BengkelSeal

Apa itu Kopling? Berikut Penjelasannya

Clutch atau yang dikenal dengan sebutan Kopling ini merupakan peralatan transmisi yang berfungsi menghubungkan poros engkol dengan poros roda gigi transmisi. Selain sebagai penghubung, Kopling juga berfungsi untuk memindahkan tenaga mesin ke transmisi. Kemudian transmisi mengubah kecepatan sesuai dengan yang diinginkan. Jenis kopling pun beragam diantaranya kopling gesek, kopling fluida, kopling sentrifugal, dan kopling magnet.

Bagian - Bagian Kopling

Pada umumnya, Kopling terdiri dari 3 bagian utama, yaitu unit kopling, tutup kopling, dan unit pembebas. Unit kopling terdiri dari plat kopling, plat tekan, dan pegas kopling. Tutup kopling diikat oleh roda gila, sedangkan didalamnya dipasangkan pada roda poros persneling dan ditempatkan diantara roda gila dan plat tekan. Plat tekan akan menekan plat kopling terhadap roda dengan adanya tekanan dari pegas-pegas koping. Peranti ini dibuat dari bahan besi tuang dimana bagian permukaannya dibuat halus dan rata. Sedangkan plat kopling di buat untuk memberikan gesekan yang besar pada roda gila dan plat tekan serta ditempatkan diantara keduanya. Pada kedua permukaan plat kopling ini dipasangkan kampas dan dikeling dengna paku keling, dan biasanya pada permukaan platnya di beri kepingan logam. Selain itu, pada bagian tengah plat kopling terdapat pegas torsi. Sedangkan unit pembebas terdiri atas garpu pembebas, bantalan, dan tuas untuk menarik plat tekan sehingga membebaskan kopling.

Cara Kerja Kopling

https://otogembel.files.wordpress.com/2012/08/konstruksi-unit-kopling-plat-tunggal.png

 

apabila mesin berputar, dengan sendirinya roda gaya ikut berputar. Pada roda gaya ini dipasangkan tutup kopling yang tentunya juga ikut berputar. Dalam hal ini poros roda gigi atau poros utama persneling belum dapat berputar, demikian juga dengan plat kopling yang dipasang dengan perantaraan suatu alur pada poros tersebut yang memungkinkannya bergerak sepanjang poros persneling.

Selanjutnya, apabila ingin menggerakkan roda, hal ini dapat dilakukan dengan mengoperasikan pedal, dimana pada waktu pedal di angkat pegas-pegas kopling akan menekan plat tekan pada roda gaya. Hal ini yang menyebabkan plat kopling tersebut terjepit diantara roda gaya dengan plat tekan. Plat ini mulanya akan slip, dan bergesekan dengan roda gaya maupun plat tekan, namun selanjutnya secara bertahap akan ikut terbawa berputar dan akan memutar poros utama persneling.