadwal pergantian oli Shock Motor bisa diganti setiap motor mencapai 10000KM.

  • Servis rutin di bengkel

Perawatan pada servis berkala motor matic biasanya termasuk penggantian oli, membersihkan karburator dan mengatur motor. request service pada bengkel resmi honda untuk menanyakan menggenai Aki apakah masih layak, Vanbelt dan roler apakah memerlukan penggantian, dari beberapa hal tersebut tentunya akan semakin baik jika penggunaan suku cadangnya pun dengan yang asli. Lakukan servis berkala kurang lebih 3 bulan sekali untuk menjaga performa motor matic anda.

  • Gunakan Bensin Berkualitas

Tips Dan Cara Merawat Motor Matic yang terakhir susah-susah gampang. Sebab, tak jarang ada saja orang yang menjual bensin campuran. oleh acara kita perlu berhati- hati. Kualitas bensin sangat mempengaruhi kualitas mesin motor anda, untuk itu sebaiknya anda mengisi bensin pada tempat yang tepat dan dikelola oleh pemerintah (POM) atau tempat – tempat penjual bensin yang memang sudah tidak dipercaya. Akan tetapi, biasanya pasca penggunaan selama lima tahun, mesin dan komponen lain biasanya akan menurun, selain itu akan sangat tepat jika Anda meng-upgrade alias mengganti sepeda motor dengan yang baru tentunya. Sebab jika tidak, motor akan sangat membutuhkan servis dan performanya terus menurun.

Semoga Bermanfaat.


bgklseal38.png

Yuk Simak Perbedaannya!

Ban Tubeless lapisan dalam dilengkapi dengan fluid sealant. Sedangkan pada ban biasa, lapisan ini diganti dengan lapisan yang dikenal bernama ban dalam.

Ban merupakan salah satu komponen penting dari kendaraan. Mulai dari sepeda, sepeda motor hingga mobil harus mempertimbangkan pemilihan penggunaan jenis ban untuk mendapatkan hasil maksimal dalam berkendara.

Ketika ban yang terpasang pada kendaraan sudah mengalami kerusakan karena berbagai hantaman yang menimpanya, hal tersebut tentunya akan mengganggu kenyamanan berkendara. Maka memilih dan menggunakan ban harus tepat dan disesuaikan dengan berbagai kondisi.

Di dunia otomotif, secara umum ada dua jenis ban ban motor yang beredar dipasaran dan juga biasa dijadikan pilihan untuk digunakan pada kendaraan bermotor yaitu Ban Tubeless dan Ban Biasa (Tube).

Meski kedua jenis ban sering digunakan dan umum di pasaran. Namun, kedua jenis ban ini memiliki perbedaan dari karakteristiknya. Adapun beberapa karakteristik yang menjadi pembeda antara ban tubeless yaitu:

  1. Bentuk Ban Jenis ban tube atau ban biasa memiliki bentuk seperti persegi. Sedangkan ban tubeless memiliki bentuk yang lebih bulat. Perbedaan bentuk ini bisa dijadikan pertimbangan dalam menggunakannya yang disesuaikan dengan kebutuhan berkendara.
  2. Material Ban Material dasar kedua jenis ban tersebut memiliki bahan yang sama yaitu sama-sama terbuat dari bahan karet buatan atau karet sintetis. Hal yang membedakan hanya berada pada lapisan dalam ban. Pada ban tubeless lapisan dalam dilengkapi dengan fluid sealant. Sedangkan pada ban biasa, lapisan ini diganti dengan lapisan yang bernama ban dalam.
  3. Karakter dan Harga Ban Dari segi karakter, ban tubeless lebih kuat dan kokoh dalam berbagai kondisi jalan. Sedangkan ban biasa, memiliki performa yang cukup baik untuk meredam getaran di jalan. Jika dilihat dari segi harga, ban biasa lebih murah dibandingkan dengan ban tubeless.
  4. Ketahanan Ban Selain dari karakter ban, ketahanan kedua jenis ban ini juga berbeda. Bila dilihat dari jangka waktu penggunaannya, ban tubeless bisa bertahan sampai 1,5 tahun selama ban tidak mengalami kebocoran. Tahan akan kebocoran yang dimiliki ban tubeless di dapat dari komponen lapisan dalam ban yaitu fluid sealant. Sedangkan ban biasa memiliki tingkat kebocoran yang relatif besar sehingga mempercepat proses pergantian ban.

Perbedaan-perbedaan tersebut bisa dijadikan pertimbangan dalam memilihnya untuk kendaraan Anda. Pemilihan penggunaan tentunya didasarkan pada kebutuhan berkendara mulai dari jenis medan hingga jenis kendaraan yang digunakan.

Semoga Bermanfaat.


bgklseal-1200x1200.png

Benarkan Ban Tubeless Lebih Tangguh?

Memang banyak yang salah mengira jika ban tubles dianggap lebih tangguh dibandingkan dengan ban biasa. Padahal hal ini belum sepenuhnya benar. Karena ketangguhan dan keawetan ban dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penggunaan.

Tak selamanya ban tubles dianggap lebih baik dan lebih, karena hal ini tergantung pada kondisi dan jenis motor yang digunakan. Nah, untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan ban tubles yang wajib Anda ketahui, agar Anda bisa memilih untuk menggunakan ban yang mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Kelebihan Ban Tubeless

Tidak Langsung Kempes pada Saat Ban Mengalami Kebocoran

Kelebihan yang pertama dari ban tubles ini adalah pada saat mengalami kebocoran maka ban tidak akan kempes pada saat itu juga seperti yang terjadi pada ban biasa. Hal ini dikarenakan angin yang berada di dalam ban tubles bisa bertahan untuk waktu yang cukup lama sehingga pada saat mengalami kebocoran Anda masih memiliki waktu untuk mencari tukang tambal ban.

Berbeda dengan ban biasa yang akan langsung kempes pada saat itu juga sehingga motor tidak dapat digunakan dan harus didorong saat akan mencari tukang tambal ban. Hal ini pastinya sangat melelahkan terutama jika tukang tambal ban berada sangat jauh dari lokasi Anda saat mengalami kebocoran.

Waktu Penambalan yang Lebih Cepat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas jika ban tubles tidak memiliki ban dalam yang membuat waktu penambalan menjadi lebih cepat. Karena pada saat proses penambalan, Anda tak perlu mengeluarkan ban dalam dan menambalnya seperti ban biasa.

Cara menambalnya pun cukup sederhana sehingga hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 hingga 10 menit. Berbeda dengan ban biasa yang bisa membutuhkan waktu hingga 30 menit untuk proses menambal ban.

Memiliki Kemampuan untuk Menambal dengan Sendirinya

Di dalam ban tubles biasanya terdapat cairan anti bocor yang sengaja diberikan untuk membuat ban ini memiliki kemampuan menambal dengan sendirinya. Cairan ini sendiri biasanya dimasukkan pada saat memasang ban untuk pertama kalinya. Sehingga dengan adanya cairan ini, ban tidak akan mudah bocor.

Selain itu Anda juga tidak perlu bersusah payah untuk menambal ban jika mengalami kebocoran. Ambil saja paku atau benda tajam yang menancap di ban. Kemudian cairan anti bocor akan bekerja secara otomatis untuk menutup permukaan ban yang mengalami kebocoran.

Risiko Kebocoran Lebih Kecil

Banyak faktor yang menyebabkan ban menjadi bocor, seperti tertusuk benda tajam, paku atau kotoran yang berada di sela sela ban dalam dan ban luar. Tak banyak yang tahu jika kotoran ini bisa menyebabkan gesekan yang bisa membuat ban menjadi bocor. Tak hanya itu saja, jika tekanan angin pada ban terlalu rendah pun juga bisa membuat kebocoran pada ban.

Bahkan karat yang terdapat pada velg juga menyebabkan ban menjadi bocor loh. Semua faktor tersebut dapat dengan mudah membuat ban biasa bocor. Namun berbeda dengan ban tubles. Dengan tidak adanya ban dalam pada ban tubles bisa membuat ban ini hanya akan bocor jika terkena benda yang sangat tajam.

Stabil Digunakan Pada Kecepatan Tinggi

Ban tubles memiliki permukaan ban yang lebih keras dan tebal sehingga bisa digunakan untuk manuver di kecepatan yang cukup tinggi. Sementara ban biasa tidak akan sanggup melakukan hal ini.

Anti Slip dan Cocok Digunakan Saat Musim Hujan

Pada saat musim penghujan biasanya jalanan yang basah akan menjadi lebih licin dan berbahaya. Maka dari itu setiap pengendara motor harus berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Motif yang terdapat pada ban tubles biasanya dibuat lebih dalam dibandingkan dengan ban biasa. Motif ban sendiri dibuat bukan hanya untuk keindahan tapi juga memiliki fungsi untuk menjaga ban agar dapat melaju dengan stabil. Motif yang terdapat pada ban tubles memiliki fungsi untuk mempermudah pengeluaran air sehingga ban memiliki daya cengkeram yang kuat.

Perawatan Ban Tubles Lebih Mudah

Untuk merawat ban tubles sendiri terbilang cukup sederhana karena Anda hanya perlu memperhatikan kebersihan pada bagian ban dan juga pelak agat tidak longgar.

 

Kelemahan Ban Tubles

Tidak Mampu Melintasi Medan Berat

Ban tubles yang mempunyai struktur bahan lebih keras dan tebal dapat membuat kendaraan tidak mampu digunakan di medan yang berat dalam jangka waktu yang lama. Karena hal ini dapat membuat pelek motor Anda menjadi cepat rusak.

Sebab kondisi jalan yang bergelombang dan tidak rata akan langsung disalurkan pada pelek sehingga dapat membuat pelek menjadi cepat rusak.

Tidak Bisa Digunakan Pada Roda Dengan Pelek Ruji

Pelek ruji atau jari jari biasanya dipilih banyak orang karena lebih tahan lama, namun jika Anda menggunakan ban tubles maka Anda tidak akan bisa menggunakan pelek ruji. Hal ini dikarenakan jari jari pada pelek ruji bisa menjadi faktor dan penyebab kebocoran pada ban tubles.

Meski sekarang ini sudah ada teknologi terbaru yang memungkinkan penggunaan pelek ruji untuk menggunakan ban tubles, tapi hal tersebut tetap tidak dianjurkan untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengendara.

Usia Penggunaan Lebih Pendek

Meski mudah dalam perawatan dan lebih cepat saat proses penambalan ban. Ternyata usia ban tubles ini tak lebih panjang dibanding ban biasa. Bahkan terbilang lebih pendek, hal ini dikarenakan bahan compound ban yang lebih lunak meski ban lebih tebal dan tekstur yang keras.

Harga Relatif Mahal

Memang untuk perawatan ban tubles lebih mudah dan sederhana, bahkan ban tubles tidak memiliki ban dalam yang membuat Anda tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk membeli ban dalam saat membeli ban baru.

Namun meski begitu, ban tubles ini dibanderol dengan harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan harga ban biasa. Perbandingannya sendiri bisa mencapai 30% hingga 50% lebih mahal jika dibandingkan dengan ban biasa.

Lebih Berat

Dengan tekstur yang keras dan tebal, membuat ban tubles ini terbilang lebih berat jika dibandingkan dengan ban biasa. Hal ini pastinya akan sedikit merepotkan pada saat pemasangan ban tubles.

Mau memilih ban tubles atau pun ban biasa, semua keputusan ada di tangan Anda. Sehingga dengan adanya ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan ban tubles di atas dapat memberikan inspirasi bagi Anda pada saat memilih ban. Apakah akan memilih ban tubles atau ban biasa. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda ya.

 

Semoga Bermanfaat.



Siklus Otto Ideal

Proses termodinamika dan kimia yang terjadi dalam Motor Bensin torak sangat kompleks untuk dianalisa menurut teori. Untuk memudahkan menganalisanya perlu membayangkan suatu keadaan yang ideal. Makin ideal suatu keadaan makin mudah untuk dianalisa, akan tetapi dengan sendirinya semakin jauh menyimpang dari keadaan sebenarnya. Pada umumnya untuk menganalisa motor bakar torak dipergunakan siklus udara sebagai siklus yang ideal. Siklus udara menggunakan beberapa keadaan yang sama dengan siklus sebenarnya dalam hal sebagai berikut :

1.Urutan proses

2.Perbandingan kompresi

3.Pemilihan temperatur dan tekanan pada suatu keadaan

4.Penambahan kalor yang sama per satuan berat udara

 

 

Siklus Aktual

Siklus udara volume konstan atau siklus otto adalah proses yang ideal. Dalam kenyataannya baik siklus volume konstan, siklus tekanan konstan dan siklus gabungan tidak mungkin dilaksanakan, karena adanya beberapa hal sebagai berikut:

1.Fluida kerja bukanlah udara yang bisa dianggap sebagai gas ideal, karena fluida kerja di sini adalah campuran bahan bakar (premium) dan udara, sehingga tentu saja sifatnya pun berbeda dengan sifat gas ideal.

2.Kebocoran fluida kerja pada katup (valve), baik katup masuk maupun katup buang, juga kebocoran pada piston dan dinding silinder, yang menyebabkan tidak optimalnya proses.

3.Baik katup masuk maupun katup buang tidak dibuka dan ditutup tepat pada saat piston berada pada posisi TMA dan atau TMB, karena pertimbangan dinamika mekanisme katup dan kelembaman fluida kerja. Kerugian ini dapat diperkecil bila saat pembukaan dan penutupan katup disesuaikan dengan besarnya beban dan kecepatan torak.

4.Pada motor bakar torak yang sebenarnya, saat torak berada di TMA tidak terdapat proses pemasukan kalor seperti pada siklus udara. Kenaikan tekanan dan temperatur fluida kerja disebabkan oleh proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar dalam silinder.

5.Proses pembakaran memerlukan waktu untuk perambatan nyala apinya, akibatnya proses pembakaran berlangsung pada kondisi volume ruang yang berubah-ubah sesuai gerakan piston. Dengan demikian proses pembakaran harus dimulai beberapa derajat sudut engkol sebelum torak mencapai TMA dan berakhir beberapa derajat sudut engkol sesudah TMA menuju TMB. Jadi proses pembakaran tidak dapat berlangsung pada volume atau tekanan yang konstan.

6.Terdapat kerugian akibat perpindahan kalor dari fluida kerja ke fluida pendingin, misalnya oli, terutama saat proses kompresi, ekspansi dan waktu gas buang meninggalkan silinder. Perpindahan kalor tersebut terjadi karena ada perbedaan temperatur antara fluida kerja dan fluida pendingin.

7.Adanya kerugian energi akibat adanya gesekan antara fluida kerja dengan dinding silinder dan mesin.

 

 

Semoga Bermanfaat.


Mesin-Bensin.jpg

Mesin Bensin adalah jenis mesin kalor yang termasuk Mesin Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine). Internal Combustion Engine (I.C. Engine) adalah mesin kalor yang mengubah energi kimia bahan bakar menjadi kerja mekanis, yaitu dalam bentuk putaran poros. Energi kimia bahan bakar pertama diubah menjadi energi panas melalui proses pembakaran atau oksidasi dengan udara dalam mesin. Energi panas ini meningkatkan temperatur dan tekanan gas pada ruang bakar. Gas bertekanan tinggi ini kemudian berekspansi melawan mekanisme mekanik mesin.

Ekspansi ini diubah oleh mekanisme link menjadi putaran crankshaft, yang merupakan output dari mesin tersebut. Crankshaft selanjutnya dihubungkan ke sistem transmisi oleh sebuah poros untuk mentransmisikan daya atau energi putaran mekanis yang selanjutnya energi ini dimanfaatkan sesuai dengan keperluan.

Siklus Otto pada mesin bensin disebut juga dengan siklus volume konstan, dimana pembakaran terjadi pada saat volume konstan. Pada mesin bensin dengan siklus Otto dikenal dua jenis mesin, yaitu mesin 4 langkah (four stroke) dan 2 langkah (two stroke). Untuk mesin 4 langkah terdapat 4 kali gerakan piston atau 2 kali putaran poros engkol (crank shaft) untuk tiap siklus pembakaran, sedangkan untuk mesin 2 langkah terdapat 2 kali gerakan piston atau 1 kali putaran poros engkol untuk tiap siklus pembakaran. Sementara yang dimaksud langkah adalah gerakan piston dari TMA (Titik Mati Atas) atau TDC (Top Death Center) sampai TMB (Titik Mati Bawah) atau BDC (Bottom Death Center) maupun sebaliknya dari TMB ke TMA.

Semoga Bermanfaat.


Copyright by BENGKELSEAL 2022. All rights reserved.