BengkelSeal

Daftar Komponen Mesin Diesel Beserta Fungsinya

Setelah membahas mengenai pengertian Mesin Diesel pada artikel sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, Bengkelseal akan membahas daftar komponen yang ada pada mesin diesel. Simak penjelasannya!

Komponen Mesin Diesel dan Fungsinya

1. Cylinder Block Assembly

Komponen utama ini berfungsi untuk meletakkan berbagai engine compartement yang mendukung proses kerja mesin. Cylinder block terbuat dari besi tuang yang memiliki tingkat presisi yang tinggi. Pada umumnya sebuah blok mesin memiliki beberapa komponen antara lain :

  • Silinder / main linner

Komponen ini berfungsi sebagai tempat naik - turunnya piston. Silinder terbuat dari paduan besi dan aluminium ini di press kedalam blok mesin sehingga akan sulit untuk terlepas.

  • Water Jacket

Merupakan selubung air pendingin berbentuk lubang di dalam blok silinder yang mengelilingi linner dan terletak dalam blok mesin. Tujuannya agar proses pendinginan mesin berlangsung maksimal.

  • Oil feed lines

Lubang oli pada blok silinder berfungsi untuk menciptakan jalur oli mesin dari kepala silinder crankcase. Lubang ini akan mendukung proses sirkulasi oli mesin ke seluruh bagian mesin diesel.

2. Cylinder Head Assembly

Komponen ini terletak pada bagian atas mesin. Sama dengan blok silinder, komponen ini juga terbuat dari material tuang. Saat ini banyak digunakan karena lebih ringan dan kuat juga beberapa dari beberapa unit, antara lain

  • Valve & spring

Komponen ini menjadi pintu yang akan membuka dan menutup saluran intake serta exhaust pada mesin. Sementara spring akan menahan katup agar tetap tertutup.

  • Camshaft

Komponen ini juga disebut poros nok, fungsinya untuk mengatur pembukaan tiap katup melalui sebuah nok.

  • Rocker arm

Komponen ini akan menekan katup saat nok menyentuh bagian atas rocker arm. Sehingga saluran in/ex dapat terbuka. Umumnya rocker arm memiliki sistem penyetelan celah katup, baik manua atau otomatis (Hydrolic Lash Adjuster).

  • Combustion chamber

Ruang bakar adalah sebuah ruang kecil yang digunakan melakukan pembakaran. hasilnya berupa semburan api yang digunakan untuk mendorong piston. Biasanya ruang bakar ini terdapat pada mesin diesel indirect injection.

3. Piston & Connecting Rod

Piston atau torak digunakan untuk mengatur volume dalam silinder. Mengapa volume silinder perlu diatur? hal ini agar proses kerja mesin dapat berlangsung. Dalam hal ini saat piston bergerak ke bawah maka volume silinder akan membesar, sedangkan saat piston bergerak ke atas volume silinder akan mengecil. Sementara connecting rod berfungsi untuk meneruskan gerak naik turun piston menuju flywheel. Secara umum ada tiga bagian inti pada piston yaitu

  • Ring kompresi

Ring ini bersifat elastis yang fungsinya untuk mencegah terjadinya kebocoran udara saat langkah kompresi. Cara kerja ring ini yaitu dengan menutup celah antara dinding piston dan main linner.

  • Ring oli

Ring yang teretak dibawah ring kompresi ini berfungsi untuk mencegah oli mesin masuk ke dalam ruang bakar.

  • Pin piston

Sebuah pin yang terletak didalam piston untuk menghubungkan piston dengan connecting rod. Pin ini berbentuk tabung, ketika terhubung dengan small end maka akan berfungsi layaknya sebuah engsel.

4. Crankshaft

Crankshaft atau poros engkol adalah sebuah komponen yang terbuat dari besi tuang yang digunakan untuk mengubah gerak naik turun piston menjadi sebuah gerakan putar. Prinsip kerja poros engkol mirip saat kita mengayuh sepeda.

Karena berhubungan dengan tekanan dari piston, poros engkol tidak boleh lentur atau patah saat mendapatkan tekanan dari piston.

Untuk itu komponen ini dibuat dari paduan besi khusus yang memiliki kekuatan tinggi serta anti luntur. Beberapa bagian pada poros engkol yaitu:

  • Crank pin. Crank pin adalah sebuah pin yang akan terhubung dengan big end pada connecting rod.
  • Crank journal. Sementara crank journal merupakan pin yang berfungsi sebagai poros pada crankshaft agar dapat berputar. Crank journal akan terpasang pada blok silinder.
  • Weight balance. Komponen ini terletak berseberangan dengan crank pin, fungsinya sebagai penyeimbang sekaligus untuk mengalirkan oli ke seuruh bagian dalam mesin.

5. Oil Pan

Oil pan (Carter) adalah sebuah bak khusus yang berfungsi untuk menampung oli mesin.

Meski hanya bertugas sebagai penampung oli mesin, komponen ini juga tidak bisa dibuat sembarangan.

Umumnya komponen ini terbuat dari besi tipis seperti seng, namun beberapa mobil telah mengkombinasikan dengan bahan yang lebih tebal.

6. Timing Chain Assembly

Komponen ini berupa rantai ini terletak pada mesin bagian depan. Rantai ini akan menghubungkan gigi sprocket dari poros engkol dengan poros nok. Timing Chain Assembly termasuk ke dalam sistem mekanisme katup yang berfungsi untuk menghubungkan putaran engkol dan camshaft dengan sudut tertentu.

7. Flywheel

Flywheel atau biasa disebut roda gaya pada awalnya berfungsi untuk menyeimbangkan putaran mesin. Komponen ini terbuat dari besi padat yang dapat menyimpan torsi, itulah mengapa komponen ini dapat menyeimbangkan putaran mesin.

Selain itu flywheel juga berfungsi untuk menyalakan mesin, hal ini bisa dilihat dari bagian luar flywheel yang memiliki banyak mata gigi. Mata gigi ini akan terhubung bersama motor starter untuk menyalakan mesin.

8. Fuel System Assembly

Komponen ini terdiri dari tangki hingga injector. Sistem bahan bakar diesel berfungsi untuk menyuplai sejumlah bahan bakar solar ke dalam ruang bakar saat langkah usaha.

Ada dua macam sistem bahan bakar pada mesin diesel, yaitu konvensional dan sistem common rail.

Kelebihan mesin diesel yang menggunakan common rail yaitu lebih hemat dan efisien. Hal ini dikarenakan sistem common rail telah mengusung computerized control, sehingga perhitungan dapat dilakukan secara akurat.